Madrid berubah menjadi lautan merah dan kuning ketika Timnas Spanyol kembali dari Amerika Serikat dengan membawa trofi Piala Dunia 2026. Hampir dua juta pendukung memenuhi jalan-jalan utama ibu kota untuk menyambut skuad La Roja yang baru saja mengakhiri penantian selama 16 tahun.
Berdasarkan perkiraan otoritas setempat, sekitar 1,8 juta orang berada di sepanjang rute parade pada Senin, 20 Juli 2026. Angka tersebut menjadikan perayaan juara Spanyol sebagai salah satu pesta olahraga terbesar yang pernah berlangsung di Madrid.
Para pendukung datang dengan mengenakan seragam tim nasional, membawa bendera Spanyol, dan mengecat wajah mereka dengan warna merah-kuning. Banyak di antara mereka telah menunggu sejak pagi meskipun suhu udara di Madrid mencapai sekitar 34 hingga 35 derajat Celsius.
Kehadiran jutaan orang menunjukkan besarnya arti gelar Piala Dunia kedua bagi masyarakat Spanyol. Sebelum keberhasilan pada 2026, La Roja terakhir kali mengangkat trofi dunia ketika mengalahkan Belanda pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Spanyol Disambut Sejak Tiba di Bandara Madrid
Rombongan Timnas Spanyol tiba di Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas pada Senin siang waktu setempat. Rodri keluar dari pesawat sambil membawa trofi Piala Dunia dan mengenakan medali juara yang diperolehnya pada malam sebelumnya.
Ratusan pendukung telah menunggu di sekitar terminal untuk menyambut pemain dan staf pelatih. Mereka menyanyikan lagu-lagu kebanggaan serta mengibarkan bendera Spanyol ketika skuad juara dunia memasuki terminal.
Perjalanan tim belum langsung berakhir di pusat kota. Sebelum mengikuti parade terbuka, para pemain menjalani serangkaian agenda resmi bersama keluarga Kerajaan Spanyol dan pemerintah.
Kunjungan pertama dilakukan ke Istana Zarzuela untuk bertemu Raja Felipe VI, Ratu Letizia, Putri Leonor, dan Infanta Sofía. Raja Felipe menyampaikan penghargaan kepada para pemain atas ketangguhan mereka sepanjang turnamen serta keberhasilan membawa pulang trofi Piala Dunia.
Setelah itu, skuad melanjutkan perjalanan menuju Istana Moncloa untuk bertemu Perdana Menteri Pedro Sánchez. Dalam sambutannya, Sánchez mengucapkan terima kasih kepada pemain dan staf pelatih atas permainan, perjuangan, serta kemenangan yang berhasil mereka persembahkan kepada masyarakat Spanyol.
Bus Terbuka Membawa Sang Juara Keliling Madrid
Puncak perayaan dimulai ketika para pemain menaiki bus tingkat beratap terbuka. Bus tersebut dihiasi gambar para pemain dan tulisan “Stars shine together”, sedangkan seluruh anggota skuad mengenakan kaus bertuliskan “Somos Campeones” atau “Kami Sang Juara”.
Rute parade dimulai dari kawasan Moncloa dan berakhir di Plaza de Cibeles, lokasi yang selama ini menjadi salah satu pusat perayaan olahraga terbesar di Madrid.
Di atas bus, para pemain bergantian mengangkat trofi Piala Dunia ke arah pendukung. Mereka menari, melambaikan tangan, merekam kerumunan menggunakan telepon genggam, dan bernyanyi bersama para suporter yang memenuhi kedua sisi jalan.
Rodri menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian. Kapten Spanyol tersebut beberapa kali memperlihatkan trofi kepada para pendukung sambil menikmati suasana perayaan.
Bagi Rodri dan sebagian besar pemain generasi 2026, keberhasilan ini merupakan mimpi yang telah tumbuh sejak mereka menyaksikan Iker Casillas dan Andrés Iniesta mengangkat trofi pada 2010.
Rodri mengatakan bahwa memenangkan gelar untuk negara merupakan salah satu pengalaman terindah dalam sepak bola. Ia juga mengingat bagaimana generasinya tumbuh dengan menyaksikan keberhasilan tim Spanyol pada era sebelumnya.
Plaza de Cibeles Menjadi Pusat Pesta Juara
Perjalanan bus berakhir di Plaza de Cibeles. Otoritas setempat memperkirakan sekitar 120.000 orang berkumpul di area tersebut untuk mengikuti seremoni utama.
Para pendukung telah mengamankan tempat sejak pagi. Sebagian membawa payung untuk melindungi diri dari terik matahari, sementara yang lain membawa air minum, bendera, syal, dan berbagai atribut Timnas Spanyol.
Sebuah panggung besar telah disiapkan untuk menyambut pemain. Seluruh anggota skuad diperkenalkan satu per satu dengan lagu pilihan masing-masing.
Álex Baena, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-25, memasuki panggung sambil membawa trofi Piala Dunia. Luis de la Fuente kemudian mendapat sambutan meriah dan sempat dilemparkan ke udara oleh para pemain sebagai bentuk penghormatan kepada sang pelatih.
Borja Iglesias bahkan bertindak sebagai DJ dalam sebagian acara, sementara para pemain menari bersama di atas panggung. Perayaan juga dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi Spanyol seperti Aitana, Ana Mena, dan Lola Índigo.
Acara ditutup dengan seluruh anggota skuad kembali mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan puluhan ribu pendukung. Momen tersebut mengulang selebrasi mereka di New Jersey, tetapi kali ini dilakukan di depan masyarakat sendiri.
Kemenangan Sudah Dirayakan Sejak Malam Final
Pesta di Madrid sebenarnya telah dimulai jauh sebelum parade resmi berlangsung. Setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada menit ke-106, suasana di berbagai titik ibu kota langsung berubah.
Ribuan orang berkumpul di Plaza de Colón, kawasan Madrid Río, Movistar Arena, bar, taman, restoran, dan ruang publik yang menyediakan layar besar.
Ketika peluit akhir dibunyikan selepas tengah malam, para pendukung saling berpelukan, menyalakan flare, mengibarkan bendera, dan membunyikan klakson kendaraan.
Meskipun pertandingan berlangsung ketat dan sempat berjalan lambat, gol Ferran Torres mengubah ketegangan menjadi ledakan kegembiraan. Pendukung yang sebelumnya menunggu dengan cemas akhirnya merayakan gelar dunia kedua Spanyol hingga dini hari.
Kemeriahan tidak hanya terjadi di Madrid. Berbagai kota di Spanyol juga menggelar perayaan spontan, meskipun parade resmi dipusatkan di ibu kota.
Ferran Torres Jadi Pahlawan di Final
Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.
La Roja mendominasi penguasaan bola dan menciptakan jauh lebih banyak peluang. Namun, Argentina mampu bertahan hingga waktu normal berakhir tanpa gol.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106. Ferran Torres memanfaatkan bola di kotak penalti sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal dihentikan Emiliano Martínez.
Gol tersebut merupakan percobaan ke-20 Spanyol dalam pertandingan. Argentina tidak mampu mencetak gol balasan hingga laga berakhir, sehingga La Roja resmi meraih gelar Piala Dunia kedua setelah keberhasilan pada 2010.
Ferran menyebut golnya sebagai gol untuk seluruh rakyat Spanyol. Baginya, kemenangan itu tidak hanya menjadi keberhasilan 26 pemain, tetapi mimpi puluhan juta orang yang mengikuti perjalanan tim nasional.
Luis de la Fuente Mendapat Penghormatan Besar
Nama Luis de la Fuente terus diteriakkan sepanjang parade. Pelatih berusia 65 tahun tersebut mendapat penghormatan atas keberhasilannya membangun tim yang kuat, disiplin, dan tetap setia pada identitas permainan Spanyol.
De la Fuente menggabungkan pemain berpengalaman seperti Rodri dengan generasi muda yang dihuni Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Nico Williams, dan sejumlah nama lainnya.
Hasilnya adalah tim yang mampu menguasai pertandingan sekaligus bertahan dengan sangat disiplin. Spanyol hanya kebobolan sedikit sepanjang turnamen dan mampu mengalahkan sejumlah lawan kuat sebelum menghadapi Argentina di final.
Menjelang parade, De la Fuente mengatakan dirinya merasa bangga dan terharu dapat mewakili negara dengan pendukung yang begitu setia. Ia menyebut seluruh anggota tim dipenuhi rasa bahagia setelah membawa kembali trofi Piala Dunia ke Spanyol.
Generasi Baru Melanjutkan Warisan 2010
Keberhasilan pada 2026 memunculkan perbandingan dengan generasi emas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010.
Saat itu, Spanyol diperkuat Iker Casillas, Sergio Ramos, Xavi Hernández, Andrés Iniesta, David Villa, Carles Puyol, dan sejumlah pemain legendaris lainnya.
Generasi 2026 memiliki karakter dan wajah berbeda. Rodri menjadi pengendali lini tengah, Lamine Yamal membawa kreativitas di sisi lapangan, sedangkan Pau Cubarsí menjadi simbol regenerasi di lini pertahanan.
Meski berbeda generasi, keduanya memiliki satu kesamaan penting. Spanyol memenangkan final dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.
Pada 2010, Iniesta mencetak gol penentu pada menit ke-116. Enam belas tahun kemudian, Ferran Torres menjadi pahlawan melalui gol pada menit ke-106.
Lautan Merah-Kuning Menjadi Simbol Persatuan
Pemandangan hampir dua juta orang memenuhi Madrid menunjukkan bahwa kemenangan tersebut memiliki makna lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.
Pendukung datang dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Bagi penggemar yang sudah dewasa pada 2010, parade ini menghidupkan kembali kenangan tentang gelar dunia pertama. Bagi pendukung muda, kemenangan 2026 menjadi pengalaman pertama melihat Spanyol menjadi juara dunia.
Media Spanyol menggambarkan keberhasilan tersebut sebagai pengalaman kolektif yang menyatukan masyarakat. Para pemimpin politik dari berbagai kubu juga memberikan ucapan selamat kepada skuad.
Pemerintah kota Madrid menyebut perayaan berjalan relatif tertib. Walaupun ribuan orang telah turun ke jalan sejak malam final, hanya sedikit insiden yang dilaporkan di ibu kota.
Namun, perayaan juga diwarnai kabar duka. Seorang anak berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia di Salamanca setelah sebuah struktur air mancur yang dinaikinya bersama teman-temannya runtuh dalam perayaan kemenangan.
Perayaan yang Akan Dikenang dalam Sejarah
Parade juara Piala Dunia 2026 akan selalu dikenang sebagai salah satu perayaan terbesar dalam sejarah olahraga Spanyol.
Sekitar 1,8 juta orang memenuhi rute perjalanan, sementara puluhan ribu lainnya berkumpul di Plaza de Cibeles. Mereka datang untuk memberikan penghormatan kepada tim yang berhasil membawa Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.
Trofi tersebut bukan hanya menjadi bukti kemenangan atas Argentina. Gelar ini juga menandai keberhasilan regenerasi, kerja panjang sistem pembinaan, serta kemampuan Spanyol membangun generasi juara baru setelah era 2010.
Madrid akhirnya menjadi panggung terakhir dari perjalanan panjang La Roja di Piala Dunia 2026. Lautan bendera merah-kuning, nyanyian tanpa henti, dan bus terbuka yang membawa para pemain menjadi gambaran nyata tentang besarnya kebahagiaan sebuah negara.
Pesta tersebut mungkin telah selesai, tetapi gambar jutaan orang menyambut para juara akan terus menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Spanyol.
Youtube : https://youtube.com/shorts/UDYx8EV_spk?si=IxA7MHNnKEF70pyF
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSXqFD5tp/
Sumber Artikel
- Associated Press — Kepulangan skuad, kunjungan kepada keluarga kerajaan dan pemerintah, rute parade, serta acara di Plaza de Cibeles.
https://apnews.com/article/spain-fifa-world-cup-champions-team-cd1705a614f6ffd79da5e217f63faaaa - The Guardian — Suasana pendukung di Madrid ketika menyaksikan final dan perayaan setelah kemenangan.
https://www.theguardian.com/world/2026/jul/20/madrid-spain-fans-celebrate-world-cup-win - Associated Press — Jalannya final Spanyol melawan Argentina dan gol Ferran Torres pada menit ke-106. https://apnews.com/article/4a3a8c93c0b21c1db866f7bd857f1c32
