Penerapan hydration break dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kebijakan FIFA yang paling banyak diperdebatkan. Jeda minum selama tiga menit pada setiap babak awalnya diperkenalkan sebagai langkah perlindungan bagi pemain yang harus bertanding di tengah perbedaan suhu dan kelembapan di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Namun, setelah turnamen berakhir, muncul pertanyaan mengenai tujuan sebenarnya dari kebijakan tersebut. Presiden LaLiga, Javier Tebas, menjadi salah satu tokoh yang paling keras menyampaikan kritik. Ia menilai jeda minum tidak selalu dibutuhkan dan menduga kepentingan iklan ikut memengaruhi keputusan FIFA.
Menurut Tebas, hydration break masuk akal apabila pertandingan berlangsung dalam suhu sangat panas. Akan tetapi, ia mempertanyakan alasan menerapkannya secara wajib di semua stadion, termasuk arena tertutup yang menggunakan pendingin udara.
Kontroversi semakin besar karena sejumlah stasiun televisi memanfaatkan jeda tersebut untuk menayangkan iklan. Akibatnya, hydration break yang diklaim sebagai langkah keselamatan pemain mulai dipandang sebagian pihak sebagai bentuk baru jeda komersial dalam sepak bola.
FIFA Terapkan Jeda Tiga Menit di Setiap Babak
FIFA mengumumkan kebijakan hydration break pada Desember 2025. Setiap pertandingan Piala Dunia 2026 dihentikan selama tiga menit sekitar menit ke-22 pada babak pertama dan menit ke-67 atau 22 menit setelah babak kedua dimulai.
Aturan tersebut berlaku dalam semua pertandingan tanpa mempertimbangkan suhu udara, kondisi cuaca, keberadaan atap stadion, maupun sistem pendingin ruangan.
FIFA menjelaskan bahwa penerapan secara seragam diperlukan untuk menjamin kondisi yang sama bagi seluruh negara peserta. Menurut badan sepak bola dunia tersebut, setiap tim harus memperoleh kesempatan rehidrasi yang setara, tidak peduli di kota atau stadion mana mereka bermain.
Manolo Zubiria selaku Chief Tournament Officer Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa jeda berlangsung selama tiga menit dari peluit penghentian hingga pertandingan dimulai kembali. Wasit dapat menyesuaikan waktunya apabila terdapat cedera atau penghentian lain mendekati menit yang telah ditentukan.
Alasan resmi FIFA berpusat pada keselamatan pemain. Turnamen berlangsung selama musim panas dan mencakup wilayah dengan karakter cuaca yang sangat berbeda. Kota seperti Miami, New York, dan sejumlah lokasi di Meksiko dapat mengalami suhu serta kelembapan tinggi yang meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi.
Javier Tebas Sebut Hydration Break sebagai “Kebohongan”
Javier Tebas tidak membantah bahwa jeda minum diperlukan dalam cuaca panas. LaLiga sendiri menerapkan cooling break ketika kondisi pertandingan mencapai batas tertentu.
Namun, ia menilai pendekatan FIFA terlalu luas karena tidak membedakan laga yang dimainkan dalam suhu ekstrem dengan pertandingan di stadion tertutup dan berpendingin udara.
Tebas mengatakan beberapa stadion di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta memiliki fasilitas pendingin yang membuat kondisi tribun terasa dingin. Ia mengaku bahkan membutuhkan pakaian tambahan ketika berada di salah satu stadion tersebut.
Atas dasar itu, Tebas menilai hydration break dalam setiap laga bukan sepenuhnya tentang kesejahteraan pemain. Ia menyebut kebijakan itu sebagai jeda yang dibuat untuk iklan dan menuding kepentingan komersial mulai mengubah struktur pertandingan.
Kritik Tebas juga menjadi bagian dari serangan yang lebih luas terhadap kebijakan FIFA. Ia sebelumnya mengecam bertambahnya jumlah pertandingan, rencana pengembangan format Piala Dunia, serta perubahan durasi jeda final yang dinilai mengutamakan hiburan dan pemasukan daripada kebutuhan olahraga.
Broadcaster Manfaatkan Jeda untuk Menampilkan Iklan
Dugaan mengenai tujuan komersial semakin menguat setelah sejumlah broadcaster memotong siaran langsung dan menampilkan iklan selama hydration break.
ESPN melaporkan bahwa FIFA menerapkan dua jeda dalam seluruh 104 pertandingan untuk alasan keseragaman. Namun, beberapa jaringan televisi, termasuk Fox di Amerika Serikat, memanfaatkan periode tersebut untuk menayangkan iklan, sementara broadcaster lain memilih tetap menampilkan pemain dan analisis langsung.
Al Jazeera melaporkan harga satu slot iklan selama 30 detik di Fox Sports diperkirakan berada di kisaran 200 ribu hingga 300 ribu dolar AS. Nilainya dapat meningkat hingga sekitar 750 ribu dolar untuk pertandingan Amerika Serikat dan laga-laga penting pada fase akhir.
Laporan yang sama menyebut iklan selama hydration break berpotensi menghasilkan pemasukan lebih dari 250 juta dolar AS hanya di pasar Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat istilah hydration break mulai berubah menjadi “commercial break” dalam pembicaraan penggemar. Bek Kanada Alistair Johnston bahkan menilai jeda itu kemungkinan membantu FIFA memperoleh pemasukan lebih besar.
Kontroversi membesar saat sebagian penonton televisi melewatkan beberapa detik pertandingan karena broadcaster belum kembali dari iklan ketika permainan sudah dimulai. Peristiwa semacam itu membuat kebijakan keselamatan pemain tercampur dengan persoalan kualitas siaran dan kepentingan bisnis.
Pemain Nilai Jeda Tidak Selalu Dibutuhkan
Kritik tidak hanya datang dari Tebas dan pendukung. Sejumlah pemain juga mempertanyakan penerapan hydration break secara otomatis.
Bek Belanda Virgil van Dijk mengatakan jeda minum tentu bermanfaat apabila pertandingan berlangsung dalam suhu tinggi. Namun, menurutnya, kebutuhan tersebut seharusnya dinilai secara terpisah untuk setiap laga.
Gelandang Belgia Youri Tielemans memiliki pandangan yang hampir sama. Ia mengakui beberapa kota tidak cukup panas untuk membutuhkan jeda, meskipun memahami alasan FIFA ingin menerapkan aturan yang seragam kepada semua tim.
Pakar cuaca Everton Fox juga menyebut tidak semua pertandingan memenuhi kondisi yang benar-benar membutuhkan hydration break. Menurutnya, beberapa lokasi terbuka memang cukup panas, tetapi sulit menemukan alasan medis yang sama untuk stadion berpendingin di Dallas, Houston, Atlanta, atau Vancouver.
Hal tersebut memperkuat argumen para pengkritik bahwa kebijakan berbasis kondisi nyata lebih masuk akal dibandingkan aturan tetap untuk seluruh pertandingan.
Hydration Break Dinilai Memutus Momentum Permainan
Dampak hydration break tidak hanya dibahas dari sisi medis dan komersial. Jeda tersebut juga memengaruhi aspek taktik dan ritme pertandingan.
Ketika sebuah tim sedang menguasai permainan atau menekan lawan, penghentian selama tiga menit dapat menghilangkan momentum. Pemain lawan memperoleh waktu untuk beristirahat, memperbaiki posisi, dan menerima instruksi tambahan dari pelatih.
Salah satu contoh yang banyak dibahas terjadi dalam pertandingan Jerman melawan Curaçao. Curaçao menyamakan kedudukan pada menit ke-21, tetapi pertandingan segera dihentikan untuk hydration break. Pelatih Jerman Julian Nagelsmann kemudian memiliki waktu untuk mengatur kembali timnya sebelum mereka memenangkan laga dengan skor besar.
Sejumlah pelatih justru melihat jeda tersebut sebagai keuntungan. Pelatih Belgia Rudi Garcia menyebutnya lebih mirip coaching break daripada cooling break karena ia dapat memberikan informasi taktik kepada pemain.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga mengatakan para pelatih harus beradaptasi dengan kenyataan baru karena pertandingan seolah dibagi menjadi empat bagian.
Perubahan ini dianggap cukup besar dalam tradisi sepak bola. Selama ini, pertandingan berlangsung terus-menerus dan hanya terhenti secara alami karena pelanggaran, cedera, pergantian pemain, atau bola keluar. Hydration break terjadwal membuat pertandingan semakin menyerupai olahraga Amerika yang memiliki beberapa jeda komersial.
Keselamatan Pemain Tetap Menjadi Alasan Kuat
Meski mendapat kritik luas, kebijakan FIFA bukan tanpa dasar. Panas ekstrem dapat menimbulkan risiko nyata bagi pemain yang bertanding dengan intensitas tinggi.
Dehidrasi dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat respons tubuh, menurunkan performa fisik, dan meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Dalam kondisi ekstrem, pemain dapat mengalami pusing, kram, kelelahan berat, bahkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Turnamen sebelumnya di Amerika Utara telah memperlihatkan tantangan tersebut. Beberapa pemain mengeluhkan suhu berbahaya saat berlaga di bawah matahari langsung, sementara staf medis meminta penyelenggara memberikan perlindungan lebih baik.
Dari sudut pandang FIFA, aturan yang seragam juga mencegah perdebatan mengenai batas suhu. Apabila keputusan hanya bergantung pada penilaian lokal, satu tim dapat merasa dirugikan karena memperoleh jeda sementara tim lain tidak.
Masalahnya bukan terletak pada apakah pemain membutuhkan air. Hampir semua pihak sepakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas. Perdebatan muncul karena jeda diwajibkan dalam kondisi yang tidak selalu panas dan kemudian digunakan sebagai tempat penayangan iklan.
Apakah Hydration Break Akan Dipertahankan?
Setelah Piala Dunia 2026 berakhir, FIFA menghadapi keputusan penting. Mereka harus mengevaluasi apakah hydration break akan tetap digunakan secara otomatis dalam turnamen berikutnya atau dikembalikan kepada sistem berbasis suhu dan kondisi lapangan.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah mempertahankan jeda, tetapi hanya ketika indeks panas mencapai batas medis tertentu. FIFA juga dapat melarang broadcaster meninggalkan tayangan lapangan agar alasan kesejahteraan pemain tidak tercampur dengan kepentingan iklan.
Pilihan lain adalah mempertahankan aturan universal demi konsistensi. Namun, apabila itu dilakukan, FIFA perlu menjelaskan secara transparan data medis yang menjadi dasar keputusan dan bagaimana hubungan kebijakan tersebut dengan hak siar komersial.
Hydration break memang hanya berlangsung tiga menit. Namun, dampaknya jauh lebih besar karena menyentuh persoalan keselamatan pemain, strategi pelatih, pengalaman penonton, serta arah komersialisasi sepak bola.
Javier Tebas telah menyampaikan posisinya dengan tegas. Menurutnya, jeda minum seharusnya diterapkan ketika benar-benar dibutuhkan, bukan menjadi alasan untuk menciptakan ruang iklan baru.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah pemain harus dilindungi dari cuaca panas. Hal yang menjadi perdebatan adalah apakah FIFA dapat melindungi pemain tanpa mengubah sepak bola menjadi pertandingan yang terbagi ke dalam empat bagian demi kebutuhan televisi.
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSXp7UoCU/
Sumber Artikel
- FIFA — Penjelasan resmi mengenai hydration break Piala Dunia 2026
https://inside.fifa.com/organisation/news/hydration-breaks-world-cup-2026-player-welfare - ESPN — Kritik Javier Tebas terhadap FIFA dan hydration break
https://www.espn.com/soccer/story/_/id/49416894/tebas-blasts-fifa-laliga-gianni-infantino - ESPN — Alasan FIFA menerapkan hydration break dan kritik mengenai iklan
https://www.espn.com/soccer/story/_/id/48945011/why-there-drinks-breaks-2026-world-cup-fifa-criticised
