Real Madrid dikenal sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola. Los Blancos memiliki puluhan gelar domestik dan menjadi pemegang rekor juara Liga Champions terbanyak.

Namun, ada satu hal yang sering membuat penggemar penasaran.

Mengapa tidak ada bintang di atas lambang Real Madrid?

Padahal, klub-klub besar seperti Juventus, Inter Milan, dan Bayern München menggunakan bintang untuk menunjukkan jumlah gelar liga yang telah mereka menangkan.

Sebagian orang mengira Real Madrid sengaja tidak memasangnya karena mempunyai terlalu banyak trofi. Ada pula kutipan populer yang dikaitkan dengan Florentino Pérez, seolah-olah presiden klub pernah mengatakan bahwa tidak ada cukup ruang di jersey untuk menaruh semua bintang milik Madrid.

Namun, alasan sebenarnya lebih sederhana. Penggunaan bintang pada jersey klub tidak memiliki aturan yang sama di setiap negara.

Tradisi Bintang Berbeda di Setiap Kompetisi

Bintang di atas lambang klub bukanlah aturan internasional yang berlaku secara otomatis.

Setiap federasi atau liga mempunyai kebiasaan berbeda.

Di Italia, satu bintang umumnya melambangkan sepuluh gelar Serie A. Karena itu, klub seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan memakai bintang berdasarkan jumlah gelar liga yang mereka raih.

Jerman menggunakan sistem yang berbeda. Klub Bundesliga mendapatkan jumlah bintang berdasarkan pencapaian tertentu, bukan satu bintang untuk setiap sepuluh gelar.

Beberapa negara lain juga memiliki aturan sendiri. Ada yang menggunakan bintang untuk gelar liga, gelar kontinental, atau keberhasilan tertentu dalam sejarah klub.

Sementara itu, sepak bola Spanyol tidak memiliki tradisi resmi yang mewajibkan bintang di atas lambang untuk menunjukkan jumlah gelar La Liga.

Itulah mengapa bukan hanya Real Madrid yang tidak memakainya. Barcelona dan Atlético Madrid juga tidak menggunakan bintang berdasarkan jumlah gelar liga mereka.

Real Madrid Sebenarnya Sangat Layak Memakai Banyak Bintang

Apabila Spanyol menerapkan sistem Italia, Real Madrid tentu berhak memakai beberapa bintang.

Daftar penghargaan resmi klub mencatat Real Madrid telah memenangkan 36 gelar liga Spanyol. Klub juga memiliki 20 Copa del Rey, 13 Piala Super Spanyol, dan berbagai trofi lain dalam sejarah panjangnya.

Namun, penggunaan bintang tidak ditentukan hanya oleh banyaknya trofi.

Real Madrid tidak bisa secara otomatis menambahkan tiga atau puluhan bintang tanpa mengikuti identitas visual klub serta ketentuan kompetisi yang mereka ikuti.

Karena La Liga tidak menggunakan sistem seperti Serie A, tidak ada alasan resmi bagi Madrid untuk memasang bintang berdasarkan gelar domestik.

Dengan kata lain, Real Madrid tidak memakai bintang bukan karena mereka tidak berhak. Sistem tersebut memang bukan bagian dari tradisi utama sepak bola Spanyol.

Bagaimana dengan 15 Gelar Liga Champions?

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa Real Madrid tidak memasang 15 bintang untuk menunjukkan gelar Liga Champions.

UEFA mencatat Madrid sebagai klub tersukses dalam sejarah Piala Eropa dan Liga Champions. Los Blancos telah memenangkan kompetisi tersebut sebanyak 15 kali, lebih dari dua kali lipat dibandingkan AC Milan sebagai pesaing terdekat.

Namun, gelar Liga Champions juga tidak otomatis diwakili oleh bintang di atas lambang.

UEFA mempunyai sistem penghargaan tersendiri berupa badge of honour atau lencana kehormatan. Lencana tersebut diberikan kepada klub yang berhasil menjuarai Piala Eropa atau Liga Champions setidaknya lima kali, atau tiga musim secara beruntun.

Real Madrid memenuhi kedua syarat tersebut.

Mereka memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa secara berturut-turut pada 1956 hingga 1960. Madrid kemudian kembali mencetak sejarah dengan menjuarai Liga Champions tiga kali beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.

Karena itu, ketika tampil dalam kompetisi UEFA, Real Madrid menggunakan lencana khusus yang memperlihatkan jumlah gelar Eropa mereka.

Jadi, prestasi tersebut tetap ditampilkan. Hanya saja, posisinya berada pada bagian lengan jersey dan bukan berupa deretan bintang di atas lambang klub.

Bintang pada Tim Nasional Berbeda dengan Klub

Banyak orang terbiasa melihat bintang pada jersey tim nasional.

Brasil memasang lima bintang sebagai simbol lima gelar Piala Dunia. Argentina memasang bintang berdasarkan jumlah gelar dunia mereka, begitu pula Prancis, Jerman, Italia, dan negara lain yang pernah menjadi juara.

Karena itu, muncul anggapan bahwa sistem yang sama juga berlaku untuk klub.

Padahal, keduanya berbeda.

Pada tingkat tim nasional, bintang di atas lambang umumnya digunakan untuk menandai keberhasilan di Piala Dunia. Sistem ini lebih konsisten dan mudah dipahami.

Sementara pada tingkat klub, tidak ada aturan global yang menyamakan maknanya.

Satu bintang bisa berarti sepuluh gelar liga di satu negara, beberapa gelar liga di negara lain, atau gelar kontinental di tempat berbeda.

Ada pula klub yang tidak memasang bintang sama sekali meskipun mempunyai sejarah panjang dan banyak trofi.

Real Madrid Mempertahankan Identitas Lambangnya

Alasan lain berkaitan dengan identitas visual Real Madrid.

Lambang klub sudah mempunyai desain yang sangat mudah dikenali. Di dalamnya terdapat huruf M, C, dan F yang berasal dari Madrid Club de Fútbol, garis diagonal, serta mahkota kerajaan.

Real Madrid tidak memerlukan tambahan bintang agar publik mengenali prestasinya.

Warna putih, lambang bermahkota, dan sejarah keberhasilan di Eropa sudah menjadi identitas yang kuat.

Menambahkan banyak bintang juga dapat membuat tampilan jersey terasa penuh. Apalagi jika Madrid ingin menghitung seluruh gelar besar yang telah mereka menangkan.

Klub sendiri mencatat memiliki 15 Piala Eropa, sembilan gelar juara dunia antarklub berdasarkan penghitungan resmi klub, enam Piala Super Eropa, dua Piala UEFA, dan 36 gelar liga.

Jika setiap trofi diberi satu bintang, tentu jumlahnya akan sangat banyak. Namun, tidak ada sistem sepak bola yang menggunakan satu bintang untuk setiap trofi dari semua kompetisi.

Kutipan Florentino Pérez yang Viral Belum Terbukti

Di media sosial sering beredar sebuah kutipan yang dikaitkan dengan Florentino Pérez:

“Jika kami memasang satu bintang untuk setiap trofi, tidak akan ada ruang tersisa di jersey.”

Versi lainnya berbunyi:

“Real Madrid tidak membutuhkan bintang karena Real Madrid sendiri adalah bintangnya.”

Kedua kalimat tersebut terdengar cocok dengan kebesaran dan citra Real Madrid. Karena itu, kutipan tersebut sering muncul dalam video pendek, unggahan penggemar, dan konten sepak bola.

Namun, belum ditemukan wawancara resmi, konferensi pers, video, atau pernyataan dari situs Real Madrid yang membuktikan bahwa Florentino Pérez benar-benar pernah mengucapkannya.

Hasil pencarian terhadap pidato serta konferensi pers Florentino juga tidak menunjukkan bukti terpercaya mengenai kalimat tersebut.

Karena itu, kutipan tadi sebaiknya tidak ditulis sebagai pernyataan resmi.

Kalimat yang lebih tepat adalah:

“Ada kutipan populer di media sosial yang dikaitkan dengan Florentino Pérez dan menyebut tidak akan ada cukup ruang apabila Madrid memasang bintang untuk setiap trofi. Namun, keaslian kutipan tersebut belum dapat diverifikasi.”

Penjelasan seperti ini tetap menarik untuk konten, tetapi tidak menyesatkan pembaca.

Real Madrid Menunjukkan Prestasi melalui Cara Lain

Real Madrid tidak membutuhkan bintang di atas lambangnya untuk mengingatkan orang mengenai prestasi klub.

Piala-piala mereka ditampilkan melalui museum, identitas stadion, acara perayaan, materi promosi, dan lencana khusus kompetisi.

Nama Real Madrid juga sudah sangat identik dengan Liga Champions.

UEFA sendiri menyebut Madrid sebagai klub tersukses dalam sejarah kompetisi dengan 15 gelar dari 18 penampilan di final.

Prestasi itu jauh lebih mudah dikenali publik dibandingkan sekadar jumlah bintang pada jersey.

Saat melihat seragam putih dengan lambang bermahkota, banyak orang sudah langsung menghubungkannya dengan sejarah kemenangan besar di Eropa.

Apakah Madrid Bisa Memasang Bintang pada Masa Depan?

Secara teori, desain jersey dapat berubah.

Real Madrid dapat menggunakan elemen tambahan apabila klub, produsen jersey, dan penyelenggara kompetisi menyetujuinya.

Namun, tidak ada tanda bahwa klub akan mengubah lambang utamanya dengan memasang bintang berdasarkan jumlah gelar.

Perubahan seperti itu juga bukan sesuatu yang diperlukan.

Selama La Liga tidak menerapkan sistem penghargaan bintang, Madrid kemungkinan besar akan mempertahankan desain tradisionalnya.

Untuk gelar Eropa, lencana UEFA sudah menjadi penanda resmi.

Karena itu, penambahan bintang di atas lambang justru dapat dianggap tidak sesuai dengan tradisi klub dan kompetisi Spanyol.

Tidak Memakai Bintang Bukan Berarti Kurang Berprestasi

Kesalahan yang sering terjadi adalah menilai keberhasilan klub berdasarkan jumlah bintang pada jersey.

Padahal, bintang hanya simbol. Maknanya bergantung pada aturan dan kebiasaan masing-masing negara.

Klub dengan tiga bintang belum tentu mempunyai lebih banyak trofi internasional daripada klub tanpa bintang.

Dalam kasus Real Madrid, ketiadaan bintang justru menunjukkan bahwa prestasi klub tidak harus dijelaskan melalui simbol tersebut.

Daftar trofi resminya sudah berbicara sendiri.

Madrid mempunyai rekor 15 gelar Liga Champions dan menjadi klub paling sukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Mereka juga memiliki 36 gelar liga berdasarkan daftar penghargaan resmi klub.

Kesimpulan

Real Madrid tidak memasang bintang di atas lambang jersey bukan karena klub tersebut dilarang atau tidak mempunyai cukup prestasi.

Alasan utamanya adalah sepak bola Spanyol tidak memiliki tradisi resmi penggunaan bintang untuk menunjukkan jumlah gelar liga.

Untuk pencapaian di Eropa, Real Madrid menggunakan lencana kehormatan UEFA pada bagian lengan jersey. Lencana itu menjadi penanda bahwa mereka merupakan salah satu klub yang telah memenangkan kompetisi Eropa berkali-kali.

Sementara itu, kutipan mengenai “tidak ada ruang untuk semua bintang” memang populer dan sering dikaitkan dengan Florentino Pérez. Namun, belum ada sumber resmi yang membuktikan bahwa presiden Real Madrid benar-benar pernah mengatakannya.

Jadi, Real Madrid tidak memakai bintang karena tradisi, peraturan kompetisi, dan pilihan identitas klub.

Dengan atau tanpa tambahan bintang, lambang Real Madrid tetap mewakili salah satu sejarah terbesar dalam dunia sepak bola.

Youtube : https://youtube.com/shorts/qcw8dVESPcg?si=3ArPLCqnI5bcJn9Y
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZS4F1k95Y/

Sumber

  1. Real Madrid — Daftar resmi seluruh gelar klub
    https://www.realmadrid.com/es-ES/el-club/palmares/futbol
  2. UEFA — Real Madrid menjadi klub tersukses dengan 15 gelar Liga Champions
    https://www.uefa.com/uefachampionsleague/history/clubs/50051–real-madrid/
  3. UEFA — Daftar klub pemenang Piala Eropa dan Liga Champions
    https://www.uefa.com/uefachampionsleague/news/0275-1541637ad1db-88aeeefefefd-1000–champions-league-winners-list-which-teams-have-won-the-eu/
  4. UEFA — Penjelasan mengenai badge of honour untuk juara Eropa
    https://www.uefa.com/uefachampionsleague/news/0250-0c511b10d395-72f38b4cbce0-1000–how-uefa-honours-multiple-european-cup-winners/
  5. Real Madrid — Sejarah keberhasilan klub di kompetisi Eropa
    https://www.realmadrid.com/en-US/the-club/history/football/first-team/chronology

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *