Debut Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta langsung menghadirkan pertandingan penuh drama. Macan Kemayoran harus mengakui kemenangan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1 pada laga pertama Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam, 26 Juli 2026.

Meski berstatus turnamen pramusim, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Persija tampil berani, memainkan sepak bola menyerang, dan beberapa kali memberikan ancaman serius kepada pertahanan Persebaya.

Namun, debut Shin Tae-yong akhirnya ditentukan oleh kesalahan komunikasi di lini belakang, gol Persija yang dianulir pada masa tambahan waktu, serta protes keras yang membuat pelatih asal Korea Selatan itu menerima kartu kuning.

Kekalahan tersebut memang menjadi awal yang kurang menyenangkan. Namun, penampilan Persija juga meninggalkan sejumlah tanda positif mengenai permainan yang ingin dibangun Shin Tae-yong.

Persija Tampil Berani di Markas Persebaya

Persija tidak datang ke Surabaya hanya untuk bertahan. Sejak pertandingan dimulai, para pemain Macan Kemayoran berusaha memainkan bola dengan cepat dan berani keluar dari tekanan.

Persebaya tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya pada babak pertama. Miguel Pereira dua kali mengancam gawang Persija, tetapi kiper Aqil Savik berhasil melakukan penyelamatan.

Persija juga beberapa kali membalas melalui serangan balik. Meski belum menghasilkan gol, permainan mereka terlihat lebih agresif dan terstruktur dibandingkan sekadar mengandalkan bola panjang.

Salah satu hal yang menarik adalah keberanian Shin Tae-yong menurunkan pemain muda. Figo Dennis dan Agi Firmansyah mendapat kesempatan bermain sejak menit awal di tengah laga yang berjalan dengan tensi tinggi.

Keputusan tersebut sejalan dengan rekam jejak Shin yang dikenal tidak takut memberikan kesempatan kepada pemain muda.

Secara keseluruhan, Persija mampu menjaga skor tetap 0-0 sampai turun minum. Struktur pertahanan mereka juga terlihat cukup rapi meskipun belum diperkuat seluruh pemain terbaik.

Gol Bunuh Diri Jadi Pembeda

Petaka bagi Persija datang pada menit ke-64.

Radovan Pankov bermaksud memberikan umpan balik kepada Aqil Savik. Namun, sang kiper sudah bergerak meninggalkan posisinya. Bola kemudian meluncur langsung ke dalam gawang tanpa mampu dihentikan.

Gol bunuh diri tersebut membuat Persebaya unggul 1-0.

Setelah pertandingan, Shin Tae-yong menyebut insiden itu terjadi akibat kesalahan komunikasi antara Pankov dan Aqil. Ia menjadikannya sebagai bahan evaluasi, tetapi juga meminta Pankov tidak kehilangan kepercayaan diri.

Shin menegaskan kesalahan seperti itu tidak boleh kembali terjadi. Namun, ia tetap memberikan dukungan kepada pemainnya agar segera bangkit dan tidak terus memikirkan insiden tersebut.

Kejadian itu terasa menyakitkan karena Persija sebenarnya tidak bermain jauh lebih buruk daripada Persebaya. Gol yang menentukan pertandingan justru lahir dari kesalahan pemain mereka sendiri, bukan melalui serangan yang dibangun lawan.

Persija Mencoba Bangkit

Setelah tertinggal, Persija meningkatkan intensitas serangan.

Kwong Chang-hoon mendapatkan peluang pada menit ke-79, tetapi penyelesaiannya masih melebar. Denis Kolinger kemudian melepaskan tembakan pada menit ke-86 yang masih bisa diamankan Ernando Ari.

Persija terus menekan hingga masa tambahan waktu. Para pemain terlihat tidak ingin menyerah dan tetap berusaha mendapatkan gol penyeimbang.

Tekanan tersebut akhirnya sempat membuahkan hasil.

Pada menit 90+6, Denis Kolinger berhasil mengirimkan bola ke gawang Persebaya. Para pemain Persija dan sebagian pendukung mereka langsung merayakan gol tersebut karena mengira skor telah berubah menjadi 1-1.

Namun, euforia itu hanya berlangsung sesaat.

Wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut karena posisi offside. Keputusan itu langsung membuat suasana di pinggir lapangan memanas.

Shin Tae-yong Melakukan Protes Keras

Shin Tae-yong terlihat sangat tidak puas dengan keputusan wasit.

Ia melayangkan protes keras dan terus menyampaikan keberatannya kepada perangkat pertandingan. Akibat tindakannya, Shin mendapatkan kartu kuning pada menit 90+6.

Setelah menerima kartu, emosinya belum sepenuhnya mereda. Ia masih terlihat memberikan protes kepada asisten wasit sebelum pertandingan akhirnya diselesaikan.

Momen tersebut langsung menjadi sorotan karena menunjukkan karakter Shin yang sangat emosional dan penuh semangat ketika membela timnya.

Namun, sikap itu juga menjadi catatan penting. Sebagai pelatih, ia perlu menjaga emosinya agar tidak berakhir dengan kartu tambahan, larangan mendampingi tim, atau hukuman lain yang justru dapat merugikan Persija pada pertandingan resmi.

Shin sendiri mempertanyakan proses pembatalan gol tersebut karena keputusan dibuat tanpa pemeriksaan VAR. Namun, laporan pertandingan tetap mencatat gol Kolinger dianulir karena offside.

Karena itu, menyebut keputusan tersebut pasti salah juga terlalu jauh. Tanpa rekaman dan sudut kamera yang lengkap, tidak mudah memastikan apakah pemain Persija benar-benar berada dalam posisi sah.

Suporter Heboh di Media Sosial

Gol yang dianulir dan kartu kuning Shin Tae-yong langsung memicu perdebatan di media sosial.

Sebagian suporter Persija mempertanyakan keputusan wasit dan merasa Macan Kemayoran seharusnya mendapatkan gol penyeimbang.

Ada pula yang menganggap tidak adanya pemeriksaan VAR membuat keputusan tersebut semakin kontroversial.

Di sisi lain, beberapa pendukung justru menyoroti reaksi emosional Shin Tae-yong. Mereka senang melihat pelatih baru Persija menunjukkan kepedulian besar terhadap hasil pertandingan, tetapi tetap berharap Shin mampu mengendalikan diri.

Momen itu mengingatkan publik pada karakter Shin ketika masih menangani Timnas Indonesia. Ia dikenal aktif memberikan instruksi, berani melakukan protes, dan tidak jarang menunjukkan emosi ketika merasa keputusan wasit merugikan timnya.

Bagi sebagian Jakmania, karakter tersebut menunjukkan bahwa Shin benar-benar menjalani pertandingan dengan serius, meskipun Piala Presiden merupakan turnamen persiapan.

Permainan Persija Mulai Menunjukkan Perubahan

Walaupun kalah, permainan Persija tidak sepenuhnya mengecewakan.

Macan Kemayoran terlihat lebih berani menguasai bola dan membangun serangan. Sirkulasi permainan berjalan cukup baik, sedangkan struktur pertahanan juga mulai terlihat.

Persija bahkan dinilai mampu tampil dominan dalam penguasaan bola pada beberapa bagian pertandingan. Masalah utama mereka adalah belum menemukan pola yang benar-benar efektif untuk menciptakan peluang bersih dan mencetak gol.

Hal tersebut sebenarnya dapat dimaklumi karena Shin Tae-yong baru memiliki waktu persiapan yang sangat singkat.

Persija memulai latihan perdana pada 14 Juli 2026. Shin saat itu mengatakan tim masih berada dalam proses adaptasi, sedangkan sejumlah pemain belum bergabung karena menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia.

Artinya, Shin hanya mempunyai waktu sekitar dua pekan sejak latihan perdana dan sekitar satu minggu untuk mempersiapkan susunan tim menjelang pertandingan melawan Persebaya.

Dalam waktu sesingkat itu, tidak mudah membangun sistem permainan yang benar-benar matang.

Filosofi Shin Mulai Terlihat

Sebelum musim dimulai, Shin Tae-yong sudah menjelaskan gambaran Persija yang ingin dibangunnya.

Ia menginginkan tim dengan mobilitas tinggi. Selain kiper, sepuluh pemain lain diharapkan mampu bergerak ke berbagai area, saling mengisi, dan bermain sebagai satu kesatuan.

Shin menyebut konsep tersebut menyerupai total football. Untuk mewujudkannya, Persija membutuhkan pemain dengan kondisi fisik kuat, disiplin, dan kemampuan beradaptasi dengan beberapa peran.

Beberapa bagian dari filosofi itu mulai terlihat dalam pertandingan melawan Persebaya.

Persija tidak pasif. Para pemain bergerak aktif ketika menguasai bola, melakukan tekanan, dan berusaha membangun serangan dari bawah.

Namun, pelaksanaannya masih belum sempurna. Koordinasi antarpemain belum selalu berjalan baik, sebagaimana terlihat dari gol bunuh diri Pankov.

Kualitas penyelesaian akhir juga masih menjadi pekerjaan rumah. Persija mampu membawa bola mendekati kotak penalti, tetapi kesulitan menghasilkan peluang yang benar-benar berbahaya.

Belum Turun dengan Kekuatan Penuh

Persija juga belum memainkan seluruh kekuatan terbaiknya.

Beberapa pemain penting sedang memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026. Mereka antara lain Rizky Ridho, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Rayhan Hannan.

Kehadiran pemain-pemain tersebut nantinya dapat meningkatkan kualitas Persija, terutama dari segi kepemimpinan, pertahanan, dan pengalaman pertandingan.

Shin juga masih membutuhkan waktu untuk menggabungkan pemain lama, rekrutan baru, pemain asing, serta talenta muda ke dalam satu sistem.

Oleh karena itu, pertandingan melawan Persebaya belum bisa dianggap sebagai gambaran akhir kekuatan Persija pada musim 2026–2027.

Kekalahan yang Tetap Memberikan Harapan

Secara hasil, debut Shin Tae-yong jelas tidak ideal.

Persija kalah, gagal mencetak gol, melakukan kesalahan fatal di belakang, dan kehilangan peluang menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu.

Namun, dari sisi permainan, ada sejumlah hal yang bisa menjadi modal.

Persija menunjukkan keberanian menyerang. Pemain muda mendapatkan kesempatan. Struktur permainan mulai terlihat, dan para pemain terus berjuang sampai menit terakhir.

Kekalahan ini dapat menjadi pelajaran awal mengenai pentingnya komunikasi, efektivitas serangan, dan pengendalian emosi.

Shin juga perlu menyadari bahwa tekanan melatih Persija tidak akan ringan. Setiap hasil akan mendapat perhatian besar dari Jakmania, terlebih reputasinya sebagai mantan pelatih Timnas Indonesia membuat ekspektasi publik semakin tinggi.

Era Shin Tae-yong Baru Dimulai

Shin Tae-yong resmi ditunjuk Persija pada Juni 2026. Manajemen memilihnya karena pengalaman internasional, kedisiplinan, kemampuan taktik, dan rekam jejaknya dalam mengembangkan pemain muda.

Presiden Persija Mohamad Prapanca menyebut Shin sebagai pelatih yang memiliki visi sesuai dengan arah klub dan dinilai mampu membangun mentalitas pemenang.

Debut melawan Persebaya memang berakhir dengan kekalahan. Namun, satu pertandingan pramusim tidak cukup untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek.

Shin membutuhkan waktu untuk meningkatkan kebugaran pemain, memperbaiki koordinasi, dan menanamkan sistem yang diinginkannya.

Meski demikian, Persija juga tidak bisa terus menjadikan masa adaptasi sebagai alasan. Klub sebesar Persija tetap dituntut mendapatkan hasil dan bersaing memperebutkan gelar.

Pertandingan pertama sudah memberikan gambaran bahwa era Shin Tae-yong kemungkinan tidak akan berjalan dengan tenang.

Ada keberanian, emosi, kontroversi, dan harapan besar yang muncul dalam waktu bersamaan.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah kekalahan tersebut hanya menjadi awal yang sulit sebelum Persija bangkit, atau justru menjadi tanda bahwa Shin masih membutuhkan waktu panjang untuk membuat Macan Kemayoran benar-benar siap bersaing.

Youtube : https://youtube.com/shorts/kebaa_-HjLY?si=UxTezN-EFSlTg85d
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS4R1qkXQ/

Sumber

  1. Bola.com — Tanggapan Shin Tae-yong soal gol bunuh diri dan gol Persija yang dianulir
    https://www.bola.com/indonesia/read/8255143/piala-presiden-2026-shin-tae-yong-buka-suara-soal-gol-bunuh-diri-dan-gol-yang-dianulir-di-laga-persebaya-vs-persija
  2. Bola.net — Catatan debut Shin, kartu kuning, dan permainan agresif Persija
    https://www.bola.net/indonesia/5-catatan-debut-shin-tae-yong-di-persija-jakarta-kurang-kurangi-emosinya-ceee30.html
  3. Suara.com — Kronologi Persebaya menang 1-0 melalui gol bunuh diri Pankov
    https://www.suara.com/bola/2026/07/26/235405/piala-presiden-2026-gol-bunuh-diri-konyol-nodai-debut-shin-tae-yong

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *