Bali United membuka perjalanan mereka di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil positif.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat malam, 4 September 2026, Serdadu Tridatu berhasil mengalahkan PSS Sleman 2-1 pada laga pekan pertama. Kemenangan tersebut langsung memberikan tiga poin pertama bagi tim asuhan Johnny Jansen.
Pertandingan berjalan cukup menarik karena Bali United tidak hanya mencetak dua gol sah, tetapi juga sempat dua kali lagi membobol gawang PSS pada babak kedua. Sayangnya, kedua gol tambahan itu dianulir karena offside.
Bali United Langsung Ambil Inisiatif
Bermain di kandang sendiri, Bali United langsung berusaha mengambil kendali permainan.
Sekitar 16 ribu penonton hadir memenuhi Stadion Kapten I Wayan Dipta, termasuk ribuan pendukung PSS yang datang mendukung tim tamu. Atmosfer tersebut menjadi salah satu hal yang disorot Johnny Jansen setelah pertandingan.
Bali United sudah mencoba mengancam sejak awal.
Teppei Yachida mendapatkan salah satu peluang pertama pada menit ke-10 atau ke-11, tetapi tembakannya masih melebar dari sasaran. Setelah itu, Jort van der Sande juga mencoba memberikan ancaman di area pertahanan PSS.
PSS sendiri lebih banyak menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Namun tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan momen penting menjelang akhir babak pertama.
Penalti Teppei Yachida Buka Keunggulan
Bali United mendapatkan penalti setelah terjadi pelanggaran terhadap Teppei Yachida di dalam kotak terlarang.
Ada sedikit perbedaan pencatatan menit antara sejumlah laporan. Beberapa sumber mencatat gol pada menit ke-39, sementara laman resmi kompetisi menuliskannya pada menit ke-40. Yang pasti, Yachida maju sebagai eksekutor dan sukses membawa Bali United unggul 1-0.
Tendangannya berhasil menaklukkan kiper PSS, Ega Rizky.
Keunggulan tersebut bertahan sampai turun minum.
Bagi Bali United, gol tersebut sangat penting karena membuat mereka bisa memasuki babak kedua dengan posisi lebih nyaman.
PSS Berusaha Bangkit
Memasuki babak kedua, PSS mencoba bermain lebih agresif.
Namun Bali United tetap mampu mengontrol banyak fase pertandingan.
Rahmat Arjuna sempat mendapatkan kesempatan pada sekitar menit ke-60, tetapi peluang tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Serdadu Tridatu kemudian mendapatkan keuntungan dari kesalahan lini belakang PSS.
Queven Inacio Gandakan Keunggulan
Pada menit ke-66 atau 67, Queven Inacio berhasil mencetak gol kedua Bali United.
Gol tersebut bermula dari kesalahan pemain belakang PSS ketika mengontrol atau memainkan bola terlalu dekat dengan pemain tuan rumah.
Inacio memanfaatkan situasi tersebut dan membuat skor berubah menjadi 2-0.
Gol ini membuat Bali United semakin percaya diri.
Setelah unggul dua gol, mereka justru terus menekan dan hampir memperbesar keunggulan.
Irfan Jaya Sempat Cetak Gol
Pada menit ke-76, Irfan Jaya berhasil menyundul bola masuk ke gawang PSS.
Para pemain Bali United sempat merayakannya.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama.
Wasit menganulir gol tersebut karena Irfan dinilai sudah berada dalam posisi offside.
Skor tetap 2-0.
Jort van der Sande Juga Dianulir
Hanya sekitar empat menit setelah gol Irfan Jaya dianulir, Bali United kembali membobol gawang PSS.
Kali ini giliran Jort van der Sande yang memasukkan bola.
Tetapi lagi-lagi gol tersebut tidak disahkan.
Van der Sande juga dianggap berada dalam posisi offside.
Artinya, dalam waktu singkat Bali United sebenarnya sempat dua kali mencetak gol tambahan.
Kalau keduanya sah, skor bisa saja menjadi jauh lebih besar.
PSS Tidak Menyerah
Meski terus berada dalam tekanan, PSS tetap mencoba mencari gol.
Tim asuhan Pieter Huistra akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan pada masa injury time.
Melvyn Lorenzen mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan silang Saiful Djoge.
Sekali lagi terdapat sedikit perbedaan pencatatan menit.
DetikBali menuliskan gol pada menit 90+2, Bola.com mencatat 90+5, sementara laman resmi liga menuliskan 90+6.
Karena itu, jika ingin memakai data yang paling aman, cukup ditulis:
“Melvyn Lorenzen mencetak gol pada masa injury time.”
Gol PSS Datang Terlambat
Gol Lorenzen membuat skor menjadi 2-1.
Namun waktu yang tersisa sudah terlalu sedikit untuk PSS mengejar gol kedua.
Bali United mampu mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai.
Skor akhir:
Bali United 2-1 PSS Sleman.
Johnny Jansen Puas dengan Permainan Tim
Setelah pertandingan, Johnny Jansen menyambut kemenangan tersebut dengan positif.
Pelatih Bali United mengatakan tiga poin itu sangat penting dan menilai timnya bermain bagus sepanjang pertandingan.
Ia juga menyoroti atmosfer stadion yang ramai dan dukungan dari kedua kelompok suporter.
Jansen menilai Bali United tampil cukup terkontrol.
Meskipun PSS mampu mencetak gol pada akhir pertandingan, secara umum Serdadu Tridatu berhasil menjalankan rencana permainan dengan baik.
Jort van der Sande Jalani Debut
Pertandingan tersebut juga menjadi momen penting bagi Jort van der Sande.
Pemain yang didatangkan dari SC Cambuur itu menjalani debut resminya bersama Bali United.
Ia sebenarnya hampir mencetak gol pada babak kedua, tetapi golnya dianulir karena offside.
Setelah pertandingan, Van der Sande mengatakan dirinya masih terus beradaptasi dengan cuaca dan kondisi sepak bola Indonesia.
Menurutnya, perbedaan iklim cukup terasa dibanding Eropa.
Namun ia tetap senang karena Bali United mampu membuka musim dengan kemenangan.
Pieter Huistra Soroti Kesalahan PSS
Dari kubu PSS, Pieter Huistra menilai timnya sebenarnya mempunyai kesempatan mendapatkan hasil lebih baik.
Namun ia menyoroti dua hal yang sangat menentukan:
penalti pada babak pertama,
dan kesalahan lini belakang yang berujung gol kedua Bali United.
Kesalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Super Elang Jawa.
Apalagi pertandingan pembuka biasanya sangat penting untuk membangun kepercayaan diri pada awal musim.
PSS Dinilai Kurang Beruntung
Laman resmi I.League juga mengutip Huistra yang menyebut PSS kurang beruntung.
Meski kalah, sang pelatih menilai ada beberapa aspek positif dari penampilan timnya.
Gol Lorenzen pada akhir pertandingan setidaknya menunjukkan bahwa PSS tetap berusaha sampai menit terakhir.
Namun secara keseluruhan, Bali United memang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Kemenangan yang Bisa Lebih Besar
Jika melihat jalannya pertandingan, skor 2-1 sebenarnya sedikit menutupi dominasi Bali United.
Mereka bukan hanya mencetak dua gol sah.
Irfan Jaya dan Van der Sande juga dua kali membuat bola masuk ke gawang PSS sebelum dianulir karena offside.
Karena itu, Bali United mempunyai cukup banyak alasan untuk merasa puas dengan performa menyerang mereka.
Yang mungkin perlu diperbaiki adalah kemampuan mempertahankan fokus sampai menit terakhir.
Kebobolan pada injury time bisa menjadi peringatan agar tidak mengendur meskipun sudah unggul dua gol.
Tiga Poin Pertama Bali United
Kemenangan ini membuat Bali United langsung mengoleksi tiga poin dari pertandingan pertama.
Dalam jadwal resmi I.League, pertandingan berikutnya Bali United adalah menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada 12 September 2026, masih di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Itu berarti Serdadu Tridatu kembali bermain di kandang.
Momentum kemenangan atas PSS tentu ingin mereka manfaatkan untuk kembali meraih hasil positif.
Youtube : https://youtube.com/shorts/gq34-dRUNuo?si=QW4KjGWrMnf82HQC
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSqNpNSqH/
Facebook : https://www.facebook.com/share/r/1CpAyfATXr/
Sumber
I.League — laporan resmi Bali United 2-1 PSS Sleman:
https://www.ligaindonesiabaru.com/news/detail/poin-sempurna-di-laga-perdana–johnny-jansen-sebut-bali-united-tampil-terkontrol
I.League — komentar Pieter Huistra:
https://www.ligaindonesiabaru.com/news/detail/kalah-di-laga-perdana–pieter-huistra-sebut-pss-kurang-beruntung
ANTARA — Bali United raih tiga poin:
https://www.antaranews.com/berita/5726741/bali-united-raih-tiga-poin-setelah-tundukkan-pss-sleman
DetikBali — dua gol Bali United dianulir:
https://www.detik.com/bali/sepakbola/d-8649138/awal-manis-bali-united-kalahkan-pss-sleman-2-1-di-stadion-dipta
