Krisis kepemimpinan di tubuh FIFA semakin memanas.

Legenda sepak bola Portugal Luis Figo secara terbuka menyerukan agar Presiden FIFA Gianni Infantino mengundurkan diri, di tengah tekanan besar yang muncul setelah runtuhnya proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise atau FFE. Dalam pernyataan kerasnya, Figo menilai masalah FIFA saat ini sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan permintaan maaf atau perbaikan prosedur.

Figo bahkan menyederhanakan solusi yang menurutnya dibutuhkan FIFA menjadi satu pesan langsung: Infantino harus pergi.

Seruan itu muncul ketika Infantino baru saja mengadakan pertemuan dengan jajaran pimpinan senior FIFA di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026. FIFA sendiri menggambarkan pertemuan tersebut sebagai pembicaraan konstruktif untuk memperbaiki proses internal setelah proposal FFE ditarik.

Namun tekanan dari luar organisasi justru terus membesar.

Figo: Infantino Harus Pergi

Luis Figo bukan sekadar mantan pemain besar yang ikut berkomentar dari luar.

Mantan pemain Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu pernah mencoba masuk langsung ke arena politik FIFA.

Pada 2015, Figo sempat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk menantang Sepp Blatter sebelum akhirnya menarik diri dari proses pemilihan.

Karena latar belakang itulah, kritiknya terhadap Infantino mendapat perhatian besar.

Dalam tulisan yang dipublikasikan pada 5 Agustus 2026, Figo menuduh kepemimpinan Infantino telah merusak martabat jabatan Presiden FIFA. Ia menilai perkembangan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan perilaku kepemimpinan yang tidak lagi dapat diterima.

Figo bahkan menulis bahwa dirinya dapat menjelaskan ribuan kata mengenai masalah FIFA, tetapi solusi akhirnya bisa diringkas dengan sangat sederhana:

“Infantino must go.”

Ia juga mendesak agar Infantino pergi sekarang, bukan menunggu pemilihan berikutnya.

Namun karena kutipan langsung dari sumber memiliki batas penggunaan, inti pesannya dapat diringkas seperti ini: Figo menganggap kepercayaan terhadap Infantino sudah rusak terlalu jauh dan pergantian kepemimpinan diperlukan demi masa depan FIFA.

Hubungan Figo dan Infantino Membuat Kritik Ini Lebih Menarik

Ada ironi besar dalam sikap Figo sekarang.

Ketika Infantino pertama kali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2016, Figo justru pernah memberikan dukungan kepadanya.

Saat itu Infantino dianggap membawa harapan baru setelah FIFA mengalami krisis besar pada akhir era Sepp Blatter.

Namun satu dekade kemudian, posisi Figo berubah total.

Ia kini menjadi salah satu tokoh paling terkenal yang secara terbuka meminta Infantino mundur.

Perubahan sikap tersebut memperlihatkan bahwa konflik kali ini tidak hanya melibatkan rival politik tradisional FIFA.

Tokoh yang sebelumnya pernah mendukung Infantino pun mulai mengambil jarak.

Akar Masalah: FIFA Forward Enterprise

Krisis terbaru bermula dari proposal FIFA Forward Enterprise.

FIFA berencana membentuk perusahaan baru yang akan mengonsolidasikan sebagian besar operasi komersial dan penyelenggaraan event organisasi.

Entitas tersebut diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$20 miliar.

FIFA kemudian merencanakan penjualan saham minoritas hingga sekitar 20 persen kepada investor eksternal, dengan target pengumpulan dana mencapai kurang lebih US$4,2 miliar.

FIFA mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan investasi pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Dalam rencana awalnya, asosiasi anggota berpotensi menerima tambahan pendanaan besar untuk infrastruktur, pengembangan pemain, sepak bola wanita, kompetisi, dan program grassroots.

Secara teori, rencana tersebut terlihat menguntungkan.

Namun masalah besarnya adalah apa yang harus diberikan FIFA sebagai imbalan kepada investor.

Kekhawatiran soal Hak Komersial Piala Dunia

FFE dirancang untuk mengelola kegiatan komersial dari berbagai kompetisi FIFA, termasuk aset bernilai sangat besar yang terkait dengan Piala Dunia.

Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan aktivitas komersial lainnya akan masuk dalam struktur baru tersebut.

Walaupun FIFA menegaskan tetap memegang kontrol penuh terhadap keputusan sepak bola dan regulator, masuknya investor swasta ke dalam perusahaan yang mengelola aset komersial Piala Dunia langsung menimbulkan kekhawatiran.

UEFA dan sejumlah pihak lain mempertanyakan apakah langkah tersebut pada akhirnya berarti sebagian kepentingan ekonomi Piala Dunia diberikan kepada pemilik modal swasta.

Dan yang lebih kontroversial adalah proses pembuatannya.

Para pengkritik menilai konfederasi serta asosiasi anggota tidak dilibatkan secara memadai sebelum proposal didorong menuju persetujuan.

UEFA Langsung Melawan

UEFA menjadi salah satu penentang terkuat.

Konfederasi Eropa mempertanyakan transparansi proposal dan cara FIFA menjalankan proses tersebut.

Ketegangan kemudian berkembang sampai muncul ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA.

Klub-klub papan atas Eropa juga memberikan tekanan.

European Football Clubs atau EFC dikabarkan sempat mengancam tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub mendatang apabila FIFA tetap menjalankan FFE.

Situasi tersebut menjadi ancaman serius.

Tanpa partisipasi tim-tim dan negara-negara Eropa, nilai olahraga dan komersial kompetisi FIFA tentu dapat mengalami dampak sangat besar.

FIFA Akhirnya Membatalkan Proposal

Tekanan akhirnya membuat FIFA mundur.

Pada 1 Agustus 2026, rencana FIFA Forward Enterprise ditarik.

FIFA kemudian mengakui adanya kesalahan dalam proses dan komunikasi proposal tersebut.

Dalam pertemuan Rabat pada 5 Agustus, FIFA menyatakan bahwa proses seharusnya ditangani dengan cara berbeda dan bahwa anggota FIFA serta FIFA Council seharusnya tidak merasa dikesampingkan.

Organisasi tersebut juga mengumumkan akan melakukan review internal.

Namun bagi para pengkritik, tindakan tersebut belum cukup.

Mereka menilai masalahnya bukan sekadar komunikasi yang buruk.

Masalahnya adalah keputusan untuk mencoba membuka kepentingan komersial Piala Dunia kepada investor swasta tanpa konsultasi yang dianggap memadai.

Pertemuan Krisis di Maroko

FIFA kemudian mengadakan pertemuan pimpinan di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus.

Pertemuan dihadiri Infantino, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström, serta anggota FIFA Management Board.

FIFA menyebut pertemuan tersebut berlangsung positif dan konstruktif.

Jajaran manajemen yang hadir juga menegaskan dukungan terhadap Infantino.

Mereka menekankan bahwa Presiden FIFA adalah satu-satunya pejabat FIFA yang dipilih langsung oleh 211 asosiasi anggota.

Dengan kata lain, pertemuan tersebut tidak menghasilkan pengunduran diri Infantino.

Justru sebaliknya.

Manajemen FIFA mencoba memperlihatkan bahwa organisasi masih solid.

Namun situasi di luar ruang rapat sangat berbeda.

UEFA, AFC dan Concacaf Bersatu

Perkembangan terbesar muncul pada 10 Agustus 2026.

UEFA, AFC, dan Concacaf mengeluarkan surat terbuka bersama yang mengecam cara proposal FFE ditangani.

Surat tersebut ditandatangani Presiden UEFA Aleksander Čeferin, Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan Presiden Concacaf Victor Montagliani, bersama para sekretaris jenderal masing-masing konfederasi.

Mereka mengatakan persoalan tersebut bukan tentang uang atau pembagian sumber daya.

Menurut tiga konfederasi itu, masalah utamanya adalah integritas dan kepercayaan.

Surat tersebut menyebut keputusan mendorong proposal tanpa konsultasi berarti sebagai kegagalan penilaian yang serius dan pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan.

Mereka juga meminta penyelidikan dilakukan pihak independen, bukan FIFA sendiri.

Ini merupakan pukulan politik besar karena tiga konfederasi tersebut mewakili Eropa, Asia, serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.

Apakah UEFA, AFC dan Concacaf Meminta Infantino Mundur?

Di sini perlu sedikit kehati-hatian.

Surat terbuka resmi mereka tidak memuat kalimat sederhana “Infantino harus mundur” seperti yang disampaikan Figo atau Federasi Sepak Bola Norwegia.

Namun isi surat menyerukan kebutuhan akan kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan menguasainya, dan laporan lanjutan dari media internasional menyebut ketiga konfederasi tersebut bergerak menuju perubahan kepemimpinan serta mendorong Infantino meninggalkan jabatan menjelang pemilihan FIFA 2027.

Karena itu, pernyataan bahwa UEFA, AFC, dan Concacaf berada dalam kubu yang ingin mengakhiri era Infantino dapat dipertanggungjawabkan.

Tetapi secara editorial lebih tepat membedakan surat resmi mereka dengan seruan pengunduran diri eksplisit dari tokoh seperti Figo dan Lise Klaveness.

Norwegia Secara Terang-terangan Minta Infantino Mundur

Tidak ada ambiguitas dari Federasi Sepak Bola Norwegia.

Presiden NFF Lise Klaveness secara terbuka meminta Infantino mengundurkan diri pada 7 Agustus 2026.

Klaveness mengatakan Infantino tidak lagi memiliki tingkat kepercayaan institusional yang dibutuhkan untuk memimpin FIFA secara stabil.

Menurutnya, kerja sama sepak bola internasional sedang berada dalam situasi serius dan perubahan kepemimpinan diperlukan.

Norwegia berharap federasi-federasi Eropa lainnya dapat mengikuti langkah tersebut.

Seruan ini sangat signifikan karena Klaveness sudah lama dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu tata kelola FIFA.

Inggris dan Negara Lain Mulai Menarik Dukungan

Tekanan juga datang dari sejumlah federasi Eropa.

Beberapa asosiasi sebelumnya telah menarik dukungan mereka terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya.

Laporan internasional menyebut Inggris, Wales, Finlandia, Albania, Kroasia, dan beberapa federasi lainnya termasuk di antara pihak yang mengambil jarak dari Infantino dalam berbagai bentuk.

Situasi ini menunjukkan bahwa dukungan Infantino di Eropa semakin terfragmentasi.

Namun FIFA adalah organisasi global.

Kehilangan Eropa saja belum otomatis menjatuhkannya.

Infantino Masih Memiliki Pendukung Besar

Inilah alasan mengapa posisi Infantino tetap kuat meski tekanan begitu besar.

FIFA memiliki 211 asosiasi anggota.

Dalam pemilihan Presiden FIFA, setiap asosiasi pada dasarnya memiliki satu suara.

Artinya, kekuatan politik tidak hanya berada pada federasi besar seperti Inggris, Jerman, Brasil atau Argentina.

Negara kecil juga memiliki bobot suara yang sama dalam pemilihan.

Hal tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber kekuatan Infantino.

Ia membangun hubungan erat dengan banyak federasi di Afrika, Asia, Oceania, Amerika Selatan, dan kawasan lainnya.

Argentina Tetap Mendukung

Argentina termasuk salah satu negara yang secara terbuka tetap memberikan dukungan kepada Infantino.

AFA menyatakan mendukung pekerjaan yang dilakukan FIFA dalam satu dekade terakhir dan menyoroti pengembangan sepak bola global serta tata kelola institusional.

AFA memang mengakui bahwa proposal FFE menghasilkan lebih banyak ketidakpastian daripada kepastian dan bahwa terdapat kesalahan dalam proses tersebut.

Namun federasi Argentina menilai jalan terbaik adalah tetap bekerja dalam struktur FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.

Paraguay juga memberikan dukungan.

CONMEBOL secara umum tetap menjadi salah satu kawasan yang paling kuat mendukungnya.

Afrika dan Oceania Juga Menjadi Kunci

CAF masih menjadi salah satu basis penting bagi Infantino.

Selain itu, Oceania Football Confederation atau OFC pada 14 Agustus menyatakan dukungannya terhadap Presiden FIFA tersebut.

OFC mengatakan mereka menghargai keputusan membatalkan FFE dan tetap mendukung kepemimpinan Infantino.

Namun bahkan di Oceania mulai muncul perpecahan.

New Zealand Football menarik dukungan terhadap Infantino dan meminta review independen terhadap tata kelola FIFA.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa konflik ini sudah benar-benar bersifat global.

Dunia Sepak Bola Mulai Terbelah

Saat ini terdapat dua kubu besar.

Di satu sisi ada UEFA, AFC, Concacaf, sejumlah federasi individual, beberapa pemain dan tokoh sepak bola, serta kelompok lain yang menuntut perubahan serius.

Di sisi lain terdapat CONMEBOL, CAF, OFC dan sejumlah federasi nasional yang masih mempertahankan dukungan terhadap Infantino.

Namun bahkan pengelompokan tersebut tidak sepenuhnya solid.

Tidak seluruh negara AFC menentang Infantino.

Tidak seluruh anggota OFC mendukungnya.

Dan tidak setiap anggota CONCACAF mempunyai posisi yang sama.

Inilah mengapa pemilihan FIFA 2027 bisa berubah menjadi pertarungan politik yang sangat kompleks.

Ada Pembicaraan mengenai Sistem FIFA yang Baru

Krisis bahkan sudah bergerak melampaui pertanyaan “Infantino bertahan atau mundur”.

Laporan terbaru menyebut lawan-lawan Infantino sedang membicarakan model tata kelola baru untuk FIFA.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah mengurangi kekuasaan presiden dan memperkenalkan sistem kepemimpinan yang lebih kolektif.

Le Monde melaporkan kelompok penentang Infantino mempertimbangkan sistem presiden bergilir dengan fungsi yang lebih seremonial, sementara kekuasaan operasional ditempatkan pada CEO dan dewan pengelola.

Belum ada proposal resmi.

Namun fakta bahwa gagasan tersebut sudah dibicarakan menunjukkan seberapa dalam krisis kepercayaan terhadap sistem FIFA saat ini.

Ancaman Kompetisi Tandingan

Yang lebih mengejutkan, pembicaraan juga mulai menyentuh kemungkinan kompetisi alternatif.

Laporan The Guardian menyebut UEFA, AFC, dan Concacaf sedang mengembangkan kerangka baru bagi pengelolaan sepak bola dunia dan membicarakan berbagai opsi apabila hubungan dengan FIFA tidak membaik.

Ancaman semacam ini masih jauh dari kenyataan.

Namun jika sampai konfederasi besar benar-benar membuat kompetisi tandingan, konsekuensinya akan sangat besar.

Bukan hanya FIFA yang terkena dampak.

Klub, pemain, sponsor, broadcaster, federasi, dan suporter juga akan menghadapi pilihan sulit.

Posisi Infantino Belum Runtuh

Walaupun berita mengenai tekanan terhadap Infantino sangat besar, penting untuk tidak menyimpulkan bahwa dirinya sudah pasti akan lengser.

Faktanya:

Infantino masih Presiden FIFA.

Manajemen FIFA secara resmi menyatakan dukungan kepadanya setelah pertemuan Rabat.

CAF, CONMEBOL dan OFC masih memberikan dukungan penting.

Argentina, Meksiko, Paraguay, serta federasi lain juga mempertahankan dukungannya dalam berbagai bentuk.

Jadi, seruan Figo memang memperbesar tekanan.

Tetapi itu belum berarti keseimbangan suara di FIFA sudah sepenuhnya berbalik.

Pemilihan 2027 Bisa Menjadi Titik Penentu

Infantino dijadwalkan menghadapi proses pemilihan Presiden FIFA berikutnya pada 2027.

Jika ia tetap mencalonkan diri, seluruh konflik saat ini bisa berubah menjadi referendum terhadap kepemimpinannya.

Nama Presiden Concacaf Victor Montagliani mulai disebut sebagai salah satu calon penantang potensial.

Tokoh lain juga mulai masuk dalam pembicaraan.

Bahkan setelah kritik kerasnya, nama Luis Figo kembali muncul dalam spekulasi politik FIFA meskipun dirinya belum mengumumkan pencalonan.

Masih terlalu dini untuk mengetahui siapa yang benar-benar maju.

Namun satu hal jelas: untuk pertama kalinya dalam waktu cukup lama, kepemimpinan Infantino menghadapi tantangan yang sangat terorganisasi.

Dari Pendukung Menjadi Kritikus

Kisah Figo membuat krisis ini semakin simbolis.

Ia pernah melihat Infantino sebagai bagian dari solusi untuk mengubah FIFA setelah era Blatter.

Sekarang ia justru menilai Infantino telah menjadi bagian dari masalah.

Figo mengatakan jabatan Presiden FIFA telah kehilangan martabat di bawah kepemimpinan saat ini dan bahwa perubahan harus dilakukan sekarang.

Apakah pandangan tersebut akan diikuti mayoritas 211 anggota FIFA masih menjadi pertanyaan besar.

Namun keberanian sosok sebesar Figo untuk menyerukan pengunduran diri secara terbuka memperlihatkan bahwa krisis telah memasuki level baru.

Youtube : https://youtube.com/shorts/PUV9ldCs-mM?si=3IA-9INdgEhKWqrY
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSVek35XU/

Sumber

Euronews — Luis Figo meminta Infantino mundur:
https://www.euronews.com/2026/08/05/portugal-legend-luis-figo-calls-for-infantino-to-resign-saying-he-debased-fifa-presidency

FIFA — Pernyataan resmi hasil pertemuan di Rabat, Maroko:
https://inside.fifa.com/organisation/media-releases/leadership-constructive-positive-talks-rabat-morocco

UEFA — Surat terbuka bersama UEFA, AFC, dan Concacaf:
https://www.uefa.com/news-media/news/02a8-21501c254976-ca8bc2039a0f-1000–open-letter-to-the-football-family/

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *