Cristiano Ronaldo tampaknya semakin dekat dengan akhir perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola profesional.
Megabintang Portugal berusia 41 tahun itu baru-baru ini memberikan sinyal paling jelas mengenai masa depannya. Dalam wawancara dengan Vogue, Ronaldo mengatakan bahwa musim ini kemungkinan menjadi tahun terakhirnya bermain sepak bola dan ia ingin meninggalkan warisan yang spektakuler.
Pernyataan tersebut langsung membuat satu kemungkinan terasa semakin realistis:
Al Nassr bisa menjadi klub terakhir Cristiano Ronaldo.
Kontrak Ronaldo bersama klub Riyadh itu berlaku sampai akhir musim 2026/27. Jika ia benar-benar memutuskan gantung sepatu ketika kontraknya selesai, perjalanan yang dimulai bersama Sporting CP pada 2002 akan ditutup di Arab Saudi.
Al Nassr Bisa Menjadi Pelabuhan Terakhir
Ronaldo bergabung dengan Al Nassr setelah periode keduanya bersama Manchester United berakhir.
Kepindahan tersebut pada awalnya dianggap mengejutkan karena ia meninggalkan sepak bola elite Eropa menuju Saudi Pro League.
Namun transfer itu kemudian menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam perkembangan sepak bola Arab Saudi.
Ronaldo membawa perhatian internasional yang sangat besar kepada kompetisi tersebut.
Setelah kedatangannya, semakin banyak pemain terkenal Eropa yang ikut pindah ke Saudi Pro League dan perhatian media internasional terhadap liga meningkat secara drastis.
Sekarang situasinya berbeda.
Ronaldo tidak lagi sedang membuka bab baru.
Ia justru mungkin sedang menulis bab terakhir.
Kontrak Tinggal Satu Musim
Ronaldo masih terikat kontrak hingga Juni 2027.
L’Équipe mencatat kontraknya bersama Al Nassr memang akan berakhir pada Juni tahun depan, sementara Ronaldo sendiri mengisyaratkan bahwa musim 2026/27 kemungkinan merupakan musim terakhir dalam kariernya.
Kombinasi dua fakta tersebut membuat kemungkinan pensiun setelah kontrak selesai sangat masuk akal.
Ia tidak perlu berpindah klub lagi.
Ia juga tidak perlu memutus kontrak di tengah jalan.
Ronaldo bisa menyelesaikan musim, mengejar target terakhirnya, kemudian mengambil keputusan pensiun ketika usianya sudah 42 tahun.
Ronaldo Sudah Bicara Terbuka soal Akhir Karier
Sebelumnya, Ronaldo selalu berhati-hati ketika ditanya mengenai pensiun.
Ia sering mengatakan bahwa dirinya akan berhenti ketika tubuh dan pikirannya merasa waktunya sudah tiba.
Namun pernyataan kali ini jauh lebih spesifik.
Ronaldo mengatakan kepada Vogue:
“This is probably my last year of football.”
Ia juga mengatakan ingin meninggalkan “spectacular legacy” ketika akhirnya berhenti.
Kata pentingnya adalah “probably” atau “kemungkinan.”
Artinya, Ronaldo belum mengumumkan pensiun secara resmi.
Masih ada ruang baginya untuk berubah pikiran.
Namun dibanding berbagai komentar sebelumnya, ini adalah salah satu indikasi terkuat bahwa akhir kariernya memang sangat dekat.
Saudi Pro League Juga Mulai Memasuki Fase Baru
Jika Ronaldo benar-benar berhenti pada 2027, momen tersebut akan memiliki arti simbolis untuk sepak bola Arab Saudi.
Ronaldo merupakan figur paling besar dalam gelombang awal perekrutan superstar global oleh Saudi Pro League.
Kehadirannya membantu membuka pintu bagi pemain-pemain terkenal lain.
Namun strategi liga Saudi belakangan juga semakin berkembang.
Bukan hanya superstar senior yang diburu.
Klub-klub mulai semakin agresif mencari pemain yang masih berada di usia produktif, termasuk pemain dari Premier League, Serie A, dan liga-liga elite Eropa lainnya.
Jika Ronaldo pensiun, Saudi Pro League tidak otomatis kehilangan ambisinya.
Tetapi era ketika Ronaldo menjadi wajah utama proyek global kompetisi tersebut bisa berakhir.
Ronaldo Sudah Merencanakan Kehidupan Setelah Sepak Bola
Menariknya, Ronaldo tampaknya tidak terlalu takut menghadapi kehidupan setelah pensiun.
Ia bahkan mengatakan masa depannya “sudah dipetakan.”
Ronaldo sadar bahwa berhenti bermain sepak bola setelah sekitar 25 tahun dapat meninggalkan ruang kosong yang sangat besar.
Karena itu, ia sudah memikirkan berbagai aktivitas yang ingin dilakukan setelah gantung sepatu.
Salah satunya adalah bepergian lebih banyak.
Setelah puluhan tahun hidup mengikuti kalender pertandingan, latihan, pemusatan latihan, perjalanan tim, dan kompetisi internasional, Ronaldo ingin memiliki kebebasan menikmati hidup dengan jadwal yang lebih fleksibel.
Keluarga Akan Mendapat Waktu Lebih Banyak
Keluarga juga menjadi bagian penting dari rencana tersebut.
Ronaldo selama bertahun-tahun harus membagi waktunya antara kompetisi klub, Timnas Portugal, perjalanan internasional, dan berbagai kewajiban profesional lainnya.
Setelah pensiun, ia bisa memiliki waktu jauh lebih banyak untuk keluarganya.
Ronaldo sendiri mengatakan ia ingin lebih menikmati apa yang sudah ia dan keluarganya capai setelah sekitar 25 tahun penuh pengorbanan.
Kalimat itu menunjukkan bahwa dirinya sudah mulai memandang karier dari perspektif berbeda.
Bukan lagi hanya tentang pertandingan berikutnya.
Tetapi tentang kehidupan setelah pertandingan terakhir.
Padel Jadi Salah Satu Kesukaan Ronaldo
Ada satu aktivitas yang secara khusus disebut Ronaldo:
padel.
Ia mengatakan ingin lebih banyak menonton dan memainkan olahraga tersebut setelah sepak bola tidak lagi menjadi pekerjaan utamanya.
Padel memang berkembang sangat cepat secara global dalam beberapa tahun terakhir.
Olahraga tersebut menggabungkan beberapa karakter tenis dan squash dan populer di Spanyol, Timur Tengah, serta berbagai negara Eropa.
Ronaldo sudah lama dikenal menyukai berbagai aktivitas olahraga.
Karena itu, bukan hal mengejutkan jika olahraga tetap menjadi bagian dari kehidupannya setelah berhenti sebagai pesepak bola profesional.
Ronaldo Tidak Akan Benar-benar “Pensiun” dari Dunia Bisnis
Berhenti bermain sepak bola juga tidak berarti Ronaldo berhenti bekerja.
Selama bertahun-tahun, ia sudah membangun ekosistem bisnis yang sangat besar.
Nama CR7 berkembang jauh melampaui lapangan sepak bola.
Ronaldo mempunyai berbagai kepentingan bisnis dan kerja sama komersial, mulai dari fashion, hospitality, fitness, investasi, hingga berbagai proyek brand pribadi.
Dengan basis pengikut media sosial yang sangat besar, Ronaldo juga merupakan salah satu atlet dengan nilai komersial tertinggi di dunia.
Jadi ketika ia berhenti bermain, sumber aktivitas profesionalnya tidak ikut berhenti.
Justru bisa jadi fase kedua kerajaan bisnis Cristiano Ronaldo baru benar-benar dimulai.
Warisan Jauh Melampaui Klub Terakhir
Jika Al Nassr benar-benar menjadi klub terakhirnya, hal itu tidak akan mengubah bagaimana Ronaldo dikenang.
Kariernya tetap mencakup beberapa klub terbesar dalam sejarah sepak bola.
Ia memulai perjalanan profesional bersama Sporting CP.
Kemudian Manchester United menjadikannya superstar.
Real Madrid mengubahnya menjadi salah satu pencetak gol terbesar dalam sejarah.
Juventus menjadi tantangan berikutnya.
Ronaldo kemudian kembali ke Manchester United sebelum pindah ke Al Nassr.
Setiap klub mewakili fase berbeda dari kehidupannya.
Real Madrid Tetap Menjadi Puncak
Sulit membicarakan karier Ronaldo tanpa menempatkan Real Madrid sebagai salah satu periode terbesarnya.
Di sana ia memenangkan empat Liga Champions.
Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
Hubungannya dengan Lionel Messi juga mencapai intensitas tertinggi pada periode tersebut ketika Real Madrid dan Barcelona bersaing hampir setiap pekan.
Selama bertahun-tahun, El Clásico bukan hanya Real Madrid melawan Barcelona.
Pertandingan itu juga dipandang sebagai Ronaldo melawan Messi.
Rivalitas yang Mendefinisikan Generasi
Ronaldo dan Messi menjadi simbol era sepak bola yang sulit terulang.
Keduanya mendominasi penghargaan individu, Liga Champions, dan statistik gol dalam periode yang sangat panjang.
Setiap pencapaian salah satu pemain hampir selalu dibandingkan dengan yang lain.
Ketika Ronaldo akhirnya pensiun, sepak bola tidak hanya kehilangan salah satu pemain terbesarnya.
Satu bagian penting dari generasi Ronaldo-Messi juga benar-benar memasuki bab terakhir.
Piala Dunia Sudah Menjadi Pertanda
Sinyal pensiun Ronaldo sebenarnya sudah muncul sebelumnya.
Piala Dunia 2026 telah dikonfirmasi sebagai Piala Dunia terakhirnya.
Portugal mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir.
Setelah turnamen, pertanyaannya kemudian berubah.
Bukan lagi apakah Ronaldo akan bermain di Piala Dunia berikutnya.
Melainkan berapa lama ia masih akan bermain sama sekali.
Sekarang Ronaldo sendiri mulai memberi jawabannya.
Kemungkinan hanya satu musim lagi.
Target 1.000 Gol Masih Menggantung
Namun masih ada satu target yang dapat memengaruhi keputusan akhirnya.
1.000 gol.
Associated Press melaporkan Ronaldo kini berada pada 976 gol karier, sehingga membutuhkan sekitar 24 gol lagi untuk mencapai angka 1.000.
Jumlah tersebut sebenarnya sangat realistis jika Ronaldo bisa menjalani musim penuh.
Ia masih menjadi pencetak gol utama Al Nassr.
Maka musim terakhirnya berpotensi berubah menjadi perburuan satu rekor bersejarah.
Setiap gol membawa Ronaldo semakin dekat.
Bagaimana Jika Berhenti di 998 atau 999?
Inilah pertanyaan yang menarik.
Ronaldo mengatakan ini kemungkinan musim terakhirnya.
Tetapi bagaimana jika pada akhir musim ia hanya memiliki 998 atau 999 gol?
Apakah ia akan benar-benar berhenti?
Belum ada jawabannya.
Ronaldo tidak mengatakan bahwa angka 1.000 menjadi syarat pensiun.
Tetapi sepanjang kariernya, ia dikenal sangat termotivasi oleh rekor dan pencapaian pribadi.
Karena itu, sulit mengabaikan kemungkinan target tersebut ikut memengaruhi keputusan terakhirnya.
Musim Terakhir Bisa Sangat Emosional
Jika Ronaldo kemudian mengonfirmasi bahwa ini benar-benar musim terakhir, setiap pertandingan akan mendapatkan arti berbeda.
Pertandingan kandang bisa menjadi kesempatan terakhir fans Al Nassr melihatnya.
Pertandingan tandang bisa berubah menjadi perpisahan.
Setiap gol akan membawa hitungan menuju 1.000.
Dan setiap laga yang berlalu berarti satu langkah semakin dekat kepada pertandingan terakhir.
Situasi seperti ini pernah terjadi kepada banyak legenda.
Namun skala Ronaldo membuatnya berbeda.
Ia memiliki penggemar dari hampir setiap bagian dunia.
Dunia Sepak Bola Bersiap Mengucapkan Selamat Tinggal
Belum ada pengumuman resmi bahwa Cristiano Ronaldo akan pensiun pada Juni 2027.
Itu tetap perlu ditegaskan.
Ronaldo mengatakan “kemungkinan”, bukan “pasti”.
Namun ketika seorang pemain berusia 41 tahun dengan kontrak yang akan berakhir tahun depan mengatakan bahwa ini mungkin menjadi tahun terakhirnya, tentu sinyal tersebut sulit diabaikan.
Apalagi Piala Dunia terakhirnya juga sudah selesai.
Secara alami, semua bagian mulai mengarah menuju akhir.
Dari Sporting hingga Riyadh
Jika kita mundur ke 2002, mungkin tidak ada yang membayangkan perjalanan sepanjang ini.
Seorang remaja dari Madeira memulai karier bersama Sporting.
Lebih dari dua dekade kemudian, ia mempunyai lima Ballon d’Or, lima Liga Champions, ratusan gol, gelar internasional bersama Portugal, serta reputasi sebagai salah satu atlet paling terkenal di planet ini.
Perjalanan itu membawanya dari Lisbon menuju Manchester.
Kemudian Madrid.
Turin.
Kembali ke Manchester.
Dan akhirnya Riyadh.
Jika Al Nassr memang menjadi titik terakhir, lingkaran perjalanan itu akan selesai setelah sekitar seperempat abad.
Youtube : https://youtube.com/shorts/u7vtYW4ZT9E?si=p0XzR22mKVvjhB5G
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSVrjA4Gr/
Sumber
Associated Press / Washington Post — Ronaldo mengatakan musim ini kemungkinan menjadi yang terakhir dan tercatat memiliki 976 gol:
https://www.washingtonpost.com/sports/soccer/2026/08/17/cristiano-ronaldo-retirement/07bfe9c6-9a1e-11f1-9cc4-2dc9b46e2d5c_story.html
The Guardian / AFP — Pernyataan Ronaldo mengenai kemungkinan tahun terakhir dan rencana hidup setelah sepak bola:
https://www.theguardian.com/football/2026/aug/16/cristiano-ronaldo-says-this-year-is-probably-his-last-as-a-footballer
L’Équipe — Kontrak Ronaldo dengan Al Nassr sampai Juni 2027:
https://www.lequipe.fr/Football/Actualites/Cristiano-ronaldo-envisagerait-la-retraite-c-est-probablement-ma-derniere-annee-de-football/1711476
