Persija Jakarta belum mampu menunjukkan performa terbaik pada awal Piala Presiden 2026. Macan Kemayoran mengawali turnamen dengan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu, 26 Juli 2026.
Meski hasil tersebut mengecewakan, pelatih Persija, Shin Tae-yong, menilai penampilan timnya masih bisa dimaklumi. Persija memasuki turnamen dengan persiapan yang sangat singkat, komposisi pemain yang belum lengkap, serta sejumlah wajah baru yang masih menjalani proses adaptasi.
Shin tidak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab. Namun, ia menegaskan bahwa membangun tim dengan sistem baru membutuhkan waktu. Para pemain harus meningkatkan kondisi fisik, memahami pola permainan, serta membentuk hubungan yang lebih kuat di dalam maupun di luar lapangan.
Waktu Persiapan Persija Sangat Terbatas
Salah satu masalah terbesar Persija adalah pendeknya waktu persiapan sebelum mengikuti Piala Presiden 2026.
Shin Tae-yong baru memimpin latihan perdana Persija pada 14 Juli 2026 di Persija Training Ground, Sawangan. Artinya, Macan Kemayoran hanya mempunyai waktu kurang dari dua pekan sebelum menghadapi Persebaya.
Dalam periode tersebut, tim pelatih harus mengevaluasi kondisi fisik pemain, memperkenalkan filosofi baru, menentukan susunan utama, dan mencoba membangun pola permainan.
Persiapan juga tidak berjalan sesuai rencana karena agenda pramusim Persija mengalami perubahan. Klub awalnya telah merancang pemusatan latihan di Thailand, tetapi jadwal tersebut kemudian harus disesuaikan karena Persija mengikuti Piala Presiden.
Sebelum pertandingan menghadapi Persebaya, Shin bahkan mengakui bahwa timnya tidak berada dalam kondisi sempurna.
Namun, ia tetap meminta para pemain memberikan kemampuan terbaik. Bagi Shin, pertandingan Piala Presiden dapat digunakan untuk melihat kondisi nyata tim sebelum memasuki kompetisi utama musim 2026–2027.
Komposisi Skuad Belum Sepenuhnya Lengkap
Persiapan Persija juga terganggu karena beberapa pemain belum bergabung sejak awal latihan.
Sejumlah pemain Macan Kemayoran masih menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026. Kondisi itu membuat Shin belum dapat bekerja dengan seluruh anggota skuad yang kemungkinan menjadi bagian penting dari rencananya.
Pada latihan perdana, Shin menjelaskan bahwa Persija masih berada dalam tahap adaptasi. Ia memilih memaksimalkan pemain yang sudah tersedia sambil menunggu pemain lain kembali dari tim nasional.
Absennya beberapa pemain berpengalaman memengaruhi proses pembangunan tim.
Pelatih biasanya membutuhkan sesi latihan lengkap untuk membentuk koordinasi antarlini. Pemain belakang perlu memahami pergerakan gelandang, sedangkan pemain depan harus mengetahui pola umpan dan kebiasaan rekan setimnya.
Ketika komposisi tim terus berubah, proses tersebut menjadi lebih sulit.
Shin harus menyiapkan tim untuk pertandingan sekaligus mencoba mengintegrasikan pemain yang datang dalam waktu berbeda.
Banyak Pemain Baru Masih Beradaptasi
Persija melakukan perubahan cukup besar dalam komposisi skuad menjelang musim baru.
Sejumlah pemain baru didatangkan untuk meningkatkan kualitas di berbagai lini. Namun, kedatangan banyak wajah baru juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Setiap pemain datang dengan latar belakang, karakter, dan kebiasaan bermain yang berbeda. Ada yang terbiasa bermain dengan penguasaan bola, ada yang lebih nyaman melakukan serangan langsung, dan ada pula yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tempo sepak bola Indonesia.
Mereka juga harus memahami tuntutan Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut dikenal menuntut kondisi fisik tinggi, pergerakan tanpa bola, pressing, disiplin posisi, dan kerja sama dalam setiap fase permainan.
Proses itu tidak bisa selesai hanya melalui beberapa sesi latihan.
Pemain harus mendapatkan menit bermain agar dapat memahami kapan harus melakukan tekanan, kapan menjaga posisi, serta bagaimana bereaksi setelah kehilangan bola.
Karena itu, penampilan Persija yang belum stabil pada Piala Presiden tidak bisa langsung dianggap sebagai gambaran akhir kekuatan tim.
Kekalahan dari Persebaya Ditentukan Kesalahan Komunikasi
Pada pertandingan pertama, Persija sebenarnya mampu memberikan perlawanan kepada Persebaya.
Macan Kemayoran berani menguasai bola, membangun serangan dari belakang, dan berusaha memberikan tekanan kepada tuan rumah. Namun, pertandingan akhirnya ditentukan oleh satu kesalahan komunikasi pada babak kedua.
Radovan Pankov bermaksud memberikan umpan balik kepada kiper Aqil Savik. Sayangnya, Aqil sudah bergerak keluar dari posisinya sehingga bola meluncur ke gawang Persija.
Gol bunuh diri tersebut membuat Persebaya unggul 1-0.
Setelah pertandingan, Shin menjelaskan bahwa gol itu terjadi karena miskomunikasi. Ia meminta pemainnya belajar dari kesalahan tersebut, tetapi tetap memberikan dukungan agar kepercayaan diri mereka tidak jatuh.
Kesalahan semacam itu juga memperlihatkan bahwa koordinasi tim belum sepenuhnya terbentuk.
Ketika pemain sudah lama bermain bersama, mereka biasanya lebih mudah membaca keputusan rekannya. Namun, dalam tim yang masih menjalani proses adaptasi, kesalahpahaman bisa terjadi karena komunikasi dan kebiasaan belum benar-benar menyatu.
Persija Tetap Memperlihatkan Tanda Positif
Walaupun kalah, Persija tidak sepenuhnya tampil buruk.
Macan Kemayoran mencoba memainkan sepak bola yang lebih agresif. Mereka berani membangun serangan, meningkatkan tekanan setelah tertinggal, dan terus mencari gol hingga masa tambahan waktu.
Persija bahkan sempat mencetak gol melalui Denis Kolinger pada menit 90+6. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Keputusan itu memicu protes keras dari Shin Tae-yong hingga sang pelatih mendapat kartu kuning.
Di balik drama tersebut, kegigihan Persija sampai menit terakhir menjadi salah satu hal positif. Para pemain tidak langsung kehilangan semangat setelah kebobolan dan terus berusaha menyamakan skor.
Namun, Shin tetap harus memperbaiki efektivitas serangan. Persija mampu membawa bola ke area lawan, tetapi belum cukup konsisten menghasilkan peluang bersih.
Filosofi Menyerang Masih dalam Proses
Sejak diperkenalkan sebagai pelatih Persija, Shin Tae-yong telah menjelaskan bahwa ia ingin membangun tim dengan identitas menyerang.
Ia menginginkan pemain yang mempunyai mobilitas tinggi, mampu bertukar posisi, serta bergerak sebagai satu kesatuan.
Dalam konsep Shin, pemain tidak boleh terpaku pada satu area. Bek dapat membantu serangan, gelandang harus aktif menutup ruang, sedangkan pemain depan ikut melakukan tekanan ketika tim kehilangan bola.
Shin menggambarkan sistem tersebut sebagai permainan yang mendekati konsep total football.
Namun, sistem dengan mobilitas tinggi membutuhkan pemahaman yang kuat.
Apabila satu pemain meninggalkan posisinya, rekan lain harus segera mengisi ruang tersebut. Jika tidak, Persija dapat meninggalkan celah yang mudah dimanfaatkan lawan.
Karena itu, filosofi tersebut tidak mungkin langsung berjalan sempurna setelah latihan selama beberapa hari.
Piala Presiden menjadi tempat bagi Shin untuk menguji sejauh mana pemain memahami instruksinya.
Kondisi Fisik Menjadi Fondasi Utama
Sebelum membahas strategi yang lebih rumit, Shin terlebih dahulu ingin memperkuat kondisi fisik pemain.
Pada latihan perdana, fokus Persija adalah adaptasi dan pembangunan fondasi kebugaran. Hal ini penting karena sistem Shin membutuhkan pemain yang mampu bergerak dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Pressing tidak akan berjalan apabila pemain cepat kelelahan.
Transisi juga akan terlambat jika pemain tidak mempunyai daya tahan cukup untuk berlari kembali setelah kehilangan bola.
Karena itu, Persija masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Piala Presiden berlangsung ketika persiapan fisik tim belum selesai, sehingga performa pemain bisa naik dan turun.
Shin dan stafnya juga harus berhati-hati dalam mengatur beban latihan. Memaksakan intensitas terlalu tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko cedera.
Piala Presiden Menjadi Bagian dari Persiapan Musim
Walaupun Persija tetap ingin mendapatkan hasil terbaik, Piala Presiden pada dasarnya merupakan turnamen pramusim.
Bagi Shin, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji pemain, mencoba formasi, serta melihat kemampuan mereka menghadapi tekanan pertandingan sebenarnya.
Latihan tidak selalu bisa menggambarkan kondisi yang akan muncul dalam laga resmi.
Saat pertandingan, pemain harus menghadapi tekanan suporter, keputusan wasit, kesalahan individu, perubahan strategi lawan, dan tuntutan mendapatkan hasil.
Semua informasi tersebut dapat digunakan Shin untuk menentukan pemain yang paling sesuai dengan sistemnya.
Ia juga bisa melihat posisi mana yang masih perlu diperbaiki sebelum kompetisi utama dimulai.
Karena itu, kekalahan pada pramusim memang tidak menyenangkan, tetapi bisa memberikan pelajaran yang lebih berharga daripada kemenangan yang menutupi kelemahan tim.
Dukungan Jakmania Tetap Dibutuhkan
Shin Tae-yong menyadari bahwa ekspektasi terhadap Persija sangat tinggi.
Macan Kemayoran merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia dan selalu dituntut bersaing memperebutkan gelar. Kehadiran Shin, yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia, membuat perhatian publik semakin besar.
Namun, Shin tidak ingin hanya meminta dukungan tanpa terlebih dahulu membuktikan kualitas timnya.
Ia pernah mengatakan bahwa pemain, klub, dan staf kepelatihan harus bekerja dengan baik terlebih dahulu. Setelah itu, dukungan suporter akan tumbuh dengan sendirinya karena melihat perjuangan tim di lapangan.
Jakmania tentu ingin Persija segera meraih kemenangan. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa tim sedang memasuki era baru.
Perubahan pelatih, pemain, dan filosofi membutuhkan proses.
Dukungan suporter dapat membantu pemain melewati masa adaptasi, tetapi tim tetap harus membalasnya dengan kerja keras dan perkembangan nyata.
Shin Tae-yong Tetap Optimistis
Meski Persija belum optimal, Shin Tae-yong tetap percaya timnya akan berkembang.
Ia mempunyai pengalaman membangun tim nasional dan klub dalam berbagai kondisi. Bersama Persija, tantangannya adalah menyatukan pemain senior, pemain muda, pemain asing, dan rekrutan baru dalam satu identitas permainan.
Shin juga mempunyai hubungan visi yang sama dengan manajemen terkait pengembangan pemain muda. Persija ingin tetap bersaing meraih prestasi tanpa meninggalkan pembinaan talenta dari akademi.
Pemain muda kemungkinan mendapatkan kesempatan selama proses tersebut.
Namun, Shin harus menjaga keseimbangan. Persija tidak bisa hanya menjadi tempat pengembangan pemain karena klub tetap dituntut meraih hasil.
Proses harus berjalan bersama prestasi.
Perkembangan Persija Tidak Bisa Dinilai dari Satu Pertandingan
Kekalahan 0-1 dari Persebaya tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan Shin Tae-yong.
Persija baru menjalani persiapan singkat. Skuad belum lengkap, beberapa pemain baru masih beradaptasi, dan kondisi fisik belum mencapai level terbaik.
Namun, situasi tersebut juga tidak boleh terus-menerus dijadikan alasan.
Seiring berjalannya waktu, Persija harus memperlihatkan perkembangan yang jelas. Koordinasi pertahanan harus membaik, serangan menjadi lebih tajam, dan kesalahan komunikasi perlu dikurangi.
Para pemain juga harus semakin memahami filosofi mobilitas tinggi yang diinginkan Shin.
Turnamen pramusim menjadi kesempatan untuk melakukan kesalahan dan memperbaikinya sebelum kompetisi utama dimulai.
Tantangan Sebenarnya Menunggu di Kompetisi Resmi
Piala Presiden hanyalah bagian awal dari perjalanan panjang Persija pada musim 2026–2027.
Target utama Macan Kemayoran adalah tampil kompetitif dalam Super League dan kembali bersaing memperebutkan gelar.
Untuk mencapai target tersebut, Shin memerlukan skuad yang bugar, kompak, dan memahami sistemnya.
Persiapan singkat memang membuat Persija belum optimal. Namun, setelah seluruh pemain bergabung dan waktu latihan bertambah, tuntutan terhadap Shin akan semakin besar.
Jakmania tentu tidak hanya ingin melihat perubahan gaya permainan. Mereka juga menginginkan kemenangan dan trofi.
Karena itu, beberapa pertandingan awal ini menjadi periode penting untuk membangun fondasi.
Persija belum berada pada bentuk terbaiknya. Namun, keberanian bermain menyerang, kesempatan kepada pemain muda, serta usaha membangun sistem baru memberikan alasan untuk tetap optimistis.
Youtube : https://youtube.com/shorts/TZgVP4MTuKQ?si=EJpNm-vLVPwXmm1-
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS48yAbVY/
Sumber
- Bola.com – Shin Tae-yong menjelaskan Persija belum optimal karena persiapan singkat dan adaptasi skuad
https://www.bola.com/indonesia/read/8256573/shin-tae-yong-jelaskan-persija-belum-optimal-di-piala-presiden-2026-persiapan-singkat-dan-adaptasi-skuad - Detik – Shin menyoroti persiapan singkat setelah Persija kalah dari Persebaya
https://www.detik.com/jatim/sepakbola/d-8591404/sty-soroti-persiapan-singkat-usai-persija-tumbang-0-1-dari-persebaya - Detik – Kondisi Persija belum sempurna menjelang menghadapi Persebaya
https://www.detik.com/jatim/sepakbola/d-8589938/persebaya-vs-persija-sty-kami-tidak-berada-dalam-kondisi-sempurna
