Enzo Fernández dan Lisandro Martínez menghadapi sorotan besar setelah ikut dalam perayaan Timnas Argentina yang menampilkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina”.
Spanduk tersebut diperlihatkan setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026. Tindakan itu langsung memicu kemarahan di Inggris karena Kepulauan Falkland—yang disebut Malvinas oleh Argentina—masih menjadi sengketa politik sensitif antara kedua negara.
Sejumlah tokoh dan pendukung sepak bola Inggris kemudian mendesak pemerintah mencabut visa kerja para pemain Argentina yang berkarier di Premier League. Enzo saat ini bermain untuk Chelsea, sedangkan Lisandro memperkuat Manchester United.
Namun, kabar bahwa keduanya sudah resmi dilarang memasuki Inggris tidak benar. Sampai saat ini, status mereka masih sebatas menghadapi desakan pencabutan visa dan kemungkinan pemeriksaan. Belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Inggris bahwa visa kedua pemain tersebut telah dibatalkan.
Kontroversi Muncul setelah Argentina Kalahkan Inggris
Argentina menghadapi Inggris dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung penuh ketegangan.
Inggris sempat unggul terlebih dahulu melalui Anthony Gordon. Namun, Argentina berhasil membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernández pada menit-menit akhir dan Lautaro Martínez pada masa tambahan waktu.
Argentina akhirnya menang 2-1 dan lolos ke final untuk menghadapi Spanyol. Setelah pertandingan, para pemain menghampiri pendukung mereka dan merayakan kemenangan tersebut.
Di tengah perayaan itulah muncul spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas”.
Selain Enzo Fernández dan Lisandro Martínez, kapten Tottenham Hotspur, Cristian Romero, juga dilaporkan berada di antara pemain yang terlihat bersama spanduk tersebut.
Bagi masyarakat Argentina, Kepulauan tersebut dikenal sebagai Malvinas dan diklaim sebagai bagian dari wilayah mereka. Sementara Inggris menguasai wilayah itu sebagai British Overseas Territory dengan nama Falkland Islands.
Perselisihan tersebut bahkan pernah memicu perang pada 1982. Karena latar belakang itu, spanduk yang dibawa setelah pertandingan melawan Inggris dianggap bukan sekadar ekspresi sepak bola.
Pemerintah Inggris Mendesak FIFA Bertindak
Reaksi keras tidak hanya datang dari pendukung sepak bola.
Pemerintah Inggris juga mendesak FIFA menyelidiki tindakan para pemain Argentina. Juru bicara pemerintah kembali menegaskan posisi Inggris bahwa masa depan Kepulauan Falkland harus ditentukan oleh penduduknya sendiri.
Business Secretary Inggris, Peter Kyle, juga meminta FIFA mengambil tindakan karena penggunaan pesan politik dalam pertandingan dianggap tidak sesuai dengan aturan sepak bola internasional.
FIFA memiliki aturan yang melarang penyampaian pesan politik, ideologis, atau provokatif melalui spanduk dan perlengkapan pertandingan. Karena itu, Argentina berpotensi menerima hukuman berupa denda atau tindakan disipliner lainnya.
Namun, proses FIFA dan urusan visa Inggris merupakan dua perkara berbeda.
FIFA dapat menjatuhkan hukuman olahraga kepada federasi atau pemain. Sementara pencabutan visa hanya dapat dilakukan oleh otoritas imigrasi dan pemerintah Inggris berdasarkan aturan hukum yang berlaku.
Muncul Desakan agar Visa Pemain Dicabut
Kontroversi semakin besar ketika beberapa tokoh di Inggris menyarankan agar pemain Argentina yang bekerja di Premier League kehilangan visa mereka.
Nile Gardiner, mantan pembantu Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, termasuk salah satu orang yang secara terbuka meminta pemerintah mencabut visa pemain yang terlibat.
Menurutnya, pemain Argentina yang ikut menunjukkan spanduk tersebut seharusnya tidak diperbolehkan kembali bekerja di Inggris tanpa permintaan maaf.
Desakan serupa muncul dari sejumlah pengguna media sosial dan komentator yang menganggap tindakan itu sebagai penghinaan terhadap Inggris.
Nama yang paling sering disebut adalah:
- Enzo Fernández dari Chelsea
- Lisandro Martínez dari Manchester United
- Cristian Romero dari Tottenham Hotspur
Ketiganya mempunyai posisi penting di klub masing-masing. Karena itu, apabila visa mereka benar-benar dicabut, dampaknya bisa sangat besar terhadap Premier League.
Apakah Visa Mereka Benar-Benar Bisa Dicabut?
Secara hukum, pemerintah Inggris memang mempunyai wewenang untuk meninjau atau membatalkan visa seseorang dalam kondisi tertentu.
Perilaku yang dilakukan di luar Inggris juga dapat menjadi bahan pertimbangan. Pemerintah bahkan tidak selalu membutuhkan putusan pidana sebelum mengambil keputusan imigrasi.
Namun, seorang pakar imigrasi Inggris menjelaskan bahwa pencabutan visa hanya karena menunjukkan spanduk Malvinas kemungkinan sangat sulit dilakukan.
Menurut analisis hukum yang dikutip sejumlah media, tindakan tersebut kemungkinan belum cukup untuk memenuhi dasar pencabutan visa kerja.
Pencabutan biasanya berkaitan dengan ancaman terhadap keamanan, tindakan kriminal serius, pelanggaran aturan imigrasi, atau perilaku yang dianggap sangat merugikan kepentingan publik.
Menunjukkan pesan politik yang kontroversial memang dapat memicu kecaman. Namun, itu belum tentu memenuhi standar hukum untuk menghapus izin kerja seorang pemain profesional.
Karena itu, kemungkinan Enzo, Lisandro, dan Romero benar-benar dilarang masuk Inggris dinilai rendah, kecuali muncul fakta atau pelanggaran tambahan.
Enzo Fernández Bisa Kehilangan Kesempatan Membela Chelsea
Enzo Fernández merupakan salah satu gelandang terpenting Chelsea.
Ia bergabung dengan The Blues setelah tampil luar biasa bersama Argentina pada Piala Dunia 2022. Chelsea kemudian menjadikannya bagian utama dari proyek jangka panjang klub.
Apabila visa kerjanya dicabut, Enzo tidak dapat menjalankan tugasnya bersama Chelsea di Inggris. Ia berpotensi tidak bisa mengikuti latihan, pertandingan kandang, atau aktivitas klub lainnya.
Situasi tersebut tentu akan menjadi masalah besar bagi Chelsea karena mereka telah membangun lini tengah dengan Enzo sebagai salah satu pemain utama.
Namun, Chelsea sejauh ini belum mengumumkan tindakan disipliner terhadap sang pemain. Belum ada pula keterangan resmi bahwa klub mendapat pemberitahuan dari pemerintah mengenai status visa Enzo.
Artinya, untuk saat ini ia masih dapat kembali dan bekerja seperti biasa, selama tidak muncul keputusan hukum baru.
Lisandro Martínez Juga Terancam Terdampak
Situasi serupa berlaku bagi Lisandro Martínez.
Bek Argentina tersebut menjadi salah satu pemain penting Manchester United sejak bergabung pada 2022. Ia dikenal karena keberanian dalam duel, agresivitas, dan kemampuan memainkan bola dari lini belakang.
Lisandro juga memiliki hubungan cukup dekat dengan pendukung Manchester United. Namun, kontroversi spanduk membuatnya menghadapi reaksi negatif dari sebagian publik Inggris.
Laporan terbaru menyebut Lisandro dan beberapa pemain Argentina lainnya bahkan menggunakan layanan keamanan pribadi sebagai langkah pencegahan setelah ketegangan meningkat.
Belum ada laporan mengenai serangan atau kerusakan terhadap rumah mereka. Keamanan tambahan tersebut disebut hanya sebagai tindakan antisipasi karena tingginya emosi setelah pertandingan Argentina melawan Inggris.
Manchester United juga belum mengumumkan hukuman resmi kepada Lisandro.
Cristian Romero Turut Terseret
Walaupun judul pemberitaan sering berfokus pada Enzo dan Lisandro, Cristian Romero juga termasuk dalam kontroversi ini.
Bek Tottenham tersebut terlihat berada dalam kelompok pemain Argentina yang memegang atau berfoto bersama spanduk.
Romero mempunyai peran besar di Tottenham dan menjadi salah satu pemain senior dalam skuad Argentina.
Jika pemerintah Inggris memutuskan menyelidiki pemain yang terlibat, Romero kemungkinan akan menghadapi pemeriksaan serupa.
Karena itu, pemberitaan yang hanya menyebut dua nama sebenarnya belum lengkap. Ada tiga pemain Argentina dari Premier League yang paling sering dikaitkan dengan spanduk tersebut.
FIFA Bisa Menjatuhkan Hukuman Berbeda
Kemungkinan hukuman dari FIFA dinilai lebih realistis dibanding pencabutan visa.
Peraturan FIFA melarang pemain, tim, dan pendukung menampilkan pesan politik di dalam stadion. Pelanggaran dapat berujung pada denda terhadap federasi, peringatan, atau hukuman disipliner lainnya.
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, FIFA pernah menjatuhkan denda kepada federasi karena pemain menampilkan pesan politik setelah pertandingan.
Laporan Associated Press menyebut kemungkinan denda dalam kasus Argentina dapat berada pada kisaran beberapa ribu hingga puluhan ribu dolar, tergantung hasil penyelidikan dan pasal yang diterapkan.
Meski begitu, sampai informasi terbaru, FIFA belum mengumumkan hukuman final terhadap Enzo, Lisandro, Romero, atau Federasi Sepak Bola Argentina.
Dengan demikian, semua klaim bahwa para pemain telah dihukum harus menunggu keputusan resmi.
Mengapa Spanduk Malvinas Sangat Sensitif?
Kepulauan Falkland berada di Samudra Atlantik Selatan dan dikelola oleh Inggris. Argentina tetap mengklaim wilayah itu dengan nama Islas Malvinas.
Perselisihan mencapai puncaknya pada 1982 ketika Argentina menginvasi kepulauan tersebut. Inggris kemudian mengirim pasukan dan berhasil merebut kembali wilayah itu setelah perang yang berlangsung sekitar sepuluh minggu.
Ratusan tentara dari kedua negara meninggal dalam konflik tersebut.
Karena itu, persoalan Falkland atau Malvinas bukan sekadar perbedaan nama. Bagi banyak keluarga di Inggris dan Argentina, isu tersebut berkaitan dengan perang, korban jiwa, identitas nasional, dan kedaulatan.
Ketika spanduk Malvinas diperlihatkan setelah Argentina mengalahkan Inggris, banyak pihak menilai tindakan itu sengaja membawa perselisihan politik ke dalam sepak bola.
Perwakilan Kepulauan Falkland yang mengikuti Commonwealth Games juga menyebut tindakan para pemain Argentina mengecewakan dan meminta olahraga tidak dicampur dengan pesan politik.
Argentina Membela Sikap Para Pemain
Di Argentina, reaksi terhadap spanduk tersebut tidak sepenuhnya negatif.
Sebagian tokoh dan pendukung justru menganggap pemain hanya menyampaikan posisi nasional Argentina mengenai Malvinas.
Presiden Argentina Javier Milei juga membela sentimen yang terdapat dalam pesan tersebut, meskipun ia mengakui bahwa FIFA mungkin mengambil tindakan berdasarkan peraturan turnamen.
Perbedaan reaksi ini menunjukkan betapa sensitifnya persoalan Malvinas bagi kedua negara.
Apa yang dianggap sebagai simbol nasionalisme di Argentina dapat dipandang sebagai provokasi politik di Inggris.
Namun, terlepas dari perbedaan pandangan politik tersebut, FIFA tetap memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh semua tim peserta.
Belum Resmi Dilarang Masuk Inggris
Inilah bagian yang paling penting untuk diluruskan.
Enzo Fernández dan Lisandro Martínez belum resmi dilarang masuk Inggris. Visa mereka juga belum diumumkan telah dicabut.
Yang terjadi saat ini adalah munculnya:
- Desakan dari sejumlah tokoh dan pendukung Inggris
- Kemungkinan peninjauan berdasarkan aturan imigrasi
- Penyelidikan FIFA terkait pesan politik
- Perdebatan mengenai kelayakan pemain kembali bekerja di Inggris
Namun, tidak satu pun dari hal tersebut berarti keputusan final telah dibuat.
Pakar imigrasi bahkan menilai pencabutan visa hanya karena spanduk tersebut sangat kecil kemungkinannya.
Dampaknya bagi Premier League
Walaupun peluang pencabutan visa kecil, kontroversi ini tetap dapat memberikan dampak bagi para pemain.
Mereka mungkin menghadapi reaksi dari suporter lawan ketika kembali bermain di Inggris. Klub juga bisa meningkatkan pengamanan dan meminta pemain menghindari pernyataan politik.
Chelsea, Manchester United, dan Tottenham perlu memantau perkembangan penyelidikan karena para pemain tersebut mempunyai peran besar dalam tim.
Selain itu, kontroversi ini bisa terus muncul setiap kali Argentina atau Inggris membahas persoalan Malvinas.
Namun, tanpa keputusan pemerintah, klub tidak memiliki dasar untuk melarang para pemain kembali berlatih atau bermain.
Youtube : https://youtube.com/shorts/Z-6vSmC_NlU?si=z0Rfr4ItBIbjb6hr
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS48yrbt9/
Sumber :
- Associated Press — Inggris meminta FIFA menyelidiki spanduk Malvinas
https://apnews.com/article/240a5fcd72446efd674fd6d9eb52572a - Evening Standard — Desakan pencabutan visa pemain Argentina
https://www.standard.co.uk/news/politics/argentina-england-world-cup-falklands-banner-malvinas-visa-b1290169.html - NDTV Sports — Enzo, Lisandro, dan Romero terancam kehilangan visa Inggris
https://sports.ndtv.com/fifa-world-cup-2026/argentinas-premier-league-trio-could-have-uk-visas-revoked-over-world-cup-controversy-report-11798740 - The Guardian — Kritik terhadap spanduk Argentina dari perwakilan Kepulauan Falkland
https://www.theguardian.com/sport/2026/jul/23/disappointing-falklands-islands-bowler-criticises-argentina-world-cup-banner-commonwealth-games - News9Live — Pakar menilai pencabutan visa sangat kecil kemungkinannya
https://www.news9live.com/sports/football/could-argentina-stars-face-premier-league-visa-trouble-after-falklands-banner-row-2991556
