Manchester United membuka perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan cara yang sangat meyakinkan.
Bermain di Old Trafford pada Kamis, 10 September 2026 waktu Inggris, Setan Merah menghajar wakil Azerbaijan, Sabah FK, dengan skor 4-0. Empat gol United dicetak oleh empat pemain berbeda: Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martinez.
Kemenangan ini juga menjadi momen spesial karena United kembali tampil di Liga Champions setelah absen selama dua musim. Michael Carrick sebelumnya menyebut kompetisi ini sebagai sesuatu yang “magical” dan menegaskan United datang bukan sekadar untuk menikmati pengalaman.
Sabah Sempat Berani di Awal
Sabah tidak langsung bermain bertahan total.
Tim asuhan Valdas Dambrauskas mencoba melakukan pressing dan beberapa kali berani membawa bola ke area pertahanan United.
Salah satu peluang penting datang melalui Joy-Lance Mickels. Ia mendapatkan kesempatan yang cukup bagus pada babak pertama, tetapi gagal memanfaatkannya. The Guardian menilai momen tersebut bisa menjadi titik balik apabila Sabah mampu mencetak gol.
Namun setelah itu, kualitas Manchester United mulai berbicara.
Matheus Cunha Buka Pesta Gol
United akhirnya membuka keunggulan melalui Matheus Cunha pada menit ke-27.
Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus membuat permainan United semakin lepas.
Setelah unggul 1-0, tekanan Setan Merah meningkat dan Sabah mulai semakin kesulitan keluar dari tekanan.
Bruno Fernandes Gandakan Keunggulan
Menjelang turun minum, United kembali mencetak gol.
Kali ini giliran sang kapten, Bruno Fernandes, yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42.
Skor berubah menjadi 2-0.
Gol Bruno menjadi pukulan besar bagi Sabah karena tercipta pada periode akhir babak pertama.
Sesko Cetak Gol Ketiga
Sabah bahkan belum sempat benar-benar memulihkan situasi ketika United kembali mencetak gol.
Benjamin Sesko mencetak gol ketiga tepat menjelang turun minum, pada menit ke-45.
Manchester United pun masuk ke ruang ganti dengan keunggulan nyaman 3-0.
The Guardian menilai United memang memulai laga dengan tempo yang tidak langsung meledak, tetapi kemudian “catch fire” menjelang akhir babak pertama.
Lisandro Martinez Lengkapi Kemenangan
Pada babak kedua, United bermain lebih terkendali.
Mereka tidak lagi membutuhkan permainan terlalu agresif karena sudah memimpin tiga gol.
Namun ancaman tetap datang.
Pada menit ke-68, Lisandro Martinez mencetak gol keempat dan membuat skor menjadi 4-0.
Gol tersebut sekaligus menutup pesta United malam itu.
Sabah tidak mampu mencetak gol balasan hingga pertandingan berakhir.
Statistik Menunjukkan Dominasi United
Manchester United memang tampil lebih efektif dan lebih berbahaya.
The Guardian mencatat United memiliki 59 persen penguasaan bola, membuat 21 percobaan tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Sabah memiliki 11 percobaan, tetapi tidak satu pun mengarah tepat ke gawang.
Ini menunjukkan perbedaan utama dalam pertandingan.
Sabah cukup berani bermain, tetapi United jauh lebih klinis ketika mendapatkan peluang.
Empat Gol, Empat Pencetak Berbeda
Salah satu hal paling positif bagi Michael Carrick adalah penyebaran gol.
United tidak bergantung pada satu pemain saja.
Gol datang dari:
Matheus Cunha
Bruno Fernandes
Benjamin Sesko
Lisandro Martinez
Ini menunjukkan ancaman United bisa datang dari berbagai posisi.
Kobbie Mainoo Kembali Disorot
Kobbie Mainoo juga menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian setelah laga ini.
The Guardian mencatat Mainoo menunjukkan performa positif lewat ketenangan, akurasi umpan, dan kontribusi defensifnya. Ia disebut mulai kembali menjadi sosok penting di lini tengah United setelah melewati periode yang tidak mudah pada musim panas.
Di bawah Carrick, struktur lini tengah United terlihat mulai dibangun agar Mainoo bisa lebih banyak terlibat dalam mengatur tempo permainan.
Sabah Tetap Punya Cerita Besar
Meski kalah 0-4, perjalanan Sabah tetap menjadi salah satu cerita menarik Liga Champions musim ini.
Klub asal Azerbaijan tersebut baru berdiri pada 2017 dan berhasil menembus Liga Champions hanya dalam waktu kurang dari satu dekade.
Musim sebelumnya, Sabah secara mengejutkan menjadi juara Azerbaijan setelah pada musim 2024/25 bahkan tertinggal 41 poin dari posisi teratas.
Manajer mereka, Valdas Dambrauskas, juga punya perjalanan yang tidak biasa.
Ia pernah menggunakan hadiah dari acara kuis televisi untuk pindah ke London dan mengejar karier kepelatihan.
Jadi meskipun kalah telak, tampil di Old Trafford sendiri sudah menjadi tonggak sejarah besar bagi Sabah.
Comeback Manis Manchester United ke Liga Champions
Bagi United, kemenangan ini menjadi cara sempurna untuk kembali ke kompetisi elite Eropa.
Setelah dua musim tidak bermain di Liga Champions, mereka langsung mencatat kemenangan empat gol tanpa balas di laga pertama.
Carrick tentu akan senang bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena United bisa menyelesaikan pertandingan tanpa banyak drama.
Apalagi mereka harus segera mempersiapkan diri menghadapi laga berat berikutnya: derby Manchester melawan Manchester City.
Youtube : https://youtube.com/shorts/iL6S7ap0r8U?si=AIcnJgtpZhOcM7tb
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSqfHjMks/
Facebook : https://www.facebook.com/share/r/19SRybx8ru/
Sumber
The Guardian — Manchester United 4-0 Sabah:
https://www.theguardian.com/football/2026/sep/10/manchester-united-sabah-champions-league-match-report
The Guardian — Match Centre dan statistik:
https://www.theguardian.com/football/match/2026/sep/10/manchester-united-v-sabah
The Guardian — kisah Sabah dan peluang Mickels:
https://www.theguardian.com/football/2026/sep/10/manchester-united-sabah-european-odyssey-champions-league-analysis
The Guardian — Michael Carrick jelang kembalinya United ke Liga Champions:
https://www.theguardian.com/football/2026/sep/09/michael-carrick-manchester-united-sabah-champions-league-old-trafford
