Real Madrid tampil meyakinkan ketika mengalahkan Real Sociedad 4-1 di Santiago Bernabeu pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua Los Blancos di awal La Liga 2026/27 setelah sebelumnya menaklukkan Espanyol. Laga melawan Sociedad sebenarnya merupakan pertandingan pekan pertama yang sempat ditunda karena keterlibatan pemain Madrid di Piala Dunia.
Pasukan Jose Mourinho sempat mengalami kesulitan pada babak pertama.
Kylian Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-40 setelah menerima bola dari Federico Valverde. Namun hanya empat menit kemudian, Luka Sucic menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah turun minum, pertandingan berubah total.
Madrid meningkatkan tekanan dan mencetak tiga gol tambahan melalui Mbappe pada menit ke-60, Vinicius Junior menit ke-68, serta Mbappe lagi pada menit ke-80 untuk melengkapi hat-trick.
Mbappe jelas menjadi bintang utama.
Namun beberapa pemain lain juga tampil sangat menonjol. Berdasarkan jalannya pertandingan serta penilaian Managing Madrid, berikut enam pemain terbaik Real Madrid dalam kemenangan 4-1 tersebut.
1. Kylian Mbappe — 10/10
Tidak ada perdebatan untuk posisi pertama.
Kylian Mbappe mencetak hat-trick dan menjadi pemain yang paling menentukan kemenangan Real Madrid.
Gol pertama datang pada menit ke-40.
Federico Valverde membawa bola dari area pertahanan Madrid menuju depan kotak penalti Sociedad sebelum mengirim umpan kepada Mbappe. Sang penyerang kemudian melewati Jon Martin dengan sentuhan pertama sebelum melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kiri.
Setelah skor menjadi 1-1, Mbappe kembali beraksi pada menit ke-60.
Kali ini ia melakukan kombinasi satu-dua cepat dengan Jude Bellingham di dalam kotak penalti sebelum menyelesaikan peluang dengan satu sentuhan.
Gol ketiganya datang pada menit ke-80.
Vinicius Junior memberikan umpan spektakuler yang melewati sela kaki pemain Sociedad. Mbappe menerimanya sebelum mencungkil bola melewati Alex Remiro.
Managing Madrid memberikan nilai sempurna:
10/10.
Penilaian itu sederhana:
“A hat-trick. Unbelievable.”
Mbappe juga memperpanjang catatan impresifnya melawan Sociedad. Managing Madrid mencatat ia sudah mengemas 10 gol dari 24 tembakan menghadapi klub Basque tersebut.
Jika Madrid ingin mengejar gelar La Liga musim ini, performa Mbappe seperti ini jelas menjadi senjata terbesar Mourinho.
2. Jude Bellingham — 9/10
Kalau Mbappe adalah mesin penyelesaian, Jude Bellingham menjadi pemain yang menghidupkan banyak serangan Madrid.
Bellingham menutup pertandingan dengan dua assist.
Assist pertama datang dalam proses gol Mbappe pada menit ke-60.
Bellingham melakukan kombinasi satu-dua dengan penyerang Prancis tersebut sebelum Mbappe menyelesaikannya menjadi 2-1.
Kontribusi berikutnya bahkan lebih menggambarkan karakter Bellingham.
Pada menit ke-68, ia memberikan tekanan kepada Luken Beitia di dalam kotak penalti, merebut bola, mengontrolnya, lalu menyodorkan umpan kepada Vinicius.
Vini tinggal menyelesaikannya menjadi 3-1.
Statistiknya juga sangat kuat.
Menurut Managing Madrid, Bellingham menghasilkan:
2 assist, 4 key passes, dan 3 dribel sukses.
Ia mendapatkan nilai 9/10.
Yang membuat performanya menarik adalah Bellingham bukan hanya kreator.
Ia membantu pressing, merebut bola, bergerak ke dalam kotak penalti, dan terus menghubungkan lini tengah dengan tiga pemain depan.
Dua pertandingan awal musim dan Bellingham sudah menunjukkan betapa penting dirinya dalam sistem baru Mourinho.
3. Vinicius Junior — 7,5/10
Performa Vinicius Junior terdiri dari dua cerita berbeda.
Babak pertama berlangsung cukup sulit.
Pada menit ke-21, ia bahkan mendapatkan peluang besar setelah menerima umpan Mbappe. Vini sudah berhadapan satu lawan satu dengan Remiro, tetapi kiper Sociedad berhasil menggagalkannya.
Namun setelah turun minum, semuanya berubah.
Vinicius mencetak gol pada menit ke-68 setelah menerima umpan Bellingham.
Kemudian ia memberikan salah satu assist terbaik pertandingan untuk gol hat-trick Mbappe.
Umpan Vini melewati sela kaki pemain bertahan Sociedad sebelum sampai kepada Mbappe.
Hasil akhirnya:
1 gol dan 1 assist.
Managing Madrid memberikan nilai 7,5/10, menyoroti bagaimana Vinicius mampu bangkit dari babak pertama yang kurang bagus menjadi salah satu pemain paling menentukan setelah jeda.
Dan itu menjadi kabar bagus bagi Mourinho.
Jika hubungan Vinicius dan Mbappe terus berkembang seperti ini, lini depan Madrid bisa menjadi salah satu yang paling berbahaya di Eropa.
4. Arda Güler — 8/10
Arda Güler tidak mencetak gol dan tidak menghasilkan assist.
Namun angka tersebut tidak menggambarkan penampilannya.
Gelandang Turki itu justru menjadi salah satu pemain paling kreatif di lapangan.
Managing Madrid mencatat Güler menghasilkan lima key passes, terbanyak dari seluruh pemain Real Madrid.
Salah satu umpan terbaiknya muncul hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.
Madrid merebut bola di wilayah Sociedad sebelum Güler mengirim umpan terobosan kepada Mbappe.
Sang penyerang berhasil berhadapan dengan Remiro, tetapi tembakannya terlalu mengarah ke tengah sehingga masih dapat diselamatkan.
Kalau beberapa peluang tersebut diselesaikan lebih baik, Güler seharusnya bisa mendapatkan satu atau bahkan lebih assist.
Managing Madrid memberinya nilai 8/10.
Keberaniannya memberikan umpan vertikal membuat pertahanan Sociedad terus dipaksa berlari ke belakang.
Dan setelah kedatangan Yan Diomande meningkatkan persaingan di lini serang, performa seperti ini menjadi jawaban Güler bahwa dirinya tidak akan menyerahkan tempat utama begitu saja.
5. Federico Valverde — 8/10
Federico Valverde kembali memperlihatkan mengapa dirinya begitu disukai banyak pelatih.
Ia bermain sebagai bagian dari poros lini tengah bersama Bernardo Silva dan memberikan keseimbangan yang sangat penting.
Kontribusi terbesarnya muncul pada gol pertama Mbappe.
Valverde mengambil bola dari area sendiri dan melakukan tusukan panjang sampai mendekati kotak penalti Sociedad.
Dari sana ia memberikan umpan kepada Mbappe yang akhirnya membuka skor.
Managing Madrid memberikan nilai 8/10 dan menyoroti kontribusi defensifnya sekaligus dampaknya ketika menyerang.
Itulah nilai terbesar Valverde.
Ketika Bellingham, Güler, Vinicius dan Mbappe bergerak tinggi, Valverde membantu menutup ruang yang ditinggalkan.
Ketika Madrid mendapat kesempatan melakukan transisi, ia juga mampu membawa bola dalam jarak jauh.
Profil seperti ini sangat cocok dengan pendekatan Mourinho yang membutuhkan gelandang dengan energi besar.
6. Bernardo Silva — 7/10
Nama terakhir adalah Bernardo Silva.
Ia mungkin tidak mendapatkan sorotan sebesar Mbappe atau Bellingham.
Tidak ada gol.
Tidak ada assist.
Namun pekerjaannya di lini tengah sangat penting.
Managing Madrid mencatat Bernardo membuat empat tekel dan tiga intersep.
Empat tekelnya merupakan yang terbanyak di antara pemain Madrid malam itu.
Itulah sisi permainan Bernardo yang mungkin tidak terlalu terlihat ketika dirinya masih dikenal sebagai gelandang menyerang atau winger.
Di Madrid, Mourinho menggunakannya dalam peran lebih dalam.
Ia membantu mengontrol bola, memberikan jalur passing ketika Madrid membangun serangan, tetapi juga agresif ketika kehilangan penguasaan.
Penampilannya mendapatkan nilai 7/10 dari Managing Madrid.
Bukan performa yang paling spektakuler.
Tetapi sangat efektif.
Konaté dan Huijsen Juga Layak Mendapat Sorotan
Enam nama di atas bukan berarti pemain Madrid lainnya tampil buruk.
Justru dua bek tengah Ibrahima Konaté dan Dean Huijsen sama-sama mendapatkan nilai 8/10 dari Managing Madrid.
Konaté beberapa kali harus menutup ruang ketika Denzel Dumfries bergerak maju.
Sementara Huijsen mencatat 11 clearance dan tetap membantu Madrid membangun permainan dari belakang.
Karena artikel ini membatasi daftar menjadi enam pemain, keduanya akhirnya tidak masuk.
Tetapi jika daftar diperluas menjadi delapan pemain, Konaté dan Huijsen sangat layak berada di dalamnya.
Madrid Menang dengan Efisiensi, Bukan Dominasi Mutlak Bola
Hal menarik lainnya adalah Madrid tidak benar-benar menguasai pertandingan secara ekstrem.
Managing Madrid mencatat perbandingan penguasaan bola hanya sekitar 51 persen berbanding 49 persen.
Namun Madrid jauh lebih efektif ketika memasuki area berbahaya.
Inilah salah satu karakter yang mulai terlihat dari tim Mourinho.
Tidak harus menguasai bola 70 persen.
Yang penting adalah bagaimana bola tersebut digunakan.
Ketika kesempatan muncul, Madrid menyerang dengan cepat.
Valverde membawa bola.
Bellingham menyerbu kotak penalti.
Güler mencari umpan vertikal.
Vinicius dan Mbappe menyerang ruang.
Sociedad kesulitan mengimbangi kecepatan tersebut setelah jeda.
Babak Kedua Jadi Gambaran Real Madrid Versi Mourinho
Madrid menutup babak pertama dengan skor 1-1.
Tetapi dalam periode hanya delapan menit pada babak kedua, pertandingan praktis selesai.
Mbappe mencetak gol pada menit ke-60.
Vinicius membuat skor 3-1 pada menit ke-68.
Dan kemudian Mbappe melengkapi hat-trick pada menit ke-80.
Mourinho sendiri melihat performa tersebut sebagai perkembangan positif dibanding pertandingan sebelumnya melawan Espanyol.
Madrid memang memenangkan dua pertandingan awalnya.
Tetapi kemenangan atas Sociedad memperlihatkan kemampuan menyerang yang jauh lebih meyakinkan.
Mbappe Mulai Jadi Pusat Serangan Mourinho
Salah satu hal yang mulai terlihat adalah bagaimana Mourinho memaksimalkan Mbappe.
Pemain Prancis itu tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti.
Ia bergerak keluar.
Menyerang ruang.
Melakukan kombinasi dengan Bellingham.
Dan juga membantu menciptakan peluang untuk Vinicius.
Pada menit ke-21 misalnya, justru Mbappe yang mengirim bola ke ruang untuk Vini sebelum peluang tersebut ditepis Remiro.
Ini membuat pertahanan lawan sulit menentukan siapa yang harus dijaga.
Jika terlalu fokus kepada Mbappe, Vinicius mendapatkan ruang.
Jika dua bek mengunci Vini dan Mbappe, Bellingham atau Güler bisa masuk dari lini kedua.
Kombinasi Mbappe-Bellingham-Vinicius Mulai Terbentuk
Kemenangan ini juga menjadi salah satu pertandingan terbaik untuk melihat potensi kombinasi tiga bintang Madrid.
Mbappe: tiga gol.
Bellingham: dua assist.
Vinicius: satu gol dan satu assist.
Managing Madrid mencatat ini merupakan pertama kalinya Bellingham memberikan assist kepada Mbappe dan Vinicius dalam pertandingan yang sama.
Jika ketiganya bisa mempertahankan chemistry tersebut, Mourinho mempunyai tiga pemain yang menawarkan karakter berbeda.
Mbappe sebagai finisher dan penyerang ruang.
Vinicius sebagai pembawa bola serta pencipta kekacauan dari sisi kiri.
Bellingham sebagai gelandang yang menghubungkan semuanya.
Madrid Sekarang Mengoleksi Enam Poin
Kemenangan tersebut membuat Real Madrid meraih enam poin dari dua pertandingan.
Mereka sebelumnya mengalahkan Espanyol sebelum kemudian menghajar Sociedad.
Meski pertandingan Sociedad secara administratif merupakan jornada 1 yang ditunda, secara urutan pertandingan itu adalah laga kedua Madrid musim ini.
Jadi kalimat dalam draft bahwa ini merupakan “hasil positif kedua Madrid” memang benar.
Hanya saja akan lebih tepat jika disebut:
“kemenangan kedua Madrid dalam dua pertandingan awal mereka.”
Youtube : https://youtube.com/shorts/Zfg3nq_wAnw?si=Bv8u9ulpuuGOEakW
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSVghmRYU/
Facebook : https://www.facebook.com/share/r/1JdYbM3gUj/
Sumber
Real Madrid — laporan resmi Madrid 4-1 Real Sociedad:
https://www.realmadrid.com/en-US/news/football/first-team/reports/cronica-real-madrid-real-sociedad-jornada-1-liga-26-08-2026
Managing Madrid — Player Ratings Real Madrid 4-1 Real Sociedad:
https://www.managingmadrid.com/real-madrid-cf-la-liga/111899/player-ratings-real-madrid-4-1-real-sociedad
Managing Madrid — 6 statistik dari kemenangan Madrid:
https://www.managingmadrid.com/real-madrid-cf-players/111865/6-stats-from-real-madrid-4-1-real-sociedad
La Liga — hasil, pencetak gol dan susunan pemain:
https://www.laliga.com/es-MX/partido/temporada-2026-2027-laliga-ea-sports-real-madrid-real-sociedad-1
