Media Vietnam ikut menyoroti keputusan PSSI setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF atau ASEAN Cup 2026.
Salah satu media yang paling terang-terangan membahas situasi tersebut adalah Dân Trí. Dalam artikel yang terbit pada 11 Agustus 2026, media Vietnam itu menyoroti fakta bahwa John Herdman tetap bertahan sebagai pelatih Timnas Indonesia meskipun Garuda tersingkir sejak fase grup.
Sorotan tersebut muncul karena Indonesia sebelumnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuat di turnamen.
Garuda bahkan memulai kompetisi dengan dua kemenangan besar.
Indonesia menghajar Kamboja 5-1, kemudian menaklukkan Timor Leste 3-0.
Namun semuanya berubah dalam dua pertandingan terakhir.
Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam, lalu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura dalam laga yang wajib dimenangkan.
Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin dan gagal mencapai semifinal.
Media Vietnam Sebut Keputusan PSSI Cukup Mengejutkan
Dân Trí menilai bertahannya Herdman cukup mengejutkan karena PSSI mempunyai sejarah mengambil tindakan cepat terhadap pelatih ketika Indonesia gagal di Piala AFF.
Media tersebut membandingkan situasi Herdman dengan beberapa mantan pelatih Timnas Indonesia.
Nama seperti Nilmaizar, Alfred Riedl, Bima Sakti, hingga Shin Tae-yong ikut disebut dalam pembahasan mereka.
Dân Trí mengutip pembahasan dari CNN Indonesia yang menyoroti bagaimana beberapa pelatih sebelumnya kehilangan posisi setelah Timnas gagal menembus semifinal kompetisi Asia Tenggara.
Karena itulah Herdman dianggap mendapatkan tingkat kesabaran yang berbeda dari PSSI.
Media Vietnam tersebut bahkan menggambarkan Herdman sebagai pelatih yang mendapatkan “kesabaran yang mengejutkan” dari federasi Indonesia.
Shin Tae-yong Ikut Dibandingkan
Nama Shin Tae-yong tentu menjadi salah satu yang paling banyak dibahas.
STY juga pernah mengalami kegagalan di fase grup Piala AFF 2024.
Saat itu Indonesia tampil dengan skuad yang mayoritas dihuni pemain muda.
Namun sekitar sebulan setelah turnamen berakhir, PSSI memutuskan berpisah dengan Shin pada Januari 2025. Dân Trí menggunakan contoh tersebut untuk mempertanyakan mengapa John Herdman tidak mengalami nasib serupa setelah kegagalan edisi 2026.
Meski demikian, keputusan melepas Shin ketika itu tentunya juga berkaitan dengan evaluasi program yang lebih luas dan bukan hanya Piala AFF.
Karena itu, perbandingan langsung antara kedua pelatih perlu tetap diberi konteks.
Netizen Indonesia Juga Sudah Menuntut Herdman Mundur
Menariknya, Dân Trí sebelumnya juga memberitakan reaksi keras pendukung Indonesia.
Sehari setelah laga melawan Singapura, media tersebut memuat berbagai komentar suporter yang kecewa terhadap permainan Garuda dan meminta Herdman mundur.
Beberapa pendukung bahkan membandingkan kualitas Timnas saat ini dengan periode Shin Tae-yong.
Kekecewaan itu muncul bukan hanya karena Indonesia gagal lolos.
Cara Indonesia tersingkir juga menjadi persoalan.
Garuda sempat membuka keunggulan melawan Singapura melalui Ragnar Oratmangoen, tetapi kemudian kebobolan gol penyeimbang dan tidak mampu mendapatkan gol kemenangan.
Sebelumnya, Indonesia juga baru saja dihajar Vietnam tiga gol tanpa balas.
Dua hasil tersebut membuat tekanan terhadap Herdman meningkat secara drastis.
Herdman Disebut Memiliki “Kartu Kebal Pemecatan”
Ada hal lain yang membuat media Vietnam semakin tertarik membahas posisi Herdman.
Pada Januari 2026, media Vietnam Báo Lâm Đồng menulis bahwa John Herdman memperoleh sesuatu yang mereka sebut sebagai “kim bài miễn tử” atau secara bebas dapat diterjemahkan sebagai “kartu kebal pemecatan”.
Media tersebut melaporkan PSSI berkomitmen memberikan Herdman waktu setidaknya dua tahun pertama untuk membangun proyeknya, terlepas dari hasil-hasil jangka pendek.
Narasi tersebut kini kembali muncul setelah kegagalan Piala AFF.
Jika laporan itu benar-benar mencerminkan kebijakan PSSI, maka alasan Herdman tetap bertahan menjadi lebih mudah dipahami.
Federasi tampaknya ingin memberikan stabilitas dan menghindari kebiasaan mengganti pelatih setiap kali sebuah turnamen berakhir buruk.
Namun, konsep memberikan waktu panjang kepada pelatih juga mengandung risiko.
Jika performa Timnas tidak berkembang, publik tentu akan mempertanyakan berapa lama PSSI harus tetap bersabar.
PSSI Memang Memilih Evaluasi, Bukan Pemecatan Langsung
Sampai perkembangan terbaru, PSSI belum memecat John Herdman.
Federasi justru memilih melakukan evaluasi terhadap perjalanan Timnas di Piala AFF 2026.
IDN Times melaporkan PSSI berencana memanggil Herdman untuk mengevaluasi kegagalan Garuda di turnamen tersebut.
Jadi, posisi PSSI sejauh ini cukup jelas.
Kegagalan tetap dibahas.
Namun pemecatan bukan keputusan otomatis.
Itulah perbedaan paling mencolok dibanding sejumlah periode sebelumnya.
Herdman Diproyeksikan Tetap Memimpin Agenda Berikutnya
Dân Trí juga melaporkan Herdman masih diproyeksikan memimpin Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 dan Piala Asia 2027.
Ini memperlihatkan bahwa PSSI tampaknya melihat pekerjaannya sebagai proyek jangka menengah.
Piala AFF 2026 bukan satu-satunya tolok ukur.
Apalagi Indonesia juga tidak tampil dengan seluruh pemain terbaiknya karena sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri tidak tersedia.
Dengan agenda yang berada di kalender FIFA, Herdman berpeluang mendapatkan komposisi yang berbeda dan jauh lebih kuat.
Karena itu, PSSI mungkin ingin menilai dirinya ketika memiliki skuad yang lebih mendekati kekuatan terbaik sebelum mengambil keputusan besar.
Tetapi Tekanan Tetap Sangat Besar
Meskipun posisinya belum berubah, Herdman jelas berada di bawah tekanan.
Kegagalan fase grup tidak sesuai dengan ekspektasi publik.
Indonesia mempunyai materi pemain yang cukup kuat untuk bersaing di level Asia Tenggara, sehingga tersingkir sebelum semifinal dianggap sebagai pencapaian yang mengecewakan.
Terlebih lagi, Garuda mampu mencetak delapan gol dalam dua pertandingan pertama.
Masalah baru terlihat jelas ketika menghadapi Vietnam dan Singapura.
Herdman sendiri mengakui setelah kekalahan dari Vietnam bahwa Timnas memiliki masalah pada manajemen pertandingan dan transisi pertahanan. Ia bahkan menyebut pengelolaan pertandingan sebagai tanggung jawab pelatih terlebih dahulu sebelum pemain.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih memahami adanya aspek taktik yang harus diperbaiki.
Mengapa PSSI Tidak Langsung Memecat Herdman?
Ada beberapa kemungkinan alasan.
Pertama, PSSI sejak awal tampaknya memberikan proyek jangka panjang kepada Herdman.
Kedua, Piala AFF tidak dimainkan dengan kekuatan penuh Indonesia.
Ketiga, mengganti pelatih terlalu sering juga dapat mengganggu kontinuitas taktik dan perkembangan pemain.
Keempat, PSSI masih mempunyai kesempatan mengevaluasi Herdman dalam turnamen berikutnya sebelum mengambil keputusan ekstrem.
Namun semua alasan tersebut juga harus dibuktikan melalui hasil.
Jika Indonesia kembali gagal pada agenda berikutnya dengan materi pemain yang lebih lengkap, tekanan terhadap PSSI akan semakin sulit dibendung.
Media Vietnam Melihat Ini sebagai Situasi Tidak Biasa
Dari perspektif Vietnam, keputusan PSSI terlihat menarik karena Indonesia dikenal cukup cepat mengambil keputusan terhadap pelatih.
Dân Trí bahkan secara khusus mengingatkan bahwa ketika Indonesia gagal melewati fase grup pada edisi-edisi sebelumnya, pergantian pelatih sering mengikuti.
Sekarang pola itu berubah.
Herdman gagal membawa Indonesia mencapai semifinal tetapi tetap mendapatkan kepercayaan.
Maka tidak mengherankan jika media Vietnam mempertanyakan apa yang berbeda kali ini.
Jawabannya kemungkinan ada pada pendekatan jangka panjang PSSI.
Federasi tampaknya ingin menghindari keputusan berdasarkan satu turnamen saja.
Youtube : https://youtube.com/shorts/n-0jVucHPME?si=KFA8xhSj5ShK4Tij
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSVehwq1C/
Sumber
Dân Trí — “Gây thất vọng ở ASEAN Cup, HLV tuyển Indonesia không bị sa thải”
https://dantri.com.vn/the-thao/gay-that-vong-o-asean-cup-hlv-tuyen-indonesia-khong-bi-sa-thai-20260811141507096.htm
Dân Trí — Suporter Indonesia menuntut Herdman mundur:
https://dantri.com.vn/the-thao/co-dong-vien-indonesia-chi-trich-doi-nha-doi-sa-thai-hlv-john-herdman-20260808004403453.htm
Báo Lâm Đồng — Herdman disebut mendapat “kim bài miễn tử”:
https://baolamdong.vn/pssi-gay-soc-khi-trao-kim-bai-mien-tu-cho-tan-hlv-john-herdman-415542.html
