Marcus Rashford pernah berada di jalur yang membuat banyak orang percaya dirinya bisa menjadi salah satu pemain terbaik Inggris. Lulusan akademi Manchester United itu memiliki kecepatan, kemampuan menyerang ruang, kualitas penyelesaian akhir, dan pengalaman tampil di level tertinggi sejak usia muda.
Namun, perjalanan karier Rashford tidak pernah benar-benar berjalan mulus.
Cedera, inkonsistensi, pergantian pelatih, perubahan sistem, hingga situasi sulit di Manchester United membuat performanya beberapa kali naik turun. Setelah menjalani masa pinjaman di Aston Villa dan kemudian Barcelona, Rashford kini kembali tercatat sebagai pemain Manchester United menjelang musim 2026/2027, walaupun masa depannya masih belum sepenuhnya jelas.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan menarik: masih mungkinkah Marcus Rashford memenangkan Ballon d’Or?
Secara teori, jawabannya masih mungkin. Namun, jalannya sangat panjang.
Rashford Pernah Dianggap Calon Bintang Besar
Rashford menembus tim utama Manchester United pada 2016 dan langsung memberikan dampak besar.
Kecepatan serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan membuat dirinya dengan cepat menjadi salah satu pemain favorit publik Old Trafford.
Ia kemudian berkembang menjadi penyerang yang mampu bermain sebagai winger kiri maupun penyerang tengah.
Pada periode terbaiknya, Rashford mampu mencetak banyak gol dalam satu musim dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Premier League.
Namun, masalah utama sepanjang kariernya adalah konsistensi.
Ada musim ketika Rashford terlihat hampir tidak terbendung. Namun, pada musim berikutnya, performanya bisa turun secara drastis.
Untuk memenangkan Ballon d’Or, pola seperti itu tidak boleh terjadi.
Masa Pinjaman ke Barcelona Sempat Menghidupkan Harapan
Musim 2025/2026 memberikan kesempatan baru bagi Rashford.
Ia dipinjamkan Manchester United ke Barcelona dan sempat menunjukkan performa yang menjanjikan. Pada awal masa peminjamannya, Rashford bahkan masuk dalam pembicaraan kandidat kejutan Ballon d’Or setelah tampil produktif bersama klub Catalan.
Rashford juga mencetak gol penting dari tendangan bebas dalam kemenangan 2-0 atas Real Madrid yang membantu Barcelona memastikan gelar La Liga.
Momen seperti itu menunjukkan satu hal penting.
Rashford belum kehilangan kualitasnya.
Ketika berada dalam lingkungan yang cocok dan mendapatkan kepercayaan, ia masih bisa memberikan kontribusi besar.
Namun, Barcelona pada akhirnya tidak mempermanenkan transfernya. Rashford pun kembali ke Manchester United setelah masa pinjaman berakhir.
Kini Kembali ke Manchester United
Per Agustus 2026, Rashford kembali terdaftar sebagai pemain Manchester United. Profil resmi klub masih mencantumkannya sebagai bagian dari tim utama.
Namun, masa depannya belum benar-benar pasti.
Manchester United disebut terbuka untuk mengintegrasikannya kembali, tetapi pada saat yang sama kemungkinan transfer tetap ada. Sejumlah klub masih dikaitkan dengannya, sementara persoalan gaji dan keinginan bermain di level Liga Champions dapat memengaruhi keputusan akhir.
Situasi ini sangat penting apabila Rashford benar-benar ingin mengejar penghargaan individu sebesar Ballon d’Or.
Ia membutuhkan klub yang memberikan tiga hal: menit bermain reguler, sistem yang sesuai, dan kesempatan bersaing memperebutkan trofi besar.
Tanpa itu, peluang masuk persaingan Ballon d’Or akan sangat kecil.
Apa yang Harus Dilakukan Rashford?
Untuk kembali masuk pembicaraan pemain terbaik dunia, Rashford harus terlebih dahulu kembali ke level terbaiknya.
Ia tidak cukup hanya mencetak beberapa gol penting.
Rashford harus mampu menghasilkan performa konsisten sepanjang musim, terutama di Premier League atau kompetisi elite Eropa.
Untuk seorang pemain depan, angka juga akan sangat berpengaruh.
Ia kemungkinan membutuhkan musim dengan kontribusi gol yang sangat tinggi, misalnya berada di kisaran 30 sampai 40 kontribusi gol di seluruh kompetisi.
Namun, statistik saja belum cukup.
Ballon d’Or biasanya sangat dipengaruhi oleh performa dalam pertandingan besar dan keberhasilan memenangkan trofi.
Rashford harus menjadi pemain utama ketika timnya menghadapi rival besar, pertandingan Liga Champions, semifinal, final, atau laga yang menentukan gelar.
Trofi Klub Akan Sangat Menentukan
Salah satu tantangan terbesar Rashford adalah kondisi klub yang ia bela.
Apabila ia tetap bersama Manchester United, ia harus membantu klub kembali bersaing untuk Premier League dan Liga Champions.
United tidak cukup hanya finis di empat besar.
Untuk mendorong pemain menuju Ballon d’Or, klub biasanya harus melangkah jauh dalam kompetisi terbesar.
Jika Rashford mencetak banyak gol tetapi Manchester United hanya finis di tengah papan atas tanpa trofi besar, peluangnya tetap kecil.
Sebaliknya, jika ia mampu menjadi pemain utama dalam keberhasilan United memenangkan Premier League atau Liga Champions, narasinya berubah secara drastis.
Ballon d’Or bukan hanya soal siapa pemain paling berbakat.
Penghargaan tersebut juga sangat dipengaruhi oleh siapa yang menghasilkan momen terbesar pada musim terbesar.
Pesaingnya Sangat Berat
Masalah lain adalah kualitas pesaing.
Persaingan Ballon d’Or 2026 saja sudah dipenuhi nama seperti Harry Kane, Lamine Yamal, Kylian Mbappé, Rodri, dan Lionel Messi. Rashford tidak berada di barisan terdepan kandidat saat ini.
Di masa mendatang, persaingan juga tidak akan menjadi lebih mudah.
Lamine Yamal masih sangat muda. Mbappé berada di usia emas. Erling Haaland terus mencetak gol dalam jumlah besar.
Selain itu, selalu muncul pemain baru yang bisa menjadi kandidat.
Artinya, Rashford tidak cukup hanya kembali menjadi pemain bagus.
Ia harus menjadi salah satu dari dua atau tiga pemain terbaik dunia dalam satu musim penuh.
Itu merupakan standar yang sangat tinggi.
Usia Masih Memberikan Kesempatan
Rashford lahir pada 31 Oktober 1997 dan kini berusia 28 tahun.
Usia tersebut sebenarnya masih masuk periode puncak bagi seorang penyerang.
Banyak pemain memenangkan Ballon d’Or setelah usia 28 tahun.
Jadi, masalah Rashford bukan soal waktu yang sudah habis.
Ia masih memiliki beberapa musim untuk mencoba membangun kembali kariernya.
Namun, periode berikutnya sangat krusial.
Jika ia kembali kehilangan satu atau dua musim karena masalah performa atau ketidakpastian klub, peluang tersebut akan semakin kecil.
Harus Menjadi Pemain Kunci Inggris
Selain klub, Timnas Inggris juga dapat membantu peluang Rashford.
Ia harus kembali menjadi pemain penting dalam skuad nasional dan memberikan performa besar di turnamen seperti Euro 2028 atau kompetisi internasional lainnya.
Pemain yang tampil luar biasa bersama klub tetapi juga menjadi bintang bagi negaranya memiliki keuntungan besar dalam voting Ballon d’Or.
Rashford sebelumnya pernah menjadi bagian penting Timnas Inggris.
Namun, ia membutuhkan konsistensi dan menit bermain reguler untuk kembali memastikan tempatnya.
Jika suatu hari Inggris memenangkan turnamen besar dan Rashford menjadi salah satu pemain utama, peluang penghargaan individu akan meningkat secara signifikan.
Masalah Terbesarnya Adalah Konsistensi
Dalam kasus Rashford, tantangan terbesar bukan bakat.
Ia sudah menunjukkan kualitas teknis dan atletik sejak lama.
Masalah utamanya adalah mempertahankan level tersebut selama satu musim penuh.
Ballon d’Or tidak diberikan berdasarkan sepuluh pertandingan hebat.
Seorang kandidat harus mampu mempertahankan performa hampir sepanjang musim dan tetap muncul pada pertandingan terbesar.
Rashford sudah beberapa kali memperlihatkan periode luar biasa, tetapi belum mempertahankannya cukup lama untuk masuk kategori pemain terbaik dunia.
Jika hal itu tidak berubah, Ballon d’Or akan tetap menjadi mimpi yang sangat jauh.
Pilihan Klub Berikutnya Sangat Penting
Keputusan Rashford mengenai masa depannya bisa menjadi titik balik.
Tetap di Manchester United mungkin memberikan kesempatan membuktikan dirinya di klub yang membesarkannya.
Namun, jika ia tidak mendapatkan peran utama, pindah bisa menjadi keputusan lebih baik.
Yang penting bukan sekadar bergabung dengan klub besar.
Rashford membutuhkan tempat yang benar-benar sesuai dengan karakter permainannya.
Ia paling berbahaya ketika mempunyai ruang untuk berlari dari sisi kiri menuju kotak penalti.
Tim yang mengandalkan transisi cepat, pergerakan agresif, serta memberi kebebasan kepada winger bisa membantu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Jika ia kembali menjadi pemain yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi, peluang untuk membangun kembali reputasinya masih terbuka.
Ballon d’Or Masih Mungkin, tetapi Sangat Sulit
Secara matematis dan usia, mimpi Rashford belum mati.
Namun, secara realistis, ia saat ini masih sangat jauh dari Ballon d’Or.
Tahap pertama bukan memenangkan penghargaan tersebut.
Tahap pertama adalah kembali menjadi starter reguler dan salah satu penyerang terbaik di klubnya.
Setelah itu, ia harus kembali menjadi pemain kunci Timnas Inggris.
Kemudian ia harus mencetak banyak gol, membantu memenangkan trofi besar, dan memberikan performa menentukan di Liga Champions atau turnamen internasional.
Barulah pembicaraan Ballon d’Or menjadi realistis.
Youtube : https://youtube.com/shorts/g7J5WwQyPKU?si=mOdNL5SnG2R2y2qF
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS4bcR4FK/
Sumber
Manchester United — Profil resmi Marcus Rashford:
https://www.manutd.com/en/teams/mens-team/marcus-rashford
Update masa depan Rashford di Manchester United:
https://ca.sports.yahoo.com/news/marcus-rashford-united-exit-fabrizio-150500615.html
Rashford kembali ke Manchester United setelah masa pinjaman Barcelona:
https://sports.yahoo.com/articles/sell-2027-earn-contract-why-100330024.html
Perkembangan Rashford dan kemungkinan transfer:
https://talksport.com/football/4489849/marcus-rashford-fenerbahce-transfer-rumour-manchester-united/
