Musim baru Liga Indonesia atau BRI Super League 2026/2027 segera dimulai. Persaingan diperkirakan berjalan semakin ketat karena beberapa klub besar melakukan perubahan pelatih, memperkuat skuad, dan mulai mematangkan tim melalui turnamen pramusim.
Berdasarkan kalender kompetisi, Super League 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada 4 September 2026 dan berlangsung hingga Mei 2027. Jadwal musim ini juga berpotensi padat karena harus menyesuaikan agenda Timnas Indonesia dan kompetisi antarklub Asia.
Persib Bandung kembali masuk sebagai favorit utama setelah menjuarai musim 2025/2026. Namun, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya memiliki modal yang cukup kuat untuk mengganggu dominasi Maung Bandung.
Menariknya, empat klub tersebut juga menempati empat posisi teratas musim lalu. Persib menjadi juara dengan 79 poin, disusul Borneo FC yang juga mengumpulkan 79 poin. Persija berada di posisi ketiga dengan 71 poin, sedangkan Persebaya menutup empat besar dengan 58 poin.
Berikut prediksi empat besar Liga Indonesia musim 2026/2027.
Nomor 4: Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya diprediksi kembali bersaing di papan atas dan mengakhiri musim di posisi keempat.
Musim lalu, Bajul Ijo menempati peringkat keempat dengan 58 poin. Mereka memang tertinggal cukup jauh dari Persija, Borneo FC, dan Persib, tetapi tetap menunjukkan bahwa Persebaya mampu menjaga posisi di kelompok teratas sepanjang musim.
Menjelang musim 2026/2027, Persebaya melakukan persiapan di bawah pelatih Bernardo Tavares. Latihan perdana digelar pada 11 Juli 2026, sementara Piala Presiden digunakan sebagai kesempatan untuk mengukur perkembangan tim dan mematangkan pola permainan sebelum kompetisi dimulai.
Persebaya juga telah memperkenalkan skuad sementara yang terdiri atas delapan pemain asing dan 24 pemain lokal. Komposisi tersebut memberikan Tavares cukup banyak pilihan untuk membangun tim yang agresif dan kompetitif.
Salah satu kekuatan terbesar Persebaya adalah keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda. Klub ini dikenal mempunyai jalur pembinaan yang kuat dan tidak takut memainkan talenta lokal dalam pertandingan penting.
Energi pemain muda dapat membuat permainan Persebaya lebih cepat dan agresif. Dukungan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo juga menjadikan laga kandang sebagai modal besar.
Namun, Persebaya masih harus memperbaiki konsistensi.
Skuad muda sering mampu tampil luar biasa dalam satu pertandingan, tetapi kesulitan menjaga kualitas pada laga berikutnya. Kedalaman tim juga akan diuji ketika terjadi cedera, akumulasi kartu, atau kelelahan akibat jadwal padat.
Jika Bernardo Tavares mampu menggabungkan energi pemain muda dengan pengalaman pemain senior dan asing, Persebaya sangat layak kembali finis di empat besar.
Nomor 3: Persija Jakarta
Persija Jakarta diprediksi menempati posisi ketiga, tetapi mempunyai peluang besar untuk naik lebih tinggi dan ikut bersaing memperebutkan gelar.
Macan Kemayoran mengakhiri musim 2025/2026 di posisi ketiga dengan 71 poin. Catatan tersebut menunjukkan Persija sebenarnya tidak terlalu jauh dari Persib dan Borneo FC yang sama-sama mengumpulkan 79 poin.
Perubahan terbesar Persija musim ini adalah kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Persija resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut untuk memimpin proyek baru pada musim 2026/2027.
Shin ingin membangun Persija dengan identitas sepak bola menyerang, pressing, mobilitas tinggi, dan pergerakan pemain yang lebih cair. Ia menginginkan seluruh pemain bergerak sebagai satu kesatuan, bukan hanya terpaku pada posisi masing-masing.
Kehadiran Shin memberi Persija beberapa keuntungan.
Ia sudah mengenal karakter banyak pemain Indonesia, memahami tekanan sepak bola nasional, dan memiliki reputasi sebagai pelatih yang tegas dalam urusan fisik serta disiplin.
Persija juga mempunyai pemain berpengalaman seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Gustavo Almeida, serta sejumlah pemain asing dan lokal berkualitas lainnya. Situs resmi klub menegaskan bahwa manajemen memberikan dukungan penuh kepada Shin untuk mempersiapkan tim menghadapi Super League 2026/2027.
Namun, Persija masih berada dalam proses adaptasi.
Shin baru memimpin latihan pada pertengahan Juli. Beberapa pemain juga belum bergabung sejak awal karena menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia. Artinya, waktu untuk menyatukan seluruh skuad masih terbatas.
Kekalahan dari Persebaya pada laga awal Piala Presiden memperlihatkan bahwa komunikasi dan penyelesaian akhir masih perlu diperbaiki. Di sisi lain, hasil imbang 2-2 melawan Port FC menunjukkan Persija mampu bangkit ketika berada dalam tekanan.
Jika proses adaptasi berjalan cepat, Persija bahkan bisa naik ke dua besar. Namun, untuk sementara, posisi ketiga menjadi prediksi yang lebih aman karena sistem baru Shin masih membutuhkan waktu.
Nomor 2: Borneo FC Samarinda
Borneo FC diprediksi kembali menjadi penantang terdekat Persib dan mengakhiri musim di posisi kedua.
Pesut Etam tampil sangat konsisten pada musim 2025/2026. Mereka mengumpulkan 79 poin, jumlah yang sama dengan Persib, tetapi harus puas berada di posisi kedua.
Borneo bahkan sempat mencatatkan sepuluh kemenangan beruntun dan memimpin klasemen dengan nyaman pada awal musim. Catatan tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim kejutan, melainkan salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Kekuatan Borneo terletak pada struktur klub yang relatif stabil dan kemampuan membangun tim kompetitif tanpa terlalu bergantung pada satu pemain.
Menjelang musim baru, Borneo menjalani proses pembangunan chemistry di bawah pelatih kepala baru, Mauro Jeronimo. Klub juga memperkuat beberapa posisi dan menekankan persiapan secara bertahap menuju kompetisi.
Skuad Borneo memiliki kombinasi pemain lokal dan asing yang cukup seimbang. Nama-nama seperti Komang Teguh, Kei Hirose, Mariano Peralta, Kaio Nunes, serta sejumlah pemain muda memberikan pilihan di berbagai posisi.
Keunggulan lain Borneo adalah kekuatan ketika bermain di Stadion Segiri.
Perjalanan jauh ke Samarinda, kondisi lapangan, dan dukungan suporter sering membuat lawan kesulitan. Borneo juga terbukti mampu mencetak banyak gol di kandang, termasuk kemenangan besar 7-1 pada laga terakhir musim lalu.
Namun, mereka kembali menghadapi tantangan besar: menjaga konsistensi sampai akhir musim.
Borneo beberapa kali mampu memimpin klasemen dalam waktu lama, tetapi kehilangan momentum pada fase penting. Pergantian pelatih dan pemain juga membutuhkan proses adaptasi.
Jika Pesut Etam dapat mempertahankan stabilitas dan belajar dari kegagalan musim lalu, mereka berpeluang kembali menempel Persib hingga pekan terakhir.
Nomor 1: Persib Bandung
Persib Bandung tetap menjadi pilihan utama untuk menjuarai Liga Indonesia musim 2026/2027.
Maung Bandung datang sebagai juara bertahan setelah mengumpulkan 79 poin dari 34 pertandingan. Mereka mencatat 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Persib juga mencetak 59 gol serta hanya kebobolan 22 kali.
Gelar tersebut menjadi pencapaian ketiga secara beruntun bagi Persib setelah sebelumnya menjuarai musim 2023/2024 dan 2024/2025. Mental juara dan pengalaman menghadapi tekanan menjadi keunggulan besar yang tidak selalu dimiliki klub lain.
Persib mempunyai skuad yang cukup dalam dengan kombinasi pemain lokal, pemain Timnas Indonesia, dan pemain asing. Daftar pemain klub saat ini mencakup nama seperti Eliano Reijnders, Luka Menalo, Balsa Sekulić, Ramon Tanque, dan Uilliam Barros.
Kekuatan Persib bukan hanya terdapat pada kualitas individu.
Mereka sudah terbiasa menghadapi pertandingan penting, menjaga keunggulan, dan mendapatkan hasil meskipun tidak selalu bermain sempurna. Kemampuan seperti itu sangat penting dalam kompetisi panjang.
Persib juga memiliki dukungan besar dari Bobotoh dan keuntungan bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Tekanan di kandang sering membuat tim lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Namun, mempertahankan gelar untuk keempat kalinya secara beruntun bukan tugas mudah.
Persib akan menghadapi jadwal padat karena berkompetisi di level domestik dan Asia. Rotasi, kebugaran, serta kemampuan menjaga fokus menjadi tantangan utama.
Selain itu, pergantian pemain dan penyesuaian staf pelatih dapat memengaruhi kestabilan. Persib harus memastikan pemain baru cepat memahami standar dan tuntutan klub.
Meski demikian, pengalaman sebagai juara bertahan membuat Maung Bandung masih menjadi kandidat terkuat.
Apakah Empat Besar Musim Lalu Akan Terulang?
Prediksi ini menempatkan empat klub yang sama seperti musim 2025/2026, tetapi dengan urutan yang sedikit berbeda:
- Persib Bandung
- Borneo FC Samarinda
- Persija Jakarta
- Persebaya Surabaya
Urutan tersebut bukan berarti klub lain tidak mempunyai peluang.
Dewa United, Malut United, Bali United, Arema FC, dan Bhayangkara Presisi juga dapat mengganggu persaingan. Dewa United, Malut United, dan Bhayangkara bahkan sama-sama mengumpulkan 53 poin musim lalu. Bali United menyusul dengan 51 poin, sedangkan Arema memiliki 48 poin.
Tim promosi juga berpotensi membuat kejutan. Garudayaksa, PSS Sleman, dan Adhyaksa Banten akan membawa semangat baru, meskipun tantangan mereka adalah beradaptasi dengan kualitas serta tekanan kasta tertinggi.
Persaingan musim ini kemungkinan ditentukan oleh beberapa faktor utama: kedalaman skuad, kondisi fisik, performa pemain asing, perubahan pelatih, serta kemampuan klub menjaga konsistensi selama lebih dari 30 pertandingan.
Persib Favorit, tetapi Persaingan Tetap Terbuka
Persib mempunyai mental juara dan skuad berpengalaman. Borneo FC membawa konsistensi serta struktur yang kuat. Persija hadir dengan ambisi baru bersama Shin Tae-yong, sedangkan Persebaya menawarkan energi pemain muda dan permainan agresif.
Di atas kertas, Persib masih menjadi tim yang harus dikalahkan.
Namun, jarak musim lalu sangat tipis. Persib dan Borneo sama-sama mengumpulkan 79 poin, sedangkan Persija hanya tertinggal delapan angka. Satu periode buruk, cedera pemain penting, atau jadwal padat dapat mengubah persaingan secara cepat.
Karena itu, prediksi juara tidak bisa hanya ditentukan berdasarkan nama besar.
Klub yang paling konsisten, mempunyai bangku cadangan kuat, dan mampu mengelola tekanan kemungkinan akan menjadi pemenang.
Untuk sementara, Persib layak berada di posisi pertama. Namun, Borneo dan Persija mempunyai kualitas yang cukup untuk menggagalkan usaha Maung Bandung mempertahankan gelar.
Youtube : https://youtube.com/shorts/QNv1nqd7yDk?si=6hjtm280IpseYuUZ
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS429a3fJ/
Sumber
- I.League — Klasemen akhir BRI Super League 2025/2026
https://ileague.id/ - I.League — Persib juara Super League 2025/2026 dengan 79 poin
https://ileague.id/news/detail/juara-bri-super-league-2025-26–persib-cetak-hattrick - I.League — Kalender kompetisi Liga Indonesia 2026/2027
https://assets.ileague.id/uploads/files/kalender-musim-kompetisi-202627.pdf - Persija — Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Persija
https://persija.id/media/news/the-new-chapter-shin-tae-yong-resmi-memimpin-perjuangan-persija
