Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino ketika pemimpin badan sepak bola dunia tersebut sedang menghadapi salah satu krisis politik terbesar selama masa jabatannya.
Melalui Truth Social, Trump memperingatkan bahwa FIFA akan melakukan “terrible mistake” atau kesalahan besar jika mempertimbangkan mengganti Infantino. Pernyataan tersebut muncul setelah tekanan terhadap Presiden FIFA meningkat akibat kontroversi FIFA Forward Enterprise dan memburuknya hubungan dengan sejumlah konfederasi serta federasi nasional.
Dukungan dari Trump tentu tidak mempunyai kekuatan formal dalam pemilihan Presiden FIFA. Amerika Serikat, seperti asosiasi anggota FIFA lainnya, tetap hanya mempunyai satu suara melalui federasi sepak bolanya.
Namun secara politik dan simbolis, dukungan dari Presiden Amerika Serikat tetap menjadi perkembangan penting.
Terlebih hubungan Trump dan Infantino sudah sangat dekat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Trump Pasang Badan untuk Infantino
Trump menyampaikan dukungannya pada 10 Agustus waktu Amerika Serikat melalui akun Truth Social.
Ia memuji Infantino dan memperingatkan dunia sepak bola agar tidak mengganti Presiden FIFA tersebut.
Menurut Trump, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko merupakan bukti keberhasilan kepemimpinan Infantino.
Trump sebelumnya juga menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu ajang olahraga paling sukses dalam sejarah ketika menghadiri resepsi FIFA di Trump Tower pada Juli.
FIFA mencatat lebih dari 6,6 juta penonton sudah menghadiri pertandingan bahkan sebelum laga final dimainkan, memecahkan rekor jumlah penonton Piala Dunia sebelumnya.
Bagi Trump, pencapaian tersebut menjadi alasan mengapa Infantino masih pantas memimpin FIFA.
Namun bagi kelompok oposisi Infantino, keberhasilan komersial Piala Dunia tidak menghapus persoalan tata kelola yang muncul setelah turnamen.
Infantino Sedang Menghadapi Perlawanan Besar
Dukungan Trump datang pada momen yang sangat sensitif.
Infantino sedang menghadapi tekanan setelah rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise atau FFE memicu perlawanan luas.
Proposal tersebut membayangkan sebuah entitas komersial bernilai sekitar US$20 miliar, yang akan mengelola berbagai aset komersial kompetisi FIFA.
FIFA berencana membuka sekitar 20 persen kepemilikan kepada investor eksternal dengan target menghimpun kurang lebih US$4,2 miliar.
FIFA berargumen dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan investasi pengembangan sepak bola kepada 211 asosiasi anggotanya.
Tetapi para pengkritik melihat persoalan yang lebih mendasar.
Mereka mempertanyakan mengapa kepentingan ekonomi yang berkaitan dengan kompetisi seperti Piala Dunia hendak dibuka kepada investor swasta dan, yang terpenting, mengapa rencana sebesar itu bergerak maju tanpa konsultasi yang dianggap memadai.
UEFA, AFC, dan Concacaf Melawan
Pada 10 Agustus, UEFA, AFC, dan Concacaf mengeluarkan surat terbuka bersama yang sangat keras.
Ketiga konfederasi menyatakan persoalan FIFA bukan sekadar uang.
Menurut mereka, kontroversi tersebut menyangkut integritas, kepercayaan dan bagaimana organisasi sepak bola dunia seharusnya dipimpin.
Mereka menilai proposal FFE didorong dalam waktu sangat singkat tanpa konsultasi berarti dengan asosiasi anggota.
Surat tersebut bahkan menyebut upaya menjual kepentingan dalam Piala Dunia sebagai kegagalan penilaian yang sangat serius dan pelanggaran fundamental terhadap kepercayaan.
Ketiga konfederasi juga tidak puas dengan rencana FIFA melakukan evaluasi internal.
Mereka meminta proses peninjauan dilakukan pihak independen.
Ini bukan lagi perselisihan kecil.
UEFA mewakili Eropa.
AFC mewakili Asia.
Concacaf mencakup Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.
Ketika tiga konfederasi besar secara bersamaan mempertanyakan tata kelola FIFA, posisi politik Infantino otomatis menjadi jauh lebih rumit.
FIFA Akhirnya Menarik Proposal
Tekanan tersebut membuat rencana FFE akhirnya dibatalkan.
FIFA mengadakan pertemuan pimpinan di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026 bersama Infantino, Sekretaris Jenderal Mattias Grafström, dan anggota FIFA Management Board.
Dalam pernyataan resmi setelah pertemuan, FIFA mengakui terjadi kesalahan dalam proses dan komunikasi proposal FFE.
Organisasi juga mengakui FIFA Council dan asosiasi anggota seharusnya tidak dibuat merasa dikesampingkan.
FIFA menyampaikan permintaan maaf dan memastikan proposal FFE sudah “off the table” atau tidak lagi dilanjutkan.
Namun manajemen FIFA pada pertemuan yang sama tetap menyatakan dukungan penuh kepada Infantino.
Jadi secara internal, Infantino masih mempunyai dukungan dari jajaran manajemen FIFA.
Masalahnya adalah tekanan dari luar terus berkembang.
Pemilihan Presiden FIFA 2027 Semakin Penting
Krisis ini semakin signifikan karena FIFA akan mengadakan pemilihan presiden berikutnya pada Maret 2027 di Rabat, Maroko.
Menurut Associated Press, kandidat mempunyai batas waktu hingga 18 November 2026 untuk masuk dalam pemilihan.
Infantino masih diperkirakan ingin mempertahankan posisinya.
Namun beberapa federasi yang sebelumnya mendukungnya mulai menarik dukungan.
Federasi Inggris termasuk salah satu yang mengambil jarak, sementara Federasi Sepak Bola Norwegia bahkan secara terbuka meminta Infantino mengundurkan diri.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan Federasi Sepak Bola Skotlandia resmi menarik dukungan terhadap pencalonan Infantino pada 2027 karena kekhawatiran mengenai tata kelola FIFA.
Itulah mengapa komentar Trump datang pada waktu yang sangat strategis.
Hubungan Trump dan Infantino Sudah Lama Dekat
Hubungan Donald Trump dan Gianni Infantino bukan sesuatu yang baru.
Keduanya sering terlihat bersama sepanjang persiapan serta penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Pada 17 Juli, Trump bahkan menjadi tuan rumah sebuah resepsi FIFA di Trump Tower, New York, menjelang final Piala Dunia.
Dalam acara tersebut, Infantino memuji turnamen sebagai Piala Dunia terbesar dalam sejarah dan memberikan penghargaan besar terhadap dukungan pemerintahan Trump.
Trump juga membalas dengan memuji penyelenggaraan turnamen.
Ia mengatakan Piala Dunia tersebut mungkin merupakan salah satu ajang olahraga paling sukses yang pernah digelar.
Hubungan pribadi dan institusional ini membuat dukungan terbaru Trump kepada Infantino tidak terlalu mengejutkan.
Namun kedekatan tersebut juga sudah beberapa kali memicu kontroversi.
Kasus Folarin Balogun Kembali Disorot
Salah satu contoh paling kontroversial terjadi selama Piala Dunia 2026.
Penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun mendapatkan kartu merah ketika menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.
Secara normal, kartu merah tersebut membuat Balogun terkena larangan otomatis satu pertandingan.
Tetapi FIFA kemudian menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut sehingga Balogun bisa tampil pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.
Yang membuat keputusan tersebut sangat kontroversial adalah Trump sebelumnya menelepon Infantino mengenai kasus Balogun.
Associated Press melaporkan Trump turun tangan meminta persoalan kartu merah tersebut ditinjau.
Trump kemudian mengonfirmasi bahwa ia memang meminta Infantino melihat kembali keputusan tersebut, meski ia membantah menekan FIFA untuk mencabut hukuman.
FIFA menyatakan keputusan akhir dibuat melalui proses disipliner berdasarkan Pasal 27 FIFA Disciplinary Code.
Namun urutan peristiwa tersebut tetap memunculkan perdebatan mengenai independensi FIFA dari intervensi politik.
Masalahnya Bukan Apakah Trump Punya Hak Suara
Dukungan Trump terhadap Infantino perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat.
Trump tidak bisa menentukan siapa Presiden FIFA berikutnya.
Ia bukan pemilih dalam Kongres FIFA.
Hak suara berada pada asosiasi sepak bola anggota FIFA.
Terdapat 211 asosiasi anggota, dan prinsip umumnya adalah satu asosiasi memiliki satu suara.
Artinya, federasi sepak bola negara kecil mempunyai bobot formal yang sama dalam pemilihan dengan federasi negara-negara besar.
Inilah yang membuat politik FIFA sangat kompleks.
Seorang kandidat tidak cukup hanya mendapat dukungan Eropa atau negara-negara besar.
Ia membutuhkan jaringan suara global.
Infantino selama bertahun-tahun telah membangun hubungan erat dengan federasi di Afrika, Asia, Amerika Selatan, Oceania dan kawasan lainnya.
Dukungan Trump Tetap Bernilai Politik
Walaupun tidak memiliki suara langsung, Trump mempunyai pengaruh politik global.
Amerika Serikat juga baru saja menjadi negara tuan rumah utama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.
Selain itu, FIFA memiliki kepentingan komersial, diplomatik, dan operasional besar di Amerika Serikat setelah turnamen.
Karena itu, ketika Presiden AS secara terbuka mengatakan mengganti Infantino merupakan kesalahan besar, pesan tersebut tentu mendapatkan perhatian luas.
Bagi Infantino, dukungan tersebut dapat digunakan untuk memperlihatkan bahwa dirinya masih mempunyai sekutu kuat.
Bagi para pengkritik, sebaliknya, hal itu justru dapat memperbesar kekhawatiran mengenai hubungan FIFA dengan kekuatan politik.
Kanada Malah Mengambil Posisi Berlawanan
Yang menarik, salah satu pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia 2026 mengambil posisi sangat berbeda.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada 5 Agustus bahwa dirinya tidak lagi mempunyai kepercayaan kepada Infantino.
Carney menyebut kegagalan tata kelola seputar proposal FFE sebagai persoalan yang sangat serius.
Jadi bahkan di antara tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, sikap politik terhadap Presiden FIFA tidak seragam.
Trump membela Infantino.
Carney justru secara terbuka mengatakan tidak lagi percaya kepadanya.
Ini memperlihatkan seberapa terbelahnya reaksi terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.
Joshua Kushner Membuat Kontroversi Semakin Sensitif
Ada satu detail lain yang membuat dukungan Trump semakin mendapat sorotan.
Dalam proposal FIFA Forward Enterprise, perusahaan investasi yang dikaitkan sebagai salah satu calon investor utama adalah Thrive Eternal, yang dipimpin oleh Joshua Kushner.
Joshua adalah saudara Jared Kushner, suami Ivanka Trump dan menantu Donald Trump.
Financial Times dan Associated Press melaporkan kelompok investasi Joshua Kushner termasuk pihak yang dibicarakan sebagai calon investor untuk FFE.
Hubungan keluarga tersebut langsung memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan.
Namun ada batas penting yang tidak boleh dilewati.
Belum ada bukti bahwa Trump membela Infantino karena kepentingan investasi Joshua Kushner.
Fakta bahwa terdapat hubungan keluarga tidak otomatis membuktikan adanya kesepakatan politik atau bisnis.
Karena itu, hubungan tersebut layak disebut sebagai konteks yang menyebabkan sorotan semakin besar, tetapi bukan bukti motif di balik dukungan Trump.
Joshua Kushner Juga Bukan Jared Kushner
Hal lain yang sering tercampur di media sosial adalah identitas keduanya.
Joshua Kushner adalah saudara Jared Kushner.
Jared merupakan suami Ivanka Trump dan menantu Donald Trump.
Karena itu, Joshua memang mempunyai hubungan keluarga tidak langsung dengan Trump.
Tetapi ia tetap merupakan individu dan pebisnis terpisah.
Laporan mengenai FIFA menyebut perusahaan investasi Joshua sebagai calon investor, bukan bahwa Donald Trump sendiri mempunyai kepentingan finansial dalam proposal tersebut.
Perbedaan ini penting agar berita tidak berubah menjadi tuduhan yang tidak didukung bukti.
Apakah Trump Sedang Menyelamatkan Infantino?
Secara politik, dukungan Trump jelas membantu.
Tetapi mengatakan Trump “menyelamatkan” Infantino mungkin terlalu jauh.
Nasib Presiden FIFA pada akhirnya ditentukan oleh ekosistem sepak bola internasional dan 211 asosiasi anggota FIFA.
Jika mayoritas federasi ingin perubahan, dukungan seorang kepala negara tidak otomatis mampu mempertahankan Infantino.
Sebaliknya, jika Infantino masih memiliki dukungan besar dari Afrika, Amerika Selatan, Oceania, sebagian Asia dan berbagai federasi lainnya, tekanan Eropa juga belum otomatis menjatuhkannya.
Itulah sebabnya beberapa bulan menuju pemilihan 2027 akan sangat penting.
Oposisi Mulai Membahas Masa Depan FIFA
Menurut laporan terbaru, kelompok yang menentang Infantino bahkan sudah mulai membicarakan struktur kepemimpinan alternatif.
Le Monde melaporkan oposisi mempertimbangkan reformasi yang dapat mengurangi kekuasaan Presiden FIFA dan menciptakan sistem kepemimpinan yang lebih kolektif.
The Guardian juga melaporkan para penentang Infantino sedang mengembangkan kerangka baru mengenai bagaimana sepak bola dunia seharusnya dikelola.
Belum ada model final.
Namun perkembangan tersebut menunjukkan konflik sudah berkembang jauh melampaui satu proposal investasi.
Sekarang yang diperdebatkan adalah struktur kekuasaan FIFA itu sendiri.
Trump Memberikan Infantino Narasi Pembelaan
Dalam situasi seperti ini, dukungan Trump memberikan Infantino satu argumen penting.
Piala Dunia 2026 secara komersial dan jumlah penonton memang sangat sukses.
FIFA mencatat turnamen memecahkan berbagai rekor kehadiran penonton.
Infantino dan pendukungnya bisa berargumen bahwa FIFA di bawah kepemimpinannya telah memperluas turnamen, meningkatkan pendapatan, dan menghasilkan lebih banyak uang untuk pengembangan sepak bola.
Para pengkritik membalas bahwa keberhasilan bisnis tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan prinsip transparansi dan tata kelola.
Jadi perdebatan akhirnya menjadi:
apakah kesuksesan finansial dan olahraga cukup untuk mempertahankan seorang pemimpin ketika kepercayaan institusional mulai dipertanyakan?
Infantino Belum Jatuh
Penting juga untuk tidak menggambarkan Infantino seolah-olah sudah berada di ambang pemecatan otomatis.
Ia masih menjabat Presiden FIFA.
Manajemen FIFA secara terbuka memberikan dukungan kepadanya setelah pertemuan di Rabat.
Ia juga masih mempunyai dukungan dari sejumlah federasi dan kawasan dunia.
Bahkan kelompok oposisi yang semakin kuat pun belum mempunyai kendali otomatis terhadap seluruh 211 suara.
Karena itu, pertarungan politik FIFA masih sangat terbuka.
Pemilu 2027 Bisa Menjadi Referendum atas Infantino
Jika Infantino tetap maju pada Maret 2027, pemilihan tersebut dapat berubah menjadi referendum terhadap hampir seluruh masa kepemimpinannya.
Di satu sisi:
rekor pendapatan FIFA, ekspansi Piala Dunia, program pembangunan, dan sukses komersial 2026.
Di sisi lain:
kontroversi FIFA Forward Enterprise, hubungan politik, persoalan tata kelola, dan hilangnya kepercayaan dari sejumlah konfederasi serta federasi.
Sekarang Donald Trump sudah menentukan posisinya.
Ia berada di pihak Infantino.
Tetapi pertanyaan terbesar adalah apakah cukup banyak federasi sepak bola dunia yang juga masih berada di sisi yang sama.
Youtube : https://youtube.com/shorts/vveTgBRQOSU?si=xefONdp43X-rKmvo
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSVFJoaf4/
Associated Press — Trump membela Infantino dan menyebut menggantinya sebagai “terrible mistake”
https://apnews.com/article/b51ac48f03623851e07c8199342913bb
Al Jazeera — Trump says replacing Gianni Infantino would be a “terrible mistake”
https://www.aljazeera.com/sports/2026/8/11/donald-trump-says-replacing-gianni-infantino-would-be-a-terrible-mistake
FIFA — Pernyataan resmi hasil pertemuan pimpinan FIFA di Rabat, Maroko
https://inside.fifa.com/organisation/media-releases/leadership-constructive-positive-talks-rabat-morocco
UEFA — Surat terbuka resmi bersama UEFA, AFC, dan Concacaf soal krisis kepercayaan FIFA
https://www.uefa.com/news-media/news/02a8-21501c254976-ca8bc2039a0f-1000–open-letter-to-the-football-family/
