Duel klasik Serie A antara Juventus dan AC Milan berakhir dramatis di Allianz Stadium, Turin, Minggu, 6 September 2026.

AC Milan sempat berada di ambang kemenangan setelah Alphadjo Cisse membawa Rossoneri unggul pada menit ke-68. Namun Juventus menolak menyerah dan akhirnya menyamakan skor lewat sundulan Federico Gatti pada menit 90+2. Laga pun berakhir 1-1.

Hasil ini membuat kedua tim sama-sama gagal menjaga rekor kemenangan sempurna setelah sebelumnya memenangi dua laga pertama Serie A 2026/27.

Juventus Lebih Agresif Sejak Awal

Juventus memulai pertandingan dengan lebih aktif dan lebih sering mengancam gawang Milan.

Nico Gonzalez sempat menguji Mike Maignan, sementara Francisco Conceicao menjadi pemain yang paling merepotkan pertahanan Rossoneri pada babak pertama.

Salah satu peluang terbaik Juve muncul ketika Conceicao memaksa Maignan melakukan penyelamatan dan Manuel Locatelli gagal memanfaatkan bola muntah. Conceicao kembali mengancam sebelum turun minum, tetapi kiper Milan tetap mampu menjaga gawangnya.

Meski Juventus lebih berbahaya, skor tetap 0-0 sampai babak pertama selesai.

Conceicao Nyaris Pecahkan Kebuntuan

Selepas jeda, Juventus kembali mengambil inisiatif.

Pada menit ke-55, Conceicao melepaskan tembakan keras setelah Milan kehilangan bola di lini tengah.

Usahanya sudah melewati Maignan, tetapi bola justru menghantam tiang gawang.

Momen itu menjadi peluang terbesar Juventus sebelum Milan justru menghukum mereka lewat serangan balik.

Alphadjo Cisse Bawa Milan Unggul

Milan tidak menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.

Namun mereka sangat efektif ketika kesempatan datang.

Masuk sebagai pemain pengganti, Samuel Chukwueze membawa bola dalam serangan balik sebelum mengirim umpan silang panjang ke sisi lain lapangan.

Alphadjo Cisse mengontrol bola dengan baik, memotong ke dalam melewati Manuel Locatelli, lalu melepaskan tembakan rendah yang masuk ke sudut jauh gawang Juventus. Gol tersebut tercatat pada menit ke-68.

Milan unggul 1-0.

Menariknya, Cisse dan Chukwueze sama-sama baru masuk pada babak kedua. Pergantian Ruben Amorim langsung memberikan dampak.

Cisse Kembali Menunjukkan Potensinya

Gol tersebut memperpanjang awal positif Alphadjo Cisse di Serie A.

Pemain muda Milan itu mulai mendapatkan sorotan karena mampu memberikan kontribusi penting meskipun belum selalu menjadi pilihan utama.

The Guardian bahkan mencatat Cisse sudah mengemas dua gol Serie A pada fase awal musim ini, menjadi salah satu titik terang di tengah performa menyerang Milan yang belum sepenuhnya meyakinkan.

Yang lebih mencolok adalah Milan mencetak gol tersebut dari sangat sedikit peluang.

Secara keseluruhan, Rossoneri hanya mencatat tiga tembakan sepanjang laga dan satu yang tepat sasaran.

Dan satu-satunya tembakan tepat sasaran itu menjadi gol.

Juventus Terus Menekan

Setelah tertinggal, Juventus meningkatkan tekanan.

Nick Woltemade masuk dan mendapatkan peluang, tetapi tembakannya masih melambung.

Jeremie Boga juga mencoba peruntungan, tetapi usahanya masih mengarah tepat ke Maignan.

Waktu terus berjalan.

Milan semakin dekat dengan kemenangan besar di Turin.

Namun Luciano Spalletti masih mempunyai satu kartu terakhir.

Gatti Masuk di Menit Akhir

Pada menit ke-89, Juventus memasukkan Federico Gatti menggantikan Zeki Celik.

Keputusan tersebut ternyata menjadi sangat menentukan.

Gatti dikenal sebagai bek tengah, tetapi dalam situasi akhir pertandingan ia didorong lebih tinggi untuk memanfaatkan kekuatannya dalam duel udara.

Hanya beberapa menit setelah masuk, strategi itu langsung menghasilkan gol.

Federico Gatti Selamatkan Juventus

Memasuki menit 90+2, Teun Koopmeiners mengirim umpan silang dari sisi kiri.

Gatti berada di tiang jauh.

Ia memenangkan duel udara dan mengarahkan sundulannya melewati Mike Maignan.

Gol! Juventus 1-1 AC Milan.

Allianz Stadium langsung bergemuruh.

Milan yang tinggal beberapa menit lagi mengamankan tiga poin harus menerima kenyataan bahwa kemenangan mereka buyar di masa injury time.

“Striker Gatti” Kembali Jadi Penyelamat

Gol tersebut kembali memperlihatkan ancaman Gatti dalam situasi bola udara.

Media yang mengikuti Juventus bahkan menjulukinya “Striker Gatti” setelah sang bek kembali muncul sebagai penyelamat dalam situasi genting.

Menariknya, Gatti sebenarnya tidak banyak mendapatkan menit bermain pada dua laga pembuka.

Namun begitu diberi kesempatan, ia langsung memberikan kontribusi paling penting dalam pertandingan besar.

Juventus Sebenarnya Lebih Layak Menang secara Statistik

Jika melihat statistik, Juventus memang tampil jauh lebih dominan dalam hal ancaman.

Juventus mencatat:

14 tembakan

5 tembakan tepat sasaran

7 sepak pojok

Sementara Milan hanya menghasilkan:

3 tembakan

1 tepat sasaran

1 sepak pojok.

Penguasaan bola relatif berimbang, sekitar 49 persen Juventus dan 51 persen Milan.

Namun secara volume peluang, Juventus jauh lebih aktif.

Itulah mengapa hasil 1-1 mungkin terasa lebih mengecewakan bagi Juve daripada sekadar hasil imbang biasa.

Milan Sangat Efektif, tetapi Minim Ancaman

Dari sisi Milan, pertandingan ini memperlihatkan dua sisi.

Positifnya, mereka sangat klinis.

Satu-satunya tembakan tepat sasaran menghasilkan gol.

Negatifnya, mereka terlalu sedikit menciptakan peluang.

The Guardian menyoroti Milan hanya menghasilkan sekitar 0,10 expected goals, angka yang sangat rendah untuk pertandingan besar.

Jadi meski sempat hampir menang, Milan sebenarnya lebih banyak bertahan daripada menyerang.

Maignan Jadi Salah Satu Pemain Terbaik Milan

Mike Maignan juga layak mendapatkan kredit besar.

Tanpa beberapa penyelamatannya, Milan bisa tertinggal lebih dahulu.

Ia menggagalkan tembakan Nico Gonzalez, Conceicao, dan beberapa peluang lain Juventus.

Maignan hanya gagal menghentikan sundulan Gatti pada masa injury time.

Secara keseluruhan, ia menjadi salah satu alasan Milan masih bisa pulang membawa satu poin.

Spalletti dan Amorim Sama-sama Dapat Dampak dari Pergantian Pemain

Laga ini juga menarik karena kedua pelatih mendapatkan kontribusi besar dari pemain pengganti.

Ruben Amorim memasukkan:

Samuel Chukwueze

dan

Alphadjo Cisse pada menit ke-61.

Tujuh menit kemudian, keduanya bekerja sama menghasilkan gol Milan.

Sementara Luciano Spalletti memasukkan Federico Gatti pada menit ke-89.

Tiga menit kemudian, Gatti mencetak gol penyama.

Jadi dua gol pertandingan ini sama-sama melibatkan pemain yang datang dari bangku cadangan.

Kedua Tim Tetap Tak Terkalahkan

Sebelum laga ini, Juventus dan Milan sama-sama memenangkan dua pertandingan pertama mereka.

Hasil 1-1 membuat keduanya tetap belum terkalahkan setelah tiga pertandingan.

Namun rekor kemenangan sempurna mereka berakhir.

Secara psikologis, Juventus mungkin merasa hasil ini lebih positif karena mereka menyelamatkan satu poin di detik akhir.

Sebaliknya, Milan jelas merasa kehilangan dua poin karena sudah unggul sampai masa injury time.

Cisse Bikin Milan Bermimpi, Gatti Membuyarkannya

Secara narasi, laga ini benar-benar punya dua tokoh utama.

Pertama adalah Alphadjo Cisse.

Ia masuk dari bangku cadangan dan langsung membawa Milan unggul.

Kedua adalah Federico Gatti.

Ia juga masuk sebagai pengganti dan menjadi penyelamat Juventus.

Milan sebenarnya hampir meraih kemenangan tandang penting di Turin.

Namun hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Gatti memastikan Juventus tetap mendapatkan satu poin.

Youtube : https://youtube.com/shorts/yXN9tPDCauU?si=6pCzQwNMA4VlSJ4M
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSq6TJ74L/
Facebook : https://www.facebook.com/share/r/1LXeczuVCN/

Sumber

Juventus — laporan pertandingan resmi:
https://www.juventus.com/it/news/articoli/serie-a-juventus-milan-il-tabellino-x8726

Football Italia — Juventus 1-1 Milan:
https://football-italia.net/serie-a-juventus-1-1-milan-gatti-ruin-cisse/

ESPN — analisis pertandingan:
https://www.espn.com/soccer/report/_/gameId/401874954

The Guardian — analisis Serie A setelah Juventus vs Milan:
https://www.theguardian.com/football/2026/sep/07/inter-napoli-juventus-milan-serie-a-hierarchy

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *