Marc Cucurella menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bek berambut keriting itu tampil penuh energi, berani naik membantu serangan, dan tetap disiplin ketika menjaga sisi kiri pertahanan La Roja.
Namun, di balik penampilannya yang selalu terlihat ceria, Cucurella punya cerita keluarga yang cukup menyentuh. Anak pertamanya, Mateo, diketahui berada dalam spektrum autisme. Cucurella dan pasangannya, Claudia Rodríguez, harus melewati proses panjang untuk memahami kebutuhan putra mereka, mencari sekolah yang cocok, serta menyesuaikan kehidupan keluarga setelah pindah ke Inggris.
Nama Cucurella kemudian kembali menjadi sorotan karena insiden dengan Lionel Messi pada final Piala Dunia 2026. Saat pertandingan berlangsung panas, Messi terlihat meminta wasit memperhatikan Cucurella karena sempat menutup sebagian mulut ketika berbicara.
Insiden itu memicu perdebatan besar. Sebagian orang menuduh Messi mencoba memanfaatkan aturan baru FIFA agar Cucurella mendapat kartu merah. Namun, menyebut Messi “memfitnah” Cucurella tidak sepenuhnya tepat karena tidak ada bukti bahwa Messi membuat tuduhan palsu secara terbuka.
Kalimat yang lebih aman adalah: Messi dituding mencoba membuat Cucurella dihukum dengan memanfaatkan aturan baru tentang pemain yang menutup mulut saat konfrontasi.
Kehidupan Keluarga Marc Cucurella
Marc Cucurella dikenal sebagai pemain yang cukup terbuka tentang kehidupan keluarganya. Ia dan Claudia Rodríguez telah bersama sejak 2018 dan dikaruniai beberapa anak.
Mateo merupakan anak pertama mereka. Menurut sejumlah laporan, Mateo mendapatkan diagnosis autisme setelah keluarganya menyadari adanya perbedaan dalam perkembangan dan cara ia menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Proses tersebut tentu tidak mudah bagi Cucurella dan Claudia. Seperti banyak orang tua lain, mereka harus belajar memahami apa yang membuat Mateo merasa nyaman dan apa yang dapat membuatnya kewalahan.
Ketika Cucurella pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Chelsea, keluarga mereka juga menghadapi masalah baru. Mateo disebut kesulitan menyesuaikan diri dengan sekolah dan lingkungan yang berbeda.
Claudia pernah menceritakan bahwa proses mencari sekolah yang tepat menjadi salah satu tantangan terbesar. Mereka akhirnya menemukan sekolah khusus di London yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan Mateo. Setelah itu, perkembangan sang anak disebut mulai menunjukkan perubahan positif.
Cucurella Harus Membagi Fokus sebagai Pemain dan Ayah
Menjadi pemain sepak bola profesional sudah memiliki tekanan besar. Jadwal latihan padat, pertandingan hampir setiap pekan, perjalanan jauh, serta sorotan media membuat waktu bersama keluarga menjadi terbatas.
Dalam kondisi tersebut, Cucurella tetap harus ikut mendampingi perkembangan Mateo.
Bukan hanya soal terapi atau sekolah. Anak dalam spektrum autisme biasanya membutuhkan rutinitas yang konsisten, lingkungan yang terasa aman, dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Karena itu, keputusan keluarga seperti memilih tempat tinggal, sekolah, dan jadwal sehari-hari menjadi jauh lebih penting.
Cerita tersebut memperlihatkan sisi lain Cucurella. Di lapangan, ia dikenal agresif dan tidak takut berduel. Namun, di rumah, ia harus belajar lebih sabar dan memahami kebutuhan anaknya secara perlahan.
Cucurella sendiri disebut pernah mengatakan bahwa pengalaman membesarkan Mateo mengubah cara dirinya melihat kehidupan, keluarga, dan sepak bola.
Benarkah Cucurella Memanjangkan Rambut agar Dikenali Mateo?
Setelah Piala Dunia 2026, beredar cerita di media sosial bahwa Cucurella tidak pernah mengikat atau memotong rambut panjangnya agar mudah dikenali Mateo ketika bermain.
Cerita tersebut terdengar menyentuh dan dengan cepat menyebar. Banyak akun media sosial mengunggah foto Cucurella bersama anaknya dengan narasi bahwa rambut keritingnya dipertahankan sebagai tanda khusus bagi Mateo.
Namun, klaim itu belum memiliki bukti kuat.
Tidak ditemukan pernyataan langsung yang dapat dipercaya dari Cucurella bahwa dirinya mempertahankan rambut panjang khusus agar mudah dikenali sang anak.
Fakta yang diketahui, Cucurella sudah memiliki gaya rambut panjang dan keriting jauh sebelum Mateo lahir. Dalam wawancara sebelumnya, ia menjelaskan bahwa rambut panjang sudah menjadi kebiasaan sejak kecil dan berkaitan dengan keputusan keluarganya untuk tidak memotong rambutnya pendek.
Sejumlah pemeriksa fakta juga menyebut cerita rambut untuk Mateo sebagai klaim viral yang belum dapat dibuktikan.
Jadi, kisah perjuangan Cucurella mendampingi anaknya memang nyata. Namun, cerita bahwa rambut panjangnya sengaja dipertahankan agar dikenali Mateo sebaiknya tidak ditulis sebagai fakta pasti.
Cucurella Terlibat Insiden dengan Messi di Final
Selain cerita keluarganya, Cucurella menjadi pusat perhatian akibat insiden dengan Lionel Messi dalam final Piala Dunia 2026.
Pertandingan antara Spanyol dan Argentina berlangsung panas, terutama setelah Enzo Fernández mendapat kartu merah. Dalam salah satu konfrontasi setelah kejadian tersebut, Cucurella terlihat berbicara kepada Messi sambil menutup sebagian mulutnya.
Messi kemudian mendatangi wasit Slavko Vinčić dan memberi isyarat ke arah mulut. Gerakan itu dinilai sebagai permintaan agar wasit memeriksa tindakan Cucurella.
Hal tersebut menjadi serius karena FIFA menerapkan aturan baru pada Piala Dunia 2026. Pemain yang menutup mulut ketika terlibat konfrontasi dapat menerima kartu merah jika gerakan itu dianggap bertujuan menyembunyikan ucapan diskriminatif, menghina, atau kasar.
Aturan tersebut dibuat karena kamera dan petugas sering kesulitan mengetahui apa yang dikatakan pemain ketika mulutnya ditutup.
Mengapa Cucurella Tidak Mendapat Kartu Merah?
Walaupun Messi melakukan protes, wasit tidak memberikan kartu merah kepada Cucurella.
Alasannya, aturan tersebut tidak otomatis berlaku setiap kali pemain menutup mulut. Konteks percakapan tetap menjadi hal penting.
Menurut penjelasan yang beredar, Cucurella tidak sedang berusaha menyembunyikan penghinaan kepada Messi. Ia disebut mengarahkan tangan ke mulut untuk menjelaskan bahwa salah seorang pemain mengalami pendarahan atau masalah medis di area tersebut.
Mantan wasit FIFA Mark Halsey juga menilai situasinya tidak memenuhi syarat kartu merah karena gerakan Cucurella tidak dilakukan dalam konteks menyembunyikan kata-kata diskriminatif.
Karena itu, wasit memilih melanjutkan pertandingan tanpa memberikan hukuman.
Keputusan tersebut kemudian menimbulkan dua pendapat. Sebagian orang menganggap wasit sudah tepat karena memahami konteks. Sebagian lainnya merasa aturan baru tersebut terlalu mudah menimbulkan kebingungan dan bisa dimanfaatkan pemain untuk menekan wasit.
Messi Dituding Mencoba Memanfaatkan Aturan Baru
Setelah tayangan ulang beredar, Messi mendapat kritik dari sejumlah mantan pemain dan pengamat.
Wayne Rooney, Joe Hart, dan Lee Dixon termasuk yang menilai tindakan Messi terlihat putus asa. Mereka menganggap Messi mencoba membuat jumlah pemain Spanyol ikut berkurang setelah Argentina kehilangan Enzo Fernández.
Video tersebut juga viral di media sosial. Banyak penggemar menuduh Messi berusaha memengaruhi keputusan wasit dengan menunjuk aturan baru tersebut.
Namun, penting untuk tidak melebih-lebihkan kejadian.
Messi tidak memiliki wewenang memberi kartu. Ia hanya menyampaikan protes kepada wasit, sesuatu yang cukup sering dilakukan pemain dalam pertandingan besar.
Tidak ada bukti bahwa Messi mengetahui penjelasan medis Cucurella saat melakukan protes. Karena itu, menyebutnya sengaja berbohong atau memfitnah terlalu jauh.
Istilah yang lebih akurat adalah bahwa Messi dituding mencoba memanfaatkan situasi dan aturan baru untuk mendorong wasit menghukum Cucurella.
Aturan Menutup Mulut Juga Menuai Kontroversi
Kasus Cucurella memperlihatkan kelemahan dari aturan baru tersebut.
Tujuannya sebenarnya baik, yaitu mencegah pemain menyembunyikan ucapan rasis, homofobik, atau diskriminatif dari kamera.
Namun, gerakan menutup mulut dalam sepak bola tidak selalu berarti pemain sedang menghina lawan. Pemain sering melakukannya ketika membicarakan taktik, menghindari pembacaan bibir, atau menjelaskan sesuatu kepada rekan dan lawan.
Karena itu, wasit harus melihat konteks secara lengkap.
Selama Piala Dunia 2026, Miguel Almirón dan Piero Hincapié dilaporkan sempat menerima kartu merah karena aturan serupa. Sementara dalam kasus Cucurella, wasit memilih tidak memberi hukuman karena tidak menilai percakapannya sebagai konfrontasi berisi penghinaan.
Perbedaan keputusan tersebut membuat banyak pihak meminta aturan dijelaskan lebih rinci agar tidak menimbulkan ketidakpastian.
Dua Sisi Kehidupan Marc Cucurella
Kisah Cucurella menunjukkan dua sisi kehidupan seorang pesepak bola.
Di rumah, ia adalah ayah yang berusaha memahami dan mendukung anaknya. Ia bersama Claudia harus menghadapi proses diagnosis, masalah sekolah, terapi, dan penyesuaian hidup di negara baru.
Di lapangan, ia menjadi bek yang agresif, penuh energi, dan tidak takut menghadapi nama sebesar Lionel Messi.
Kontroversi di final membuatnya semakin dikenal. Namun, cerita perjuangannya sebagai orang tua juga membuat banyak orang melihat Cucurella bukan hanya sebagai pemain sepak bola.
Ia tetap manusia biasa yang harus membagi perhatian antara pekerjaan dan keluarga.
Jangan Campurkan Fakta dengan Cerita Viral
Ada tiga hal yang perlu dibedakan dalam cerita ini.
Pertama, Mateo memang dilaporkan berada dalam spektrum autisme dan keluarga Cucurella menghadapi perjuangan nyata dalam mencari pendidikan serta dukungan yang sesuai.
Kedua, klaim bahwa Cucurella mempertahankan rambut panjang agar dikenali Mateo belum terbukti dan kemungkinan merupakan cerita yang dibesar-besarkan media sosial.
Ketiga, video Messi memprotes tindakan Cucurella memang nyata. Namun, menyebut Messi memfitnahnya tidak tepat karena tidak ada bukti ia sengaja membuat tuduhan palsu.
Kontroversi tersebut lebih tepat dijelaskan sebagai usaha Messi meminta wasit menerapkan aturan baru, sementara wasit memutuskan bahwa tindakan Cucurella tidak layak mendapat kartu merah.
Pada akhirnya, Cucurella menutup turnamen sebagai juara dunia bersama Spanyol. Di balik medali dan trofi, ia juga membawa cerita pribadi tentang keluarga, perjuangan, dan tekanan besar di atas lapangan.
Youtube : https://youtube.com/shorts/e3NgqeOAtKs?si=NGdTyCbQ29Ih6I7a
Tiktok : https://www.tiktok.com/@majalahbola1/video/7666589160853179668
Sumber Artikel
- Cadena SER — Perjuangan keluarga Cucurella mencari sekolah yang sesuai untuk Mateo
https://cadenaser.com/nacional/2025/04/02/el-terrorifico-suceso-que-cambio-la-vida-de-cucurella-y-su-pareja-claudia-en-inglaterra-vi-a-alguien-dentro-con-una-bolsa-mirandome-cadena-ser/ - The Week — Pemeriksaan fakta cerita rambut Cucurella dan anaknya
https://www.theweek.in/news/sports/2026/07/24/fact-check-does-marc-cucurella-keep-long-hair-for-his-autistic-son-mateo.html - International Business Times — Klaim viral tentang rambut Cucurella belum terbukti
https://www.ibtimes.co.uk/marc-cucurella-iconic-hair-family-identity-1810478 - FIFA — Aturan kartu merah untuk pemain yang menutup mulut guna menyembunyikan perilaku diskriminatif
https://inside.fifa.com/organisation/media-releases/the-ifab-red-card-players-covering-mouths-to-conceal-discriminatory-behaviour - Sports Illustrated — Alasan Marc Cucurella tidak mendapat kartu merah
https://www.si.com/soccer/why-marc-cucurella-not-sent-off-world-cup-final-lionel-messi-plea
