Satu bab besar dalam perjalanan Cristian “Cuti” Romero bersama Tottenham Hotspur akhirnya resmi berakhir.

Bek asal Argentina itu meninggalkan London Utara setelah lima musim dan kini resmi menjadi pemain Atlético Madrid. Klub Spanyol tersebut mengonfirmasi kedatangan Romero pada 15 Agustus 2026 dengan kontrak berdurasi lima tahun hingga 2031. Nilai transfernya dilaporkan mencapai sekitar €35 juta ditambah €5 juta dalam bonus, atau kurang lebih €40 juta secara keseluruhan.

Kepergian Romero menutup perjalanan yang tidak selalu sempurna, tetapi hampir tidak pernah membosankan.

Selama membela Spurs, ia dikenal sebagai bek yang agresif, keras dalam duel, berani mengambil risiko, dan tidak pernah takut menghadapi penyerang lawan.

Karakter itulah yang membuat Romero dicintai sebagian suporter sekaligus menjadi sosok kontroversial bagi sebagian lainnya.

Namun satu hal sulit dibantah:

Cristian Romero selalu bermain dengan karakter.

Datang dari Atalanta, Langsung Menjadi Figur Penting

Romero pertama kali bergabung dengan Tottenham pada 2021 dengan status pinjaman dari Atalanta sebelum kepindahannya dipermanenkan setahun kemudian.

Tottenham mendapatkan seorang bek yang ketika itu sedang berkembang sangat cepat di Serie A.

Romero sebelumnya juga sempat bermain untuk Genoa setelah meninggalkan Belgrano di Argentina.

Di Italia, reputasinya tumbuh sebagai bek tengah agresif dengan kemampuan membaca permainan dan duel satu lawan satu yang kuat.

Tottenham kemudian memberinya panggung di Premier League.

Dan dari sinilah karakter Romero benar-benar dikenal dunia.

156 Penampilan Bersama Tottenham

Selama lima musim bersama Tottenham, Romero mencatat 156 penampilan untuk klub London Utara tersebut.

Catatan individunya memperlihatkan betapa aktifnya Romero dalam permainan bertahan.

Sejak debutnya, ia mencatat jumlah duel terbanyak di antara bek Tottenham dengan 873 duel yang dimenangkan, serta menghasilkan 223 intersep dan 524 sapuan.

Ia juga mencatat 208 tekel, jumlah kedua terbanyak di antara bek Spurs pada periode tersebut.

Bukan hanya bertahan.

Romero juga cukup berbahaya di depan gawang.

Sejak awal musim Premier League 2021/2022, ia mencetak 11 gol liga. Hanya Gabriel Magalhães dan Virgil van Dijk yang mencetak lebih banyak gol di antara bek Premier League dalam periode yang sama.

Bek yang Tidak Pernah Bersembunyi

Inilah mungkin gambaran terbaik mengenai Romero selama berada di Tottenham.

Ia tidak pernah menjadi bek yang bermain aman hanya demi menghindari kesalahan.

Romero selalu ingin terlibat.

Ia maju memotong bola.

Ia mengejar pemain sampai keluar dari posisinya.

Ia masuk dalam duel keras.

Dan ketika pertandingan berubah menjadi panas, Romero sering menjadi pemain pertama yang ikut masuk ke dalam pertarungan.

Terkadang gaya tersebut menjadi kekuatan terbesar Tottenham.

Di kesempatan lain, agresivitas yang sama justru membuat Spurs berada dalam masalah.

Tetapi Romero hampir selalu memainkan pertandingan dengan intensitas maksimum.

Karakter yang Membawa Risiko

Gaya permainan Romero memang memiliki konsekuensi.

Ia beberapa kali mendapatkan kartu merah dan kartu kuning selama kariernya bersama Tottenham.

Keputusan agresif dalam duel juga beberapa kali membuatnya mendapat kritik.

Romero bukan tipe bek yang akan mundur beberapa meter dan menunggu lawan melakukan kesalahan.

Ia justru ingin merebut bola lebih awal.

Pendekatan semacam itu menciptakan momen spektakuler ketika berhasil.

Namun jika terlambat sepersekian detik saja, hasilnya bisa berupa pelanggaran atau kartu.

Inilah paradoks Romero.

Hal yang membuatnya begitu menarik juga menjadi salah satu kelemahan terbesarnya.

Tetapi Tottenham Mendapat Pemimpin

Seiring waktu, Romero bukan lagi sekadar bek utama.

Ia berkembang menjadi salah satu pemimpin tim dan kemudian dipercaya mengenakan ban kapten.

Pengalaman bersama Timnas Argentina juga membantu perkembangan tersebut.

Romero sudah terbiasa bermain dalam pertandingan besar.

Ia menjadi bagian dari Argentina yang memenangkan Piala Dunia 2022 dan sejumlah gelar internasional lainnya.

Pada Piala Dunia 2026, Romero kembali menjadi pemain penting Argentina dan tampil sebagai starter dalam tujuh dari delapan pertandingan ketika Albiceleste mencapai final.

Pengalaman itu kemudian dibawanya kembali ke Tottenham.

Momen Terbesar: Mengakhiri Puasa Trofi Spurs

Jika harus memilih satu pencapaian yang paling berarti bagi Romero bersama Tottenham, jawabannya hampir pasti adalah Europa League 2024/2025.

Romero membantu Spurs mengakhiri penantian panjang klub untuk sebuah trofi.

Tottenham memenangkan Europa League dan mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun.

Momen tersebut juga menjadi bagian penting dalam pesan perpisahan Romero.

Ketika tiba di Tottenham, ia mengatakan memiliki satu mimpi: meninggalkan namanya dalam sejarah klub dengan membantu Spurs kembali mengangkat trofi.

Dan mimpi itu akhirnya terwujud.

Dalam pesan perpisahannya, Romero menulis bahwa perjalanan mereka memang tidak sempurna, tetapi dirinya memilih mengingat momen bahagia, pelajaran, orang-orang yang mendukungnya, dan kasih sayang yang diterimanya selama lima tahun.

Perjalanan Itu Memang Tidak Sempurna

Romero sendiri mengakuinya.

Lima tahunnya di Spurs tidak selalu berjalan mulus.

Cedera menjadi salah satu masalah.

Disiplin di lapangan juga beberapa kali menjadi sorotan.

Musim terakhirnya bahkan diwarnai kontroversi ketika ia mendapat kritik karena mempertimbangkan pulang ke Argentina ketika Tottenham sedang menjalani pertarungan penting di akhir musim. Pada akhirnya ia membatalkan rencana tersebut, tetapi insiden itu tetap memicu perdebatan mengenai posisinya sebagai kapten klub.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Romero dan Spurs memang kompleks.

Ia bisa menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan dalam satu pekan.

Kemudian menjadi pusat kontroversi pada pekan berikutnya.

Tetapi mungkin justru itulah mengapa kisahnya bersama Tottenham begitu sulit dilupakan.

Dari Córdoba ke London Utara

Perjalanan Romero menuju Premier League juga jauh dari sederhana.

Ia lahir di Córdoba, Argentina, pada 27 April 1998.

Karier profesionalnya dimulai bersama Belgrano.

Pada 2018, ketika berusia sekitar 20 tahun, ia meninggalkan Argentina dan memulai petualangan Eropa bersama Genoa.

Setelah tampil meyakinkan di Serie A, Juventus merekrut Romero.

Namun ia tidak pernah benar-benar tampil untuk klub Turin tersebut.

Perjalanannya kemudian membawanya ke Atalanta.

Di Bergamo, Romero berkembang pesat hingga akhirnya menjadi salah satu bek paling dicari di Eropa.

Tottenham datang pada 2021.

Dan lima tahun berikutnya menjadi periode terpanjang serta salah satu bagian terpenting dalam karier klubnya.

Tottenham Mengubah Romero, Romero Juga Meninggalkan Jejak

Premier League menuntut kualitas yang sangat berbeda dengan Serie A.

Permainan lebih cepat.

Transisi jauh lebih agresif.

Bek harus menghadapi penyerang dengan kecepatan tinggi hampir setiap pekan.

Romero beradaptasi.

Ia menjadi lebih berpengalaman, lebih vokal, dan pada akhirnya mendapatkan tanggung jawab sebagai kapten.

Tottenham juga memberinya kesempatan menjadi pemain yang dikenal secara global.

Sebaliknya, Romero meninggalkan jejaknya sendiri di klub.

Bukan hanya melalui statistik.

Tetapi melalui gaya bermain yang sangat mudah dikenali.

Perpisahan Emosional

Romero mengumumkan perpisahannya sebelum kepindahan ke Atlético Madrid diresmikan.

Dalam pesan tersebut, ia menggambarkan Tottenham sebagai lebih dari sekadar klub.

Spurs disebutnya sebagai rumah, tantangan, dan tempat di mana keluarganya membangun bagian penting dalam kehidupan mereka.

Ia juga mengakui dirinya tidak sempurna.

Namun ada satu hal yang menurutnya membuat dirinya pergi dengan tenang:

ia selalu memberikan semuanya.

Romero mengatakan dirinya membela seragam Tottenham dengan kebanggaan dan sepenuh hati.

Pernyataan tersebut mungkin merupakan rangkuman terbaik dari lima tahunnya di London.

Tidak sempurna.

Tetapi selalu intens.

Atlético Madrid Menjadi Bab Berikutnya

Perjalanan berikutnya membawa Romero ke Spanyol.

Atlético Madrid mengonfirmasi transfernya pada 15 Agustus 2026.

Romero menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2031.

Nilai kesepakatan dilaporkan sekitar €35 juta plus €5 juta dalam variabel, sehingga totalnya bisa mencapai €40 juta.

Romero akan bekerja di bawah pelatih Argentina, Diego Simeone.

Secara karakter, kombinasi tersebut terlihat sangat menarik.

Simeone dikenal menyukai pemain dengan agresivitas, mental bertarung, intensitas, dan kemampuan bertahan satu lawan satu.

Semua kualitas tersebut merupakan bagian utama dari permainan Romero.

Gaya Romero Cocok dengan Atlético

Atlético sendiri mendeskripsikan pemain barunya sebagai bek yang sangat fisik, cepat dalam melakukan antisipasi, kuat dalam tekel, serta memiliki otoritas dan kepemimpinan di lapangan.

Deskripsi itu hampir merupakan definisi dari Romero selama bermain di Tottenham.

Jika Simeone mampu mengontrol sisi agresifnya tanpa menghilangkan karakter utama sang pemain, Atlético bisa mendapatkan salah satu bek paling kompetitif di La Liga.

Romero juga akan bergabung dengan beberapa pemain Argentina lainnya di Madrid.

Lingkungan tersebut bisa membantu proses adaptasinya berlangsung cepat.

Tottenham Kehilangan Figur Besar

Untuk Tottenham, transfer tersebut bukan sekadar kehilangan satu bek.

Spurs kehilangan seorang kapten.

Mereka kehilangan pemain dengan pengalaman Piala Dunia.

Dan mereka kehilangan salah satu bek yang selama lima musim menjadi bagian utama pertahanan.

Namun klub memang sudah mulai mempersiapkan transisi.

Masa depan lini belakang Tottenham kini akan dibangun tanpa Romero.

Pergantian tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa Spurs memasuki fase baru.

Tidak Semua Suporter Akan Merindukannya dengan Cara yang Sama

Warisan Romero di Tottenham tidak akan dinilai sama oleh semua orang.

Sebagian suporter akan mengingat tekel keras, keberanian, kepemimpinan, dan trofi Europa League.

Sebagian lainnya mungkin lebih mengingat kartu merah, cedera, dan kontroversi.

Keduanya valid.

Romero memang bukan pemain yang mudah ditempatkan dalam satu kategori sederhana.

Ia bukan pemain sempurna.

Ia juga bukan pemain biasa.

Satu Hal Sulit Dibantah: Romero Selalu Bermain dengan Karakter

Dalam kemenangan maupun kekalahan, Romero hampir tidak pernah bersembunyi.

Ia selalu berusaha memengaruhi pertandingan.

Kadang melalui tekel.

Kadang melalui duel udara.

Kadang melalui gol.

Kadang melalui provokasi atau konfrontasi yang sebenarnya tidak diperlukan.

Namun intensitasnya hampir selalu ada.

Dan itulah mungkin mengapa banyak suporter tetap memiliki ikatan dengan dirinya meskipun berbagai kontroversi muncul.

Mereka tahu Romero akan mempertaruhkan tubuhnya untuk sebuah duel.

Lima Tahun yang Berarti

Tidak semua perjalanan harus sempurna untuk menjadi berarti.

Cristian Romero meninggalkan Tottenham setelah lima musim, 156 pertandingan, dan sebuah trofi Europa League yang mengakhiri penantian gelar klub selama 17 tahun.

Ia datang sebagai bek muda dari Atalanta.

Ia pergi sebagai pemain berusia 28 tahun, juara dunia bersama Argentina, mantan kapten Tottenham, dan salah satu bek paling berkarakter yang pernah bermain untuk klub dalam beberapa tahun terakhir.

Ada keberanian.

Ada loyalitas.

Ada kemenangan.

Ada kartu.

Ada kontroversi.

Ada kepemimpinan.

Dan akhirnya ada perpisahan.

Youtube : https://youtube.com/shorts/6Gcfnmr9RT0?si=Ejlr3brCkDUQqq_6
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSV8xXDrw/

Sumber

Atlético Madrid / laporan konfirmasi transfer Romero:
https://en.atleticodemadrid.com/

ESPN — Romero resmi pindah dari Tottenham ke Atlético Madrid:
https://www.espn.co.uk/football/story/_/id/49593676/cristian-romero-seals-transfer-atletico-madrid-tottenham

beIN Sports — Atlético Madrid mengonfirmasi kedatangan Cristian Romero:
https://www.beinsports.com/en-us/soccer/premier-league/articles/atletico-madrid-confirm-romero-arrival-from-spurs-2026-08-15

beIN Sports — Pesan perpisahan Romero dan statistiknya bersama Tottenham:
https://www.beinsports.com/en-us/soccer/premier-league/articles/romero-confirms-spurs-departure-ahead-of-atletico-move-2026-08-14

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *