Manchester City tampaknya mulai menemukan koneksi baru untuk memaksimalkan ketajaman Erling Haaland.
Jika selama beberapa musim penyerang asal Norwegia itu sangat identik dengan umpan-umpan matang Kevin De Bruyne, kini muncul nama baru yang mulai menunjukkan potensi serupa sebagai pemasok peluang: Enzo Fernandez.
Koneksi keduanya memang masih sangat baru.
Namun tanda-tandanya sudah terlihat jelas ketika Manchester City mengalahkan FC Porto 2-0 pada laga pembuka Liga Champions 2026/27, Selasa, 8 September 2026. Haaland mencetak kedua gol City, sementara Enzo memberikan assist untuk gol pembuka.
Enzo Mulai Temukan Haaland
Manchester City sebenarnya cukup dibuat frustrasi pada babak pertama.
Kiper Porto, Diogo Costa, beberapa kali menggagalkan peluang City, termasuk dua kesempatan Haaland. Skor 0-0 pun bertahan sampai turun minum.
Namun hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, kombinasi Enzo-Haaland akhirnya muncul.
Enzo mengirimkan umpan silang melengkung ke area penalti.
Haaland membaca arah bola dengan sempurna dan menyambutnya dengan sundulan untuk membawa City unggul 1-0 pada menit ke-47.
Gol tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai bagaimana Enzo bisa membantu Haaland.
Satu pemain memiliki kemampuan mengirim bola ke area berbahaya.
Satu lagi memiliki pergerakan dan penyelesaian akhir kelas dunia.
Baru Starter Kedua, Enzo Sudah Beri Dampak
Yang membuat assist tersebut semakin menarik adalah Enzo masih berada pada tahap sangat awal bersama Manchester City.
Gelandang Argentina itu baru bergabung dari Chelsea pada deadline day dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai £125 juta.
Laga melawan Porto juga baru menjadi salah satu penampilan awalnya sebagai starter.
Meski proses adaptasinya masih berlangsung, Enzo sudah terlihat cukup cepat memahami karakter permainan City.
Dan yang lebih penting, ia mulai mengetahui posisi di mana Haaland ingin menerima bola.
Sinyalnya Sudah Terlihat sejak Lawan Coventry
Hubungan keduanya sebenarnya sudah mulai terlihat sebelum pertandingan melawan Porto.
Dalam kemenangan 1-0 atas Coventry City di Premier League, Enzo terlibat dalam proses gol kemenangan Haaland.
Enzo melepaskan bola kepada Antoine Semenyo di sisi kanan.
Semenyo kemudian mengirim umpan silang dan Haaland menyelesaikannya dengan sundulan.
Secara statistik, assist memang diberikan kepada Semenyo.
Jadi Enzo bukan pemberi assist langsung pada laga tersebut.
Namun ia menjadi pemain yang memulai rangkaian serangan sebelum bola sampai kepada Haaland.
Beberapa hari kemudian melawan Porto, hubungan itu berkembang satu langkah lebih jauh.
Kali ini Enzo sendiri yang langsung memberikan assist kepada sang striker.
Enzo: “Haaland adalah Binatang, Monster”
Setelah kemenangan atas Porto, Enzo bahkan terang-terangan berbicara tentang keinginannya untuk terus mencari Haaland di lapangan.
Dalam wawancara setelah laga, ia mengatakan:
“Haaland adalah binatang, monster.”
Enzo kemudian menegaskan bahwa setiap kali berada di lapangan, ia akan berusaha mencari Haaland dan berharap bisa memberikan lebih banyak assist.
Pernyataan tersebut cukup menarik.
Bagi seorang penyerang seperti Haaland, mempunyai gelandang yang secara aktif mencari pergerakannya tentu menjadi keuntungan besar.
Haaland Juga Membantu Enzo Beradaptasi
Hubungan keduanya ternyata tidak hanya terlihat saat pertandingan.
Enzo juga mengungkapkan bahwa Haaland merupakan salah satu pemain yang membantunya beradaptasi setelah pindah ke Manchester City.
Menurut Enzo, Haaland bukan cuma pemain hebat, tetapi juga pribadi yang baik dan telah menyambutnya sejak awal kedatangannya.
Hal tersebut bisa membantu mempercepat chemistry keduanya.
Semakin dekat hubungan pemain di luar lapangan, terkadang semakin mudah pula komunikasi mereka ketika bermain.
Dulu Ada Kevin De Bruyne
Situasi ini tentu mengingatkan pada hubungan Haaland dengan Kevin De Bruyne.
Selama bermain bersama di Manchester City, De Bruyne menjadi salah satu pemain yang paling mampu membaca pergerakan Haaland.
Umpan terobosan.
Crossing dari half-space.
Bola mendatar ke belakang garis pertahanan.
Semua variasi tersebut menjadi bagian penting dari senjata City.
Namun era City kini sudah berubah.
Pep Guardiola sudah tidak menjadi manajer.
De Bruyne juga bukan lagi pusat kreativitas tim.
City sekarang dibangun kembali di bawah Enzo Maresca, dengan banyak wajah baru di lini tengah.
Enzo Bukan De Bruyne
Meski begitu, terlalu dini jika Enzo langsung disebut sebagai “De Bruyne baru”.
Karakter permainan mereka berbeda.
De Bruyne terkenal sangat agresif dalam mengirim umpan final dan memainkan bola vertikal dari area tinggi.
Enzo lebih sering berperan sebagai gelandang yang mengatur sirkulasi, menghubungkan lini, dan ikut membangun serangan dari posisi lebih dalam.
Namun Maresca memang melihat kemampuan menyerang Enzo terus berkembang.
The Times melaporkan City ingin menggunakan Enzo sebagai gelandang box-to-box di area kiri-tengah dan memanfaatkan kualitas distribusi serta kepemimpinannya.
Jadi ia tidak harus menjadi salinan De Bruyne untuk bisa membantu Haaland.
City Hanya Butuh Pemain yang Bisa Membaca Gerakan Haaland
Untuk seorang striker seperti Haaland, yang paling penting sebenarnya bukan siapa nama pengumpannya.
Yang penting adalah kualitas bola yang datang.
Haaland memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca ruang di antara bek.
Ia sangat kuat dalam sprint ke belakang garis pertahanan.
Dan di dalam kotak penalti, gerakan kecilnya sering kali cukup untuk menciptakan jarak dengan lawan.
Pemain seperti Enzo hanya perlu memahami kapan harus melepas bola.
Assist melawan Porto menjadi contoh sempurna.
Enzo tidak membutuhkan terlalu banyak sentuhan.
Ia melihat pergerakan Haaland.
Crossing dilepaskan.
Dan sisanya diselesaikan sang striker.
Haaland Cetak Gol Kedua
Haaland kemudian memastikan kemenangan City pada masa injury time.
Gol kedua datang pada menit 90+1 setelah kerja bagus Rayan Ait-Nouri dari sisi kiri.
Ait-Nouri mengirim bola ke dalam kotak penalti dan Haaland menyelesaikannya ke sudut gawang.
Jadi penting diperjelas:
Gol pertama Haaland: assist Enzo Fernandez.
Gol kedua Haaland: assist Rayan Ait-Nouri.
City pun pulang dari Estádio do Dragão dengan kemenangan 2-0.
Haaland Capai 167 Gol untuk Manchester City
Brace tersebut juga membawa Haaland ke pencapaian besar lainnya.
Ia kini sudah mencetak 167 gol dalam 203 pertandingan untuk Manchester City.
Jumlah tersebut membuat Haaland naik ke posisi ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub, melewati Tommy Johnson yang mengoleksi 166 gol.
Kini hanya dua nama yang berada di atasnya:
Eric Brook
dan
Sergio Aguero.
Haaland masih berusia 26 tahun.
Dengan produktivitas seperti sekarang, peluangnya mengejar rekor klub tentu sangat besar.
59 Gol dalam 59 Laga Liga Champions
Catatan Haaland di Liga Champions juga semakin absurd.
Setelah brace melawan Porto, ia mencapai 59 gol dalam 59 pertandingan Liga Champions sepanjang kariernya.
Artinya, rata-rata Haaland berada di sekitar satu gol setiap pertandingan.
Angka seperti itu semakin memperlihatkan betapa pentingnya City menyediakan pemain-pemain kreatif di sekelilingnya.
Semakin banyak suplai yang diterima Haaland, semakin besar pula peluang City mendapatkan gol.
Enzo Bisa Jadi Salah Satu Kunci Era Baru City
Manchester City saat ini memang sedang menjalani perubahan besar.
The Guardian mencatat adanya perombakan skuad cukup signifikan sejak Maresca mengambil alih, termasuk masuknya beberapa gelandang baru seperti Enzo Fernandez.
Karena itu, City membutuhkan waktu untuk membangun pola permainan baru.
Namun beberapa koneksi bisa mempercepat proses tersebut.
Dan hubungan Enzo-Haaland mungkin menjadi salah satunya.
Jika Enzo semakin memahami pergerakan sang striker, City bisa memiliki jalur suplai baru yang sangat berbahaya.
Jangan Terlalu Cepat Bandingkan dengan De Bruyne
Tetap saja, hubungan Enzo dan Haaland baru dimulai.
De Bruyne dan Haaland bermain bersama selama beberapa musim dan menghasilkan kombinasi yang sudah teruji di pertandingan besar.
Sementara Enzo baru beberapa laga memakai seragam City.
Jadi judul “pelayan baru Haaland” lebih cocok dipahami sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan bahwa Enzo sudah menggantikan peran De Bruyne sepenuhnya.
Ia masih harus membuktikan konsistensi.
Apakah crossing seperti melawan Porto akan sering muncul?
Apakah ia bisa memberikan assist langsung secara rutin?
Dan apakah koneksi tersebut tetap efektif ketika menghadapi pertahanan yang jauh lebih rapat?
Jawaban baru akan terlihat seiring berjalannya musim.
Youtube : https://youtube.com/shorts/mL0sxK38Eo4?si=Ls1DrkMATHlurLnd
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSqydgvtY/
Facebook : https://www.facebook.com/share/r/14hhm3ni2dh/
Sumber
Manchester City — Enzo Fernandez bicara soal Haaland dan assist melawan Porto:
https://www.mancity.com/news/mens/enzo-fernandez-post-porto-reaction-ucl-8-sep-63924476
Manchester City — laporan resmi Porto 0-2 Manchester City:
https://www.mancity.com/news/mens/fc-porto-v-man-city-ucl-match-report-8-sept-63924488
Manchester City — proses gol Haaland melawan Coventry:
https://www.mancity.com/news/mens/city-v-coventry-match-gallery-pl-5-sep-63924208
Manchester City — Match Centre Porto vs City:
https://www.mancity.com/matchday/fixtures/mens/2026/champions-league/fc-porto-v-man-city-8-sept-2026
